
🍁 Happy Reading 🍁
Saat Dhea mengirim pesan untuk Alfred, saat ini Alfred dan Dave sedang dalam perjalanan menuju Winstone Hotel.
Tadi sebelum ke Winstone Hotel, mobil yang membawa Dave singgah ke rumah sakit terlebih dahulu.
Dave ingin melayangkan protesnya pada dokter Bryan karena sudah memberikan obat kuat untuknya.
Tapi sayangnya Dave tidak bertemu dengan dokter Bryan. Nampaknya dokter Bryan sengaja bersembunyi dari Dave karena tahu pasti tujuan Dave menemuinya untuk marah-marah padanya.
TRING.
Suara notifikasi pesan di ponsel Alfred berhasil memecah keheningan di dalam mobil.
Alfred pun mengeluarkan ponselnya.
"Nona Dhea." Lirih Alfred pelan namun masih bisa di dengar oleh Dave.
"Untuk apa Dhea mengirim pesan pada mu?" Tanya Dave dengan raut wajah tak senang.
"Saya juga tidak tahu Tuan, saya belum membuka pesannya." Jawab Alfred.
"Kalau begitu cepat buka!" Perintah Dave dengan nada meninggi. Nampak sekali Dave sangat kesal.
Sudah kesal karena tidak bertemu dengan dokter Bryan, sekarang ditambah lagi Dhea mengirim pesan ke ponsel Alfred.
"Ba-baik Tuan." Jawab Alfred.
Cepat-cepat Alfred membuka pesan yang dikirim Dhea.
📱 Dhea : Tuan, saya perlu bantuan Anda. Ini sangat darurat.
Alfred mengernyitkan keningnya bingung saat membaca pesan dari Dhea.
Melihat Alfred mengernyitkan keningnya, jelas saja membuat Dave makin penasaran.
Dave pun langsung merampas ponsel yang ada ditangan Alfred lalu membaca pesan dari Dhea.
"Kenapa dia meminta bantuan mu? Memangnya kau suaminya?!" Protes Dave.
__ADS_1
"Saya juga tidak tahu Tuan." Jawab Alfred.
Astaga Nona Dhea, Anda mengirim pesan di waktu yang tidak tepat.
Gerutu Alfred dalam hati.
Karena Dave ingin tahu bantuan apa yang di butuhkan Dhea, Dave pun menekan tombol telepon yang ada di sudut kanan atas lalu mengaktifkan pengeras suaranya.
"Cepat tanyakan bantuan apa yang di perlukan! Awas saja kalau kalian bermain di belakang ku!" Ancam Dave seraya menyodorkan ponsel pada Alfred.
Alfred pun mengambil ponsel yang disodorkan Dave.
Panggilan pertama gagal. Dhea tak menjawab.
"Hubungi lagi!" Perintah Dave saat nada sambung berakhir.
Alfred pun kembali menghubungi Dhea.
Di panggilan ke dua ini, barulah Dhea menjawab teleponnya.
"Halo Tuan Alfred." Jawab Dhea dengan suara berbisik.
"Anda baik-baik saja Nona? Kenapa suara Anda berbisik?" Tanya Alfred.
"Saya tidak baik-baik saja Tuan. Saya sedang menghadapi masalah yang sangat genting." Jawab Dhea.
Rasa kesal dalam hati Dave menguar begitu saja mendengar Dhea mengatakan sedang dalam masalah genting. Yang ada di pikiran Dave saat ini Dhea sedang dalam bahaya. Rasa kesal pun berganti dengan rasa khawatir.
"Tanyakan padanya, dimana posisinya sekarang!" Perintah Dave pada Alfred dengan suara berbisik dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Alfred.
"Nona, bisa beritahu di mana posisi Anda sekarang?" Tanya Alfred.
"Saya ada Like A Latte Cafe And Coffee Shop, yang ada di Jalan Fortuna." Jawab Dhea.
"Kalau begitu tunggu disana, saya akan segera kesana." Ucap Alfred.
"Tapi Tuan.."
"Apa?"
__ADS_1
"Bisakah Anda datang sendiri? Dan jangan memberitahu Tuan Dave?" Tanya Dhea.
"Kenapa?" Tanya Alfred seraya melirik Dave yang sedang mengernyitkan keningnya.
Dhe... Masih lama di toilet?!
Samar-samar terdengar suara laki-laki di seberang telepon.
Mendengar suara laki-laki di tempat Dhea berada, Dave makin memperdalam kerutan keningnya.
Entah kenapa dada-nya bergemuruh hebat mendengar ada laki-laki di dekat Dhea.
Dave pun langsung mengambil ponsel dari tangan Alfred lalu menutup teleponnya dengan Dhea.
"Paman Axel, kita ke Jalan Fortuna." Perintah Dave pada supirnya.
"Baik Tuan." Jawab Paman Axel.
Alfred yang duduk di kursi penumpang di bagian depan langsung memutar tubuh-nya menghadap depan sambil matanya melirik Dave yang sedang mengetik di ponselnya. Yang Alfred yakini kalau sekarang Dave sedang mengirim pesan untuk Dhea.
Dan benar saja saat ini Dave memang sedang mengirim pesan untuk Dhea mengatasnamakan Alfred.
📱 Alfred : Baik Nona, saya akan datang kesana sendiri. Nona Dhea tunggu saja disitu.
Itulah pesan yang Dave kirim pada Dhea.
Awas saja kau! Belum melakukan tugas mu sebagai seorang istri, kau malah sudah berduaan dengan laki-laki lain!
Geram Dave dalam hati.
Nampaknya Tuan Dave sangat cemburu setelah mendengar suara laki-laki tadi. Apa sebentar lagi akan ada pertumpahan keringat di ranjang?
Gumam Alfred dalam hatinya saat melihat raut wajah kesal Dave dari kaca spion.
🍁🍁🍁
Bersambung...
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...