
Adi menghubungi Anggun untuk mengajaknya makan siang, namun telepon Anggun tidak aktif. Adi memasukkan ponselnya ke dalam saku.
Saat pintu lift terbuka, Adi berjalan bersama Galih menyusuri lorong hotel mencari kamar, mereka hendak memenuhi permintaan Gunawan yang memintanya untuk berbicara penting.
Langkah Adi terhenti saat melihat seseorang keluar dari sebuah kamar. Adi tidak salah melihat wanita yang keluar dari kamar tersebut kekasihnya. “Anggun,” panggil Adi.
Anggun yang terkejut melihat kehadiran Adi hanya diam terpaku.
Adi meneliti penampilan Anggun yang sangat berantakan dan berkeringat.
Sadar di perhatikan Anggun merapikan rambut dan bajunya yang berantakan. Kliennya kali ini tidak sabaran, mengusir Anggun begitu saja setelah semuanya selesai. Bahkan Anggun meminta waktu sepuluh menit untuk merapikan penampilan tidak di berikan ijin. Dan Anggun tidak menyangka jika Adi akan ada di sini, di lantai yang sama.
Adi berjalan menghampiri Anggun dengan wajah dinginnya, ia menarik dagu Anggun ke atas dan melihat dengan jelas beberapa tanda kiss Mark di leher Anggun. “Sejak kapan?”
“Apa?” tanya Anggun pura-pura tidak tahu, jelas ia tahu ke mana arah pembicaraan Adi.
“Jangan berpura-pura! Sejak kapan kamu berselingkuh?”
Anggun menutup matanya saat mendengar bentakan dari Adi. “Aku tidak pernah berselingkuh darimu,” jawab Anggun dengan wajah memelasnya.
“Tidak pernah katamu, lalu ini apa?” Tanya Adi meminta penjelasan.
“Kamu salah faham sayang,” jawab Anggun.
Tangan Adi mengetuk pintu kamar tempat Anggun keluar dengan cukup keras dan ritme cepat.
__ADS_1
Anggun menahan tangan Adi. “Jangan,” cegah Anggun.
“Kenapa?” Tanya Adi dengan nada sinisnya.
“Ak-“ ucapan Anggun terpotong oleh suara pintu yang terbuka. Sontak Adi dan Galih menengok. Seorang pria dengan lilitan handuk yang menutupi bagian inti tubuhnya keluar dari dalam.
“Ada perlu apa?” Tanya pria tersebut.
“Apa dia sudah memenuhi pekerjaannya untuk tidur denganmu tuan?” tanya Adi seraya menunjuk Anggun.
“Ah ****** ini yang membuat keributan,” ucap pria tersebut.
Adi menatap sinis ke arah Anggun. Adi membungkukkan badannya, “Maaf telah mengganggu ketenanganmu.”
“Ya tak apa. Bawa dia pergi, sampaikan pada atasanmu aku tak akan memesannya lagi. Hasilnya mengecewakan,” ujar pria tersebut sebelum masuk kembali ke dalam kamarnya.
“Tidak sayang, aku tidak pernah berselingkuh darimu,” ucap Anggun.
Adi sudah tak ingin mendengar penjelasan lagi, hatinya sangat tersakiti oleh fakta ini. Ia melangkahkan meninggalkan Anggun, di ikuti Galih.
Anggun memandang kepergian Adi, ia harus segera mencari cara untuk membuat skenario bahwa dirinya di jebak.
Adi masuk ke kamar tempat Gunawan menginap. “Ada apa papa meminta bertemu?” Tanya Adi langsung, ia sedang tak ingin berbasa-basi.
“Duduklah dulu,” ujar Gunawan.
__ADS_1
Adi duduk pada sofa, Galih ikut duduk di samping Adi.
Gunawan mengeluarkan data rekening dan memberikannya pada Adi. “Milik siapa ini?” tanya Adi.
“Milik Anggun,” jawab Gunawan.
Adi meneliti setiap lembar dengan saksama, ada beberapa uang masuk dari rekening yang tidak Adi kenal. Bahkan beberapa kali Anggun melakukan setoran tunai dalam jumlah besar.
“Apa bukti ini kurang?” Tanya Gunawan.
Adi terdiam, tak berbicara. Semua ini sangat mengejutkan baginya. Ia mengenal Anggun sudah laman, tapi ia tidak pernah sadar akan hal ini. Semuanya terlalu rapi, atau dirinya lah yang tak peduli dengan urusan Anggun.
“Papa bisa menunjukkan semuanya kepadamu, Anggun sedang menerima klien,” ujar Gunawan tanpa ragu. Baginya ini moment yang sangat tepat.
“Tidak perlu,” jawab Adi.
“Kamu harus percaya, apa yang papa katakan semuanya kebenaran. Papa tidak pernah berbohong, seharusnya kamu mengerti kenapa Papa tidak pernah merestuimu yang ingin menikah dengan Anggun,” ujar Gunawan.
“Aku bilang tidak perlu, karena aku sudah bertemu Anggun sebelum masuk ke sini,” jawab Adi dingin. Ia menyimpan kembali data rekening Anggun.
“Jangan bilang kamu terhasut dengan ucapannya?” tuduh Gunawan.
“Ada hal penting lain yang ingin Papa bicarakan?” Tanya Adi memastikan. Kepalanya sedikit berdenyut Adi merasa butuh sedikit ketenangan.
“Papa ingin kamu benar-benar melepaskan Anggun, anak yang di kandung Anggun belum tentu anakmu juga.”
__ADS_1
Adi menghela nafasnya. “Bagaimana kalau ternyata anak yang di kandung Anggun, itu darah dagingku?”