Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai

Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai
Tiga Puluh Tujuh


__ADS_3

Halo semuanya 😊 maafkan author yang sudah membuat kalian menunggu lama.


Selamat membaca 💕


***


“Minta Inem pindah kan semua barangmu ke kamar ini.”


Siti sangat gembira mendengar permintaan Adi. “Mas serius?” tanya Siti memastikan.


“Iya cepat lakukan sekarang juga,” ucap Adi. Meskipun hatinya masih penuh luka namun Adi tidak ingin merasakan kesendirian.


“Baik Mas,” jawab Siti dengan wajah gembiranya. Ia membawa nampan yang berisi piring kotor dengan gelas keluar dari kamar Adi menuju dapur.


Siti menghampiri bi Inem yang sedang merapikan isi lemari pendingin. “Masih lama Bi?” tanya Siti.


“Tidak non, ini sudah selesai. Ada yang bisa bibi bantu non?”


“Bantu Siti pindahkan barang-barang di kamar ke kamar Mas Adi ya Bi,” pinta Siti.


Inem merasa lega mendengar kabar baik rumah tangga majikannya. “Ayo non Bibi bantu,” jawab Inem dengan antusiasnya.

__ADS_1


Inem dan Siti sibuk memindahkan barang-barang ke dalam kamar Adi, sementara Adi sibuk duduk di tempat tidur sambil memandangi layar laptopnya untuk memeriksa beberapa laporan.


Sore tiba seluruh barang Siti sudah selesai di pindahkan semua, dengan ragu Siti duduk di samping Adi dengan menyelonjorkan kakinya yang sedikit sakit akibat terlalu banyak berjalan ke sana kemari.


Adi sudah selesai memeriksa laporan ia menutup laptopnya dan milik Siti yang tampak kelelahan. Duduk Adi berpindah posisi, tangan Adi mulai memijat kaki Siti.


“Mas tidak perlu,” tolak Siti merasa tidak enak.


“Tidak apa-apa kamu pasti lelah.” Adi menampilkan senyuman pada Siti.


“Terima kasih Mas.” Tidak lupa Siti mengucap syukur atas nikmat yang ia dapatkan di pernikahannya.


***


Siti mencium punggung tangan Adi. “Siti kuliah dulu ya Mas,” pamit Siti.


Adi mengangguk, sementara Galih memperhatikan interaksi majikannya dari spion tengah.


Siti keluar dari mobil, ia menampilkan senyuman terbaiknya saat jendela tempat duduk Adi terbuka. Tidak lupa ia melambaikan tangannya sebagai dalam perpisahan.


Galih mulai melajukan mobilnya. Dari kejauhan Anggun yang memperhatikan mereka sejak mobil berhenti akhirnya berani berjalan mendekati Siti.

__ADS_1


“Siti,” panggil Anggun.


Siti menoleh ke belakang saat mendengar seseorang memanggilnya. “Ada apa?” tanya Siti saat melihat Anggun berdiri di hadapannya.


“Aku perlu berbicara dengan Adi,” ucap Anggun.


Siti menghela nafasnya. “Kalau ingin berbicara dengan Mas Adi temui saja, kenapa kamu malah menemuiku?”


“Adi tidak mau bertemu denganku, tapi ini hal penting,” ucap Anggun dengan nada memohonnya.


“Dari awal aku tidak pernah ikut campur urusan kalian, jadi tangani saja masalahmu dengan Mas Adi. Aku tidak ingin tahu apa pun,” tegas Siti.


“Kamu harus membantuku. Kamu itu wanita sama sepertiku, dan aku sedang mengandung anaknya Adi,” kukuh Anggun seolah tak ingin kehilangan kesempatan.


“Yang kamu bicarakan itu suamiku. Aku sudah sangat sabar menghadapi kamu, jadi lebih baik pergi saja. Aku tidak berniat membantu,” tegas Siti ia melangkahkan kakinya meninggalkan Anggun.


Baru beberapa langkah Siti berjalan ponselnya mendapatkan pesan masuk berupa video. Siti membuka video tersebut, “Astagfiurullah.”


Siti membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat menghampiri Anggun yang masih berdiri di tempatnya. “Apa mau kamu?”


“Aku hanya ingin Adi kembali padaku,” jawab Anggun dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


“Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi,” kali ini Siti sedikit kehilangan kendalinya sampai tanpa sadar ia berucap dengan suara yang cukup keras.


“Aku bisa menyebar luaskan video ini, karir Adi serta perusahaannya akan hancur. Sekarang pilihannya ada di tanganmu.”


__ADS_2