Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai

Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai
Dua Puluh Delapan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Siti mau pun Adi tidak ada yang berbicara, Siti fokus pada pikirannya dan perhatian Adi tertuju sepenuhnya pada jalanan.


“Mas,” panggil Siti.


“Hmmmm.”


“Papa bilang Mas akan mengantarkan aku mencari tempat kuliah, Mas ada waktu senggang kapan?” tanya Siti mencoba memecah keheningan di antara mereka.


“Pergi bersama Galih saja, aku sudah mulai masuk kantor dan sibuk dengan pekerjaanku,” jawab Adi tanpa menatap istrinya.


“Baik Mas.” Siti memilih diam, ia tidak terlalu pandai berinteraksi.


Perjalanan yang begitu panjang Siti habiskan dengan berdiam diri, melihat jalanan. Sesekali melirik Adi yang tampak fokus pada laju mobilnya.


Siti merasa lega saat mobil yang di Kendarai Adi akhirnya sampai di rumah mereka. Siti turun dari mobil dan berjalan mengekor di belakang Adi. Sementara barang bawaannya di bantu asisten rumah untuk di simpan ke kamar mereka.


Langkah Siti terhenti di pintu masuk, ia melihat Anggun yang menghampiri Adi dan memeluknya sangat erat.


“Kenapa lama sekali, aku merindukanmu,” ujar Anggun.


Dada Siti terasa sesak, matanya sedikit memanas. Namun Siti berusaha menormalkan perasaannya dan menahan air mata yang hampir menggenang. Ia tidak pernah berpikir jika kehadirannya akan di sambut oleh Anggun. Terlebih yang membuat dada Siti semakin sakit saat memperhatikan pakaian tidur Anggun yang cukup minim. Menurutnya tidak mungkin Anggun bertamu dengan pakaian tidur. Dengan cepat Siti menepis prasangkanya.

__ADS_1


Anggun melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Siti. “Hai, bagaimana perasaanmu? Harusnya lebih buruk lagi saat melihat kehadiranku,” ujar Anggun dengan senyuman merekahnya. Ia sangat puas melihat mata Siti yang tampak menggenang menahan tangis.


“Baik,” jawab Siti singkat. Ia berusaha menormalkan wajahnya agar terlihat baik-baik saja. Meskipun hatinya terasa teriris.


“Wah tepat sekali, aku akan memberikan kabar gembira untukmu. Mulai hari ini kita satu rumah ... Horee,” ujar Anggun dengan nada cerianya bahkan memberikan tepukkan tangan yang meriah untuk menyambut kedatangan Siti. “Selamat datang di rumah tangga yang indah ini, kita akan tinggal dalam satu atap yang sama.”


Siti menatap ke arah Adi meminta bantuan. “Mas,” panggil Siti.


“Jangan coba-coba memberitahu orang tuaku, kalau sampai mereka tahu aku akan mengalami,” ancam Adi.


Mendengar jawaban Adi membuat pertahanan Siti runtuh, air matanya sudah tak dapat ia bendung lagi meluncur begitu saja melewati pipi mulus Siti. Dengan cepat Siti menghapus air matanya dan menatap ke arah Anggun. “Mungkin kali ini kamu menang, tapi suatu saat nanti kamu yang akan pergi dari rumah ini tanpa aku usir,” ucap Siti serius. Ia berjalan melewati Anggun dan Adi.


Siti terus berjalan masuk ke dalam kamar tanpa menggubris ucapan Anggun. Ia duduk di pinggiran tempat tidur, dengan air mata yang terus mengalir.


Siti menghapus air matanya saat mendengar ponselnya yang ada di meja rias berdering. Siti melangkahkan kakinya dan melihat panggilan masuk dari Indira. Siti tidak tahu Sejak kapan ia memiliki nomor mertuanya, atau mungkin Galih sudah memasukkan kontak tersebut sebelum memberikan ponselnya.


Siti menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Tangannya menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari Indira.


[Halo assalamualaikum]


“Waalaikumsalam,” jawab Siti.

__ADS_1


[Siti kalian masih di kampung, belum pulang?]


“Siti dan Mas Adi sudah pulang Bu,” jawab Siti.


[Loh kenapa tidak ke rumah ibu?]


“Tidak apa-apa Bu, Siti hanya ingin tinggal bersama Mas Adi saja. Maaf membuat ibu khawatir,” ujar Siti. Ia menarik kursi yang ada di meja rias dan duduk.


[Apa kalian baik-baik saja?]


Siti mendengar nada khawatir dari ibu mertuanya. Air matanya mengalir begitu saja, ingin rasanya Siti mengatakan yang sebenarnya. Tapi ia tidak siap menerima talak dari Adi.


***


Halo semuanya ☺️ udah dua puluh delapan episode tapi aku belum nongkrong bareng sama kalian nih. Berbagi pendapat yuk 💕


***Kalau aku di posisi Siti kayaknya gak akan kuat mau nyerah aja, kalau kalian yang ada di posisi Siti mau lanjut pertahankan atau mending Nerima talak aja sekalian?


Aku tunggu jawabannya di kolom komentar 💕


Sehat-sehat dan lancar terus rezekinya untuk pembaca-pembacaku, sayang kalian 💕***

__ADS_1


__ADS_2