Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai

Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai
Tiga Puluh Delapan


__ADS_3

“Aku bisa menyebar luaskan video ini, karier Adi serta perusahaannya akan hancur. Sekarang pilihannya ada di tanganmu.”


Bibir Siti tersenyum ke arah Anggun, meskipun sebenarnya ia cukup takut dengan ancaman Anggun namun ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Anggun yang jelas-jelas ingin menghancurkan rumah tangganya yang baru saja membaik. “Silahkan saja,” jawab Siti lalu berjalan meninggalkan Anggun dengan perasaan yang gundah gulana.


Selama mengikuti mata kuliah Siti tidak bisa fokus, ancaman Anggun terasa menakutkan bagi Siti. Yang ia khawatirkan adalah ibunya, jika berita itu tersebar Siti tidak tahu lagi bagaimana perasaan sang ibu. Ia tidak ingin hati ibunya hancur, dan merasakan kekecewaan terhadap Adi.


Meskipun sulit untuk melawan pikiran itu tapi Siti mencoba mendekatkan diri kepada Allah dan mencoba mempercayakan seluruh masalahnya pada yang berkuasa. Sore harinya Siti pulang ke rumah, ia membuat beberapa hidangan untuk makan malam. Lalu bersiap untuk menyambut kedatangan Adi.


Jam makan malam sudah lewat namun Siti tidak melihat tanda-tanda kedatangan Adi. Ia mengecek ponselnya siapa tahu Adi memberi kabar jika pulang terlambat namun yang ia mendapat kiriman sebuah foto yang menampilkan Adi sedang tertidur. Siti menarik nafasnya dalam-dalam agar dapat berpikir dengan jernih, mungkin saja itu foto lama Adi saat bersama Anggun. Namun perasaan Siti semakin hancur saat melihat warna kemeja dan dasi yang di kenakan Adi persis di pakai pagi tadi.


Baru kemarin Siti merasakan kebahagiaan dalam pernikahannya, namun takdir seolah berkata bahwa ujian rumah tangga untuk Siti masih ada. Buliran bening dari kelopak mata Siti menetes begitu saja. Siti menyeka air matanya. Hatinya sakit, sangat sakit. Ia pikir Adi sudah berubah dan akan serius dengan pernikahan ini.


Akan tetapi ia malah tergoda dengan bujuk rayunya Anggun. Meskipun Siti tidak siap jika video tersebut tersebar luas, namun ia juga nyatanya tidak siap melihat suaminya kembali tidur dengan selingkuhannya. Padahal Adi sendiri sudah mengusir Anggun.

__ADS_1


Siti tidak berani tidur di kamar Adi, ia memilih beristirahat di kamar lamanya yang kini hanya ada tempat tidur dan lemari yang kosong. Namun Siti tidak siap jika harus bertemu dengan Adi dalam keadaan hatinya yang sedang rapuh.


Siti terduduk di pinggiran tempat tidur, ia memejamkan matanya merasakan hatinya yang terasa sakit. Bagaimana pun juga ia manusia yang masih memiliki hati.


***


Adi bangun dari tidurnya, ia melirik Anggun yang tertidur pulas di sampingnya. Adi bangkit dari tidurnya secara perlahan agar tidak membangunkan Anggun. Tangan Adi bergerak mengambil ponsel Anggun, ia yang sudah hafal kata sandi ponsel Anggun dengan mudahnya masuk dan melihat ke galeri. Jemari Adi bergerak di atas layar ponsel Anggun mencari video yang di kirimkan Anggun untuk mengancamnya. Adi bisa bernafas lega setelah menemukan video tersebut dan menghapusnya dengan cepat. Merasa aman Adi hendak mengamblikan ponselnya ke tempatnya semula namun ia terkejut saat melihat wajah Anggun yang tidak jauh darinya dengan mengembangkan senyuman.


Anggun mengecek ponselnya dan benar saja Videonya hilang. “Kamu hapus dari ponselku pun tidak ada pengaruhnya.” Anggun melemparkan ponselnya ke dinding dan jatuh di lantai dengan keadaan layar yang mati serta retak. “Bahkan rusak sekalipun aku masih tetap bisa mengancammu,” ucap Anggun serius. Bibirnya menyeringai mengerikan.


“Sebenarnya apa maumu, kamu mau uang? Berapa pun aku bisa memberikannya,” jawab Adi. Meskipun jumlah uang yang di minta Anggun tidak masuk akal, namun ia bisa mendapatkan bantuan dari Papanya.


“Aku hanya mau kamu Adi, kita kembali seperti dulu. Dan merawat anak kita.”

__ADS_1


Tatapan penuh harap Anggun membuat Adi muak, ‘Anak kita' yang terlalu ambigu bagi Adi, ‘Bagaimana bisa menjadi anak kita sementara dia tidur dengan banyak pria.’


“Dia bukan anakku!” tegas Adi.


Wajah penuh harap milik Anggun berubah dalam sekejap menjadi wajah yang di penuhi amarah. “Ini anakmu!” teriak Anggun marah karena Adi tidak mau mengakuinya.


“Terserahmu saja,” jawab Adi cuek. Ia mengambil ponselnya hendak meninggalkan apartemen Anggun.


“Berhenti atau kariermu akan hancur mulai detik ini juga,” ancam Anggun.


“Dengan apa kamu akan menghancurkan aku?”


“Selain video kita tersebar aku akan membuat video bahwa aku telah mengandung anakmu namun kamu membuangku begitu saja dan tidak mau mengakuinya. Bagaimana pendapat publik tentangmu yang sangat tidak bertanggung jawab ini?”

__ADS_1


__ADS_2