Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 11


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Lalu dok, apa ada cara untuk mendapatkan anak laki-laki?" Tanya Dave.


Dokter Wilma menganggukkan kepalanya.


"Kalau mau mendapatkan anak laki-laki yang pertama, istri Anda harus lebih banyak mengkonsumsi sayuran seperti brokoli, jagung manis, bayam dan kacang-kacangan sedangkan Anda disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi daging, seafood, pisang dan makan-makanan asin. Kedua, berhubungan intim saat istri Anda sedang dalam masa subur, hitungan masa subur yang di maksud adalah empat belas hari setelah hari pertama datang bulan. Kalau Anda kurang paham, nanti saat hari pertama istri Anda datang bulan, Anda bisa langsung menghubungi saya, jadi nanti saya yang akan memberi aba-aba pada Anda. Ketiga, dengan posisi saat melakukan penyatuan. Saran saya saat Anda sudah hampir sampai di puncak, gantilah posisi dengan gaya wanita menghadap ke belakang. Dan yang keempat, perbanyak mengkonsumsi tauge." Jawab dokter Wilma.


"Oh..." Dave mengangguk-anggukkan kepalanya paham.


"Tapi semua cara itu tingkat keberhasilannya tidak ada yang seratus persen Tuan, karena Tuhan lah yang menentukan semua-nya." Kata dokter Wilma lagi.


"Iya dok, saya paham." Balas Dave.


"Apa ada yang ingin Anda tanyakan lagi Tuan?" Tanya dokter Wilma.


"Tidak ada dok. Terimakasih atas penjelasannya." Jawab Dave.


"Kalau begitu kami pulang dulu." Pamit Dave lalu berdiri dari tempat duduknya.


Melihat Dave berdiri, Dhea pun juga ikut berdiri dari tempat duduknya dan berpamitan pada dokter Wilma dan dokter Bryan.


Mereka pun keluar dari ruang kerja dokter Bryan.


🍁🍁🍁


Di dalam mobil.


Kini Dave dan Dhea sedang dalam perjalanan kembali ke Winstone Hotel.


"Tuan..."


"Hemmm." Jawab Dave seadanya sambil matanya melihat ke luar jendela.


"Apa Anda jadi menikahi saya?" Tanya Dhea.


"Hemmm." Jawab Dave lagi yang masih enggan melihat Dhea.

__ADS_1


Haish!!!


Geram Dhea dalam hati mendengar Dave menjawab seperti itu ditambah Dave yang tidak mau melihat ke arah-nya.


"Mmm.. ada yang ingin saya katakan Tuan." Dhea agak ragu mengutarakan permintaannya pada Dave untuk melunasi hutang-hutang orangtuanya. Takutnya nanti Dave malah berubah pikiran dan membatalkan kerjasama mereka.


"Katakanlah!"


"Tapi Anda janji dulu kalau Anda tidak akan membatalkan kerjasama kita."


"Huh.. kamu cerewet sekali!! Iya aku janji! Cepatlah katakan! Telinga ku sudah sakit mendengar suara mu!" Balas Dave.


Hish!!! Dasar pria aneh!! Tidak mau mendengar suara ku tapi mau menikahi ku!!


Gerutu Dhea dalam hati.


"Jangan mengumpat ku dalam hati mu!!" Ucap Dave yang seolah bisa mendengar kata hati Dhea.


"Ooops." Dhea menutup mulutnya kaget karena Dave tahu kalau dirinya baru mengumpat Dave dalam hati.


"Cepat katakan apa yang mau kamu katakan!"


"Berapa?" Tanya Dave.


"Tidak banyak kok Tuan, hanya lima puluh juta." Jawab Dhea.


Mendengar itu barulah Dave memutar lehernya untuk melihat Dhea.


"Apa kamu bilang? Lima puluh juta tidak banyak? Kalau memang tidak banyak kenapa tidak kamu bayar saja sendiri hutang orangtua mu!!" Kesal Dave.


"Maksud saya tidak banyak untuk Anda, Tuan. Kalau untuk saya itu sudah sangat banyak sekali." Balas Dhea.


Dasar orang kaya medit!! Baru kali ini aku mendengar orang kaya shock mendengar uang lima puluh juta.


Gerutu Dhea dalam hatinya.


Cletak.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Dave menyentil kening Dhea lumayan keras.


"Auw..." Ringis Dhea kesakitan seraya mengusap keningnya.


"Kenapa Anda menyentil ku Tuan?"


"Kan sudah aku bilang jangan mengumpat ku dalam hati!! Kalau kamu berani langsung saja!" Jawab Dave.


"Aku bukannya perhitungan! Tapi aku tidak mau mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting!! Apalagi membayarkan hutang orang!! Orangtua mu yang berhutang kenapa aku yang harus bayar!! Itu sama saja aku mengajari orangtua mu tidak bertanggung jawab!" Kata Dave lagi.


"Orangtua ku berhutang karena keadaan darurat Tuan. Ibu ku sakit dan harus melakukan operasi pemasangan ring jantung. Ayah yang bingung tidak tahu harus mendapatkan uang dimana lagi dalam waktu singkat, mau tidak mau meminjam uang pada rentenir dengan jaminan rumah. Awalnya Ayah lancar membayar, tapi sudah tiga bulan ini Ayah tidak membayar, karena uang yang di pakai untuk membayar hutang dialihkan untuk membayar uang wisuda ku. Dan saat aku sudah di wisuda dan hendak mengumpulkan uang lagi untuk mencicil hutangnya, Ayah malah tersandung kasus korupsi." Jawab Dhea dengan wajah sedih.


Melihat wajah sedih Dhea, Dave pun menjadi iba.


"Ya sudah, ya sudah, nanti aku lunasi!" Jawab Dave.


"Benarkah Tuan?" Raut wajah Dhea langsung berubah seketika.


"Iya." Balas Dave.


"Tapi itu tidak gratis, kamu harus menggantinya." Kata Dave lagi.


"Iya Tuan, tapi tidak pa-pa kan kalau aku mencicilnya?" Tanya Dhea.


"Yang bilang aku mau di ganti dengan uang siapa?"


"Lalu kalau bukan dengan uang, terus dengan apa?"


Dave pun mengeluarkan ponselnya lalu mengutak-atik sebentar ponsel itu seperti sedang mencari sesuatu, kemudian memberikan ponsel itu pada Dhea.


"Dengan ini."


Mata Dhea pun langsung membulat sempurna melihat gambar yang ada di layar ponsel Dave.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...


__ADS_2