
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah sepakat makan siang di restoran Hot Grill dengan Dhea yang akan mentraktir, Keysia dan kesembilan anggota tim-nya termasuk Dhea mulai membicarakan tentang desain interior.
Mereka menyatukan dua meja berbentuk persegi lalu duduk di kursi dan mulai rapat mereka.
Sebagai ketua tim, hal yang pertama Keysia lakukan adalah membagi tugas dari masing-masing anggota, setelah itu anggota-anggota tim-nya boleh mengajak temannya untuk membantu pekerjaan mereka dan orang-orang yang membantu tugas mereka adalah anggota pembantu yang tugasnya hanya di suruh ini dan itu. Dan itulah dulu yang biasa Dhea lakukan sebelum masuk menjadi anggota tim inti.
Saat sedang membagi tugas pada anggota tim-nya, tiba-tiba Jeff datang dengan membawa minuman untuk kesembilan desainer interior yang akan mendesain kafe miliknya. Hanya sembilan, karena Dhea sebelumnya sudah di beri minum oleh Jeff.
"Oh.. iya, mungkin kalian belum kenal dengan pemilik kafe ini." Ucap Keysia yang baru ingat kalau dirinya belum memperkenalkan si pemilik kafe.
"Nah ini dia orangnya." Kata Keysia lagi sambil menepuk pundak Jeff pelan.
"Oh..." Kesembilan anggota Keysia membulatkan mulutnya, termasuk Dhea.
Oh.. ternyata dia pemilik kafe dan Coffee Shop ini.
Gumam Dhea dalam hati.
Mengetahui kalau si pemilik kafe masih muda, anggota tim perempuan kecuali Dhea pun saling berbisik dan mulai tebar pesona.
"Ternyata masih muda yah pemilik kafe ini, tadinya aku pikir sudah berumur lima puluh tahun ke atas." Celetuk Rere.
"Ayah saya yang sudah lima puluh tahun ke atas." Balas Jeff berguyon.
Anggota tim wanita pun terkekeh mendengar guyonan Jeff.
__ADS_1
"Perkenalkan dong namanya." Ucap Helena.
"Nama saya Jeff Milano." Jawab Jeff.
"Kalau umur?" Tanya Yura.
"Saya masih dua puluh enam tahun." Jawab Jeff.
"Woah.. masih sangat muda tapi sudah punya kafe sebesar ini." Kagum Jane.
"Kebetulan ini kafe dan Coffee Shop saya yang ketiga." Balas Jeff.
"Woah..." Anggota tim wanita kecuali Dhea makin terkagum-kagum dengan sosok Jeff.
Melihat anggota tim wanita terkagum-kagum pada Jeff, anggota tim laki-laki hanya memutar bola matanya malas.
"Mereka terlalu berlebihan! Padahal bisa saja ini semua di dapat karena bantuan orangtuanya." Bisik Glody.
"Jangan iri! Itu namanya privilege untuk orang kaya dan ganteng." Sahut Adam yang mendengar obrolan bisik-bisik Glody dan Reyhan.
Keysia pun mengajak Jeff untuk merundingkan konsep yang ingin Keysia buat di kafe Jeff.
Selagi mereka serius berunding, ada Dhea yang pikirannya kemana-mana karena sedang memikirkan bagaimana caranya untuk meminjam uang pada Dave untuk ia pakai mentraktir teman-temannya.
Dhea pun mulai mengetik pesan untuk Dave.
Namun belum juga pesan itu terkirim, Dhea sudah menghapusnya lagi.
__ADS_1
Tidak, tidak, tidak! Aku tidak boleh meminjam uang pada si arogan itu! Nanti ketahuan kalau aku makan daging.
Gumam Dhea yang baru ingat kalau dirinya tidak boleh makan daging sebelum jadwal yang di tentukan Dave.
Apa aku pinjam pada Tuan Alfred saja? Tuan Alfred sepertinya bisa diajak bekerjasama.
Gumam Dhea lagi.
Dhea pun mulai mengetik pesan untuk Alfred.
📱 Dhea : Tuan, saya perlu bantuan Anda. Ini sangat darurat.
Pesan pun terkirim dan sudah di baca oleh Alfred.
Tak lama setelah dua centang biru, ada panggilan masuk dari Alfred.
"Umm.. maaf, saya permisi ke toilet dulu." Izin Dhea.
Keysia menganggukkan kepalanya.
Dhea pun cepat-cepat beranjak dari tempat itu dan berjalan menuju toilet.
Sesampainya di toilet, barulah Dhea menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
...🙏🙏🙏...