Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai

Pernikahan Impian: Istri Yang Layak Di Cintai
Tujuh


__ADS_3

“Aku pulang dulu ya,” pamit Adi.


Dengan sengaja Anggun menampilkan wajah sedihnya, tangannya menahan Adi agar tidak pulang.


“Ajak temanmu belanja,” ujar Adi. Ia mengeluarkan ponselnya dan segera mengirimkan uang ke rekening Anggun.


Meskipun dalam hati kecilnya bersorak, Anggun masih tetap menampilkan wajah tidak rela.


Adi keluar dari apartemen Anggun. Ia turun ke basemen dan masuk ke dalam mobilnya. Adi melajukan mobilnya menuju rumah. Ia tidak bisa pergi ke kantor yang ada orang tuanya akan curiga, dan semuanya akan runyam jika Adi pergi bekerja.


Mobil Adi terparkir sempurna, ia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Langkah Adi terhenti beberapa meter dari depan pintu kamarnya. Ia melihat Siti sedang berdiri di depan pintu dengan senyuman di bibirnya, membuat Adi kesal melihatnya.


Adi berjalan menghampiri Siti, ia menatap istrinya dengan pandangan kesal. “Minggir,” ketus Adi.


Siti memberikan jalan untuk suaminya masuk ke kamar. “Mas mau di buatkan sesuatu?” tanya Siti.


Adi membalikkan tubuhnya dan menatap Siti. Sikap tenangnya membuat Adi sedikit di liputi rasa heran. Bukannya Siti sudah tahu jika Adi berselingkuh, tapi kenapa Siti masih terlihat tenang seolah tak ada masalah besar yang terjadi.


“Tidak perlu,” jawab Adi singkat. Ia menutup pintu kamarnya dengan cukup kencang hingga menimbulkan bunyi yang cukup nyaring.

__ADS_1


Siti menutup matanya saat pintu tertutup dengan kencang. Siti memilih pergi ke dapur, melihat isi lemari pendingin. Lalu mengambil beberapa bahan makan untuk ia masak.


Bi Inem menghampiri siti yang tampak berkutat di dapur. “Ada yang bisa Bibi bantu Non?”


Siti menengok ke arah Bi Inem. “Bantu Siti siapkan makan malam untuk Mas Adi ya Bi,” pinta Siti.


Inem mengangguk patuh dan mulai membantu Siti menyiapkan makan malam.


Satu jam lamanya Siti dan Inem memasak untuk makan malam, akhirnya selesai juga.


Siti menatap beberapa menu yang ia masak, ia memang tidak terlalu pandai dalam hal memasak. Namun ia mampu memasak beberapa menu yang di ajarkan ibunya.


Bi Inem mengangguk patuh.


Siti kembali ke kamar untuk membersihkan tubuhnya, serta melaksanakan ibadah magrib.


Bi Inem segera melaksanakan perintah Siti. Ia berjalan menuju kamar Adi dan mengetuknya.


Adi keluar dari kamar dan melihat siapa yang mengetuk kamarnya.

__ADS_1


“Tuan, makan malam sudah siap,” ujar Inem.


Adi mengangguk dan berjalan menuju ruang makan, ia duduk dan menatap hidangan menu di atas meja yang beragam.


Tanpa banyak bertanya Adi menikmati makan malamnya sampai makanan di atas meja seluruhnya ia cicipi dan rasanya sangat nikmat.


Adi mengakhiri makan malamnya dengan menenggak air minum. Perutnya terasa sangat begah, ia berjalan meninggalkan ruang makan dengan langkah pelannya menuju kamarnya. Namun ia berpapasan dengan Siti.


Saat beradu pandang dengan suaminya, bibir Siti tersenyum manis. Meskipun pada akhirnya Adi memalingkan wajahnya, dan Siti tidak masalah dengan sikap suaminya.


Sampai di ruang makan Siti melihat masakannya yang tersisa separuhnya saja, bahkan ada beberapa piring lauk yang habis. Rasa bahagia itu tergambar jelas di wajah Siti, ia duduk dan menikmati makan malamnya dengan perasaan gembira karena suaminya menyukai makanan yang di masak oleh Siti.


Saat tengah menikmati makan malamnya Siti melihat Galih yang mengambil air minum. Wajahnya terlihat lelah, bahkan baju kerjanya yang rapi kini tampak berantakan. Siti menundukkan pandangannya dan kembali fokus menghabiskan makanannya.


Melihat makanan di atas meja Galih ikut duduk. Ia mengambil nasi serta lauk, kebetulan ia belum makan malam. “Apa Tuan Adi sudah makan?” tanya Galih.


“Sudah,” jawab Siti tanpa menengok ke arah Galih.


Galih memperhatikan tingkah Siti, wanita itu terlalu baik untuk Adi. Andai saja Adi tidak di buatkan oleh cintanya ke pada Anggun, Galih yakin keluarga Adi dan Siti akan menjadi keluarga yang sempurna. Suami yang menyayangi istri, dan istri yang menjaga martabat suaminya.

__ADS_1


__ADS_2