Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 53


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Kamu cari mati yah?! Lepas!!" balas Dave berbisik tapi matanya mengarah ke arah teman-teman Dhea yang sedang memperhatikan mereka.


Mendengar itu, Dhea tersenyum licik.


Bukannya melepaskan pelukannya dari tubuh Dave, Dhea malah makin mengeratkan-nya.


"Kenapa kamu kangen yah? Belum juga setengah hari kita gak ketemu kamu sudah kangen aja." kata Dhea lagi. Kali ini suaranya sengaja ia buat lebih keras.


"Ahhhh... so sweet Tuan Dave." sorak sorai teman-teman Dhea.


Dave tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa tersenyum paksa.


Sedangkan Dhea sudah pasti dia tersenyum senang.


Puas membuat Dave terlihat bucin di depan teman-temannya, barulah Dhea melepaskan pelukannya.


"Ayo Sayang, biar aku perkenalkan dengan teman-teman ku." ucap Dhea seraya menari tangan Dave.


Haish wanita ini!! Asal main tarik!! Apa dia pikir aku ini kerbau apa!


Geram Dave dalam hati.


"Ayo sekarang perkenalkan dirimu di depan teman-teman ku." pinta Dhea.

__ADS_1


"Untuk apa memperkenalkan diriku? Mereka pasti tahu aku siapa!" jawab Dave dengan sombongnya.


"Yang mereka tahu kan kamu seorang CEO. Tapi kan kamu belum memperkenalkan dirimu sebagai suami ku." jawab Dhea.


"Ayo cepat perkenalkan dirimu sebagai suami ku." pinta dhea sekali lagi.


Dave menatap tajam Dhea.


Mendapat tatapan tajam Dave, bukannya takut, Dhea malah menjadi mengusili Dave.


Dhea berjinjit sedikit untuk sampai ke telinga Dave.


"Nanti malam aku izinkan tiga ronde." ucap Dhea di telinga Dave dengan suara yang tidak sedang berbisik dan pastinya teman-teman Dhea mendengar apa yang Dhea katakan.


"Woaaah.. ternyata Tuan Dave perkasa juga." celetuk Rere. Sedangkan teman-teman Dhea yang lain hanya senyam-senyum mendengar kata-kata Dhea.


"Capat perkenalkan diri Anda Tuan, atau Anda mau saya buat lebih malu lagi?!" Ancam Dhea.


Mau tak mau Dave pun memperkenalkan dirinya sebagai suami Dhea.


Melihat itu Dhea tersenyum penuh kemenangan.


Akhirnya aku bisa balas dendam juga.


Gumam Dhea dalam hati sambil cekikikan.

__ADS_1


Setelah Dave memperkenalkan dirinya, teman-teman Dhea pun meminta Dave untuk duduk.


Mereka pun kembali melanjutkan meeting mereka.


Selama meeting berlangsung, mata Dave tak henti-hentinya menatap tajam keempat laki-laki yang ada di meja itu termasuk Jeff si pemilik kafe sambil bergumam dalam hati.


Kira-kira laki-laki yang mana diantara keempat laki-laki ini yang tadi suaranya ku dengar? Apa laki-laki yang ini (sambil menatap tajam Adam), atau yang ini (sambil menatap tajam Reyhan) atau jangan-jangan yang bertubuh tambun ini (sambil menatap tajam Glody) atau yang ini (sambil menatap tajam Jeff).


Gumam Dave dalam hati.


Merasa di tatap dengan tatapan tajam oleh Dave, jelas keempat laki-laki itu merasa risih. Jantung mereka serasa mau jatuh.


Melihat teman-temannya merasa tidak nyaman sambil sesekali melirik Dave, Dhea pun menoleh ke arah Dave untuk melihat apa yang Dave lakukan pada ketiga temannya itu.


Melihat Dave sedang menatap tajam ketiga temannya, Dhea pun langsung menendang kaki Dave. Dave pun menoleh, begitu Dave menoleh, Dhea langsung memberi pelototan tajam pada Dave, memberi kode pada Dave agar tidak mengintimidasi ketiga temannya.


"Sayang, apa kamu punya masukan untuk mendekor kafe ini?" ucap Dhea untuk mengalihkan pandangan Dave pada keempat laki-laki itu.


"Iya Tuan Dave, siapa tahu saja Tuan Dave punya ide yang luar biasa agar kafe ini terlihat lain dari yang lain." timpal Yura.


"Oh.. mau buat kafe yang beda dari yang lain? kalau begitu buat saja tema kuburan, atau kamar mayat. Dijamin beda dari yang lain." jawab Dave savage.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2