Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 29


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Oh iya, sepertinya ada sesuatu yang sangat penting, yang membuat mu jauh-jauh datang ke kota kecil ini. Benar kan?" Tanya Nyonya Dominique.


"Anda benar sekali Nyonya." Jawab Paman Harold.


Paman Harold menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan.


"Nyonya, besok putra Anda, akan melangsungkan pernikahan. Apa Anda tidak mau datang Nyonya, untuk mengantar putra tunggal Anda ke altar?" Tanya Paman Harold.


"Dave menikah?? Putra ku akan menikah?" Suara Nyonya Dominique bergetar, air mata pun berlinang begitu saja dari pelupuk mata Nyonya Dominique.


"Iya Nyonya, Tuan Dave akan menikah." Balas Paman Harold.


"Tapi bukannya kamu mengatakan kalau Dave tidak akan pernah menikah?" Tanya Nyonya Dominique.


Paman Harold menghela nafasnya kasar.


"Ini pernikahan kontrak Nyonya."


"Apa? Pernikahan kontrak? Bagaimana bisa Dave mempermainkan kesakralan suatu pernikahan?" Kaget Nyonya Dominique.

__ADS_1


Paman Harold pun menceritakan pada Nyonya Dominique alasan Dave memutuskan menikah kontrak dengan Dhea yang ia ketahui dari Alfred, putra-nya.


Mendengar cerita Paman Harold, Nyonya Dominique hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Dave ku yang malang. Ini semua salah Mama, karena sudah membiarkan kamu tumbuh dengan manusia seperti Papa mu. Seandainya saja aku punya keberanian melawan Victor, aku yakin Dave ku tidak akan tumbuh menjadi laki-laki yang seperti itu." Lirih Nyonya Dominique.


"Anda sudah melakukan yang terbaik Nyonya. Meski Anda tidak pernah ada disamping Tuan Dave, tapi Anda selalu memperhatikan dan menjaga Tuan Dave dari jauh. Dan saya yakin, pasti di setiap doa Anda, Anda selalu mendoakan hal yang terbaik untuk putra Anda. Terbukti sekarang Tuan Dave menjadi laki-laki yang sukses. Karena di balik suksesnya seorang anak ada doa Ibu yang mengantarnya." Jawab Paman Harold menguatkan.


"Jadi bagaimana Nyonya, apa Anda mau menghadiri pernikahan putra Anda? Mengantar putra Anda ke altar?" Tanya Paman Harold.


Nyonya Dominique menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ingin menghancurkan pernikahan anak ku. Aku tahu Dave sangat membenci ku karena aku lah dia membenci semua wanita, bukan karena sugesti yang di berikan Victor. Seandainya aku menemani pertumbuhan Dave, aku yakin apapun sugesti yang di berikan Victor tidak akan mempan untuk Dave. Dan aku tidak mau karena kehadiran ku itu, mood Dave menjadi buruk dan pernikahan berantakan. Meski ini hanya pernikahan kontrak, tapi aku berharap dengan Dave mengucapkan janji suci-nya di depan pemuka agama, hatinya akan melunak dan mengubah pernikahan ini menjadi pernikahan selama-nya." Jawab Nyonya Dominique.


"Harold, gantikan lah aku menjadi wali Dave. Aku mempercayai mu Harold. Aku mohon, ini terakhir kalinya aku meminta tolong pada mu. Setelah ini aku tidak akan meminta pertolongan apapun dari mu." Potong Nyonya Dominique.


"Nyonya, mau sampai kapan Anda bersembunyi seperti ini? Tuan Dave harus tahu kalau selama ini Anda tidak pernah meninggalkannya, Anda selalu memantau putra Anda dari kejauhan? Apa Anda tidak ingin meluruskan kesalahpahaman ini?"


"Tidak ada yang perlu di luruskan Harold, karena orang benar tidak perlu memberi klarifikasi apapun untuk membuktikan dirinya benar, hanya orang yang salah saja yang sibuk memberi klarifikasi sana-sini. Aku yakin, suatu saat Tuhan akan menunjukkan kebenarannya pada Dave." Balas Nyonya Dominique.


Nyonya Dominique terpaksa meninggalkan Dave bersama Papa-nya karena saat ini Nyonya Dominique tidak punya apa-apa untuk menghidupi Dave kecil, jangankan memberi makan, tempat tinggal saja pun saat itu Nyonya Dominique menumpang dengan saudara-nya karena orangtua Nyonya Dominique sudah meninggal.

__ADS_1


Tidak ingin hidup anak-nya luntang-lantung jika bersama dirinya, maka dari itu Nyonya Dominique pasrah saat Tuan Victor mengusir Nyonya Dominique tanpa membawa Dave. Dan berjanji dalam hatinya, jika suatu saat nanti kondisi keuangannya sudah mapan, Nyonya Dominique akan menjemput Dave.


Tapi sayangnya, Tuan Victor tidak pernah membiarkan Nyonya Dominique memiliki keuangan yang mapan. Semua usaha yang di lakukan Nyonya Dominique selalu di gagalkan oleh Tuan Victor karena Tuan Victor takut, jika Nyonya Dominique punya kehidupan mapan, Nyonya Dominique akan mengambil Dave dari dirinya.


Nyonya Dominique sebenarnya di usir oleh Tuan Victor, Papa Dave, tapi Papa Dave mengatakan pada Dave kalau Mama-nya lah yang ingin pergi dan meninggalkan mereka. Dave kecil yang tidak tahu apa-apa pun percaya dengan apa yang di katakan Papa-nya.


Bahkan setiap tahun, Nyonya Dominique selalu mengirimkan kado ulang tahun untuk Dave, tapi sayangnya kado itu disembunyikan oleh Tuan Victor, hingga membuat Dave berpikir kalau sang Mama sudah melupakannya dan itu lah yang tertanam dalam hati dan pikiran Dave hingga Dave dewasa.


Mendengar anak tunggalnya membencinya, hati Ibu mana yang tidak hancur, ingin sekali Nyonya Dominique mendatangi Dave dan menceritakan semua kebenarannya pada Dave tapi niatnya itu tertahan kala dirinya tak sengaja mendengar kata-kata Dave pada Paman Harold yang saat itu masih menjadi asisten Dave kalau Dave tidak ingin lagi melihat sang Mama dan menganggap sang Mama sudah meninggal.


Sakit hati, pasti. Tapi Nyonya Dominique hanya bisa menangis, karena ini semua bukan sepenuhnya salah Dave. Jika ada yang harus disalahkan, orangtua lah yang pantas disalahkan dan bertanggung jawab atas karakter anak mereka di saat dewasa.


Meski Dave membenci Nyonya Dominique, bukan berarti Dave memiliki kedekatan dengan Tuan Victor. Dave dan Tuan Victor tidak seperti Ayah dan Anak, tapi lebih seperti Atasan dan Bawahan. Tuan Victor membesarkan Dave bukan dengan kasih sayang. Tuan Victor membesarkan Dave dengan tuntutan-tuntutan.


...** FLASHBACK OFF **...


🍁🍁🍁


Bersambung...


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2