Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 25


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Tenang saja Tuan, yang akan memberikan treatmen pada Anda bukanlah wanita Tuan, tapi..." Alfred menggantung kata-katanya sambil menggelembungkan pipinya menahan tawa.


"Tapi apa?" Tanya Dave dengan tatapan curiga.


"Tapi-"l


KRIIIING...


Tiba-tiba telepon yang ada di meja kerja Dave berdering.


Dave pun mengangkat gagang telepon.


"Halo." Jawab Dave.


Ternyata yang menghubungi meja kerja Dave adalah resepsionis.


"Halo Tuan, orang-orang dari salon Beauty Aura sudah datang." Jawab resepsionis.


Dave melirik Alfred sesaat.


"Baik." Jawab Dave lalu menutup teleponnya.


"Kamu bilang satu jam lagi. Tapi kenapa orang salon sudah datang?" Tanya Dave.


"Benarkah? Mungkin treatmen yang di lakukan akan memakan waktu lama, makanya mereka mempercepat jadwal." Jawab Alfred yang juga tidak tahu kenapa orang salon lebih cepat datang.


"Dan kenapa kamu memakai salon dari luar? Bukan salon dari hotel?" Tanya Dave.


"Maaf Tuan, salon Beauty Aura salon khusus untuk memberikan treatment bagi pasangan yang akan menikah." Jawab Alfred.


"Memang apa bedanya dengan fasilitas salon yang ada di hotel kita?" Tanya Dave.


"Kalau salon di hotel kita hanya untuk creambath, body massage, Tuan." Jawab Alfred.

__ADS_1


"Apa bedanya!! Saya rasa semua salon sama saja!"


Alfred menghela nafasnya kasar.


Sudah lah percuma saja berdebat dengan Tuan Muda yang satu ini, dia tidak akan mengerti.


Dumel Alfred dalam hati.


Mendengar perdebatan Alfred dan Dave, Dhea yang masih kesal dengan Dave pun tiba-tiba berdiri dari duduknya.


"Jadi Anda mau di treatment atau tidak? Jangan membuang-buang waktu. Kalau mau, ya sudah ayo turun dan temui orang salon! Bukan malah protes! Seperti perempuan saja banyak protes!" Ucap Dhea dengan nada yang sedikit meninggi.


Mendengar Dhea memarahi bos-nya, Alfred sampai terbengong.


Sama dengan Alfred, Dave juga bengong mendengar Dhea marah-marah padanya.


Namun tak lama Dhea tersadar.


"Ma-af Tuan, saya bukan bermaksud memarahi Anda." Ucap Dhea tak enak hati.


"Mungkin karena saya sedang PMS sekarang makanya agak sedikit sensitif kalau mendengar orang berdebat. Sekali lagi saya minta maaf." Kata Dhea lagi.


Woaaah.. Anda sungguh berani Nona. Empat jempol untuk mu.


Puji Alfred dalam hati setelah Dhea keluar dari ruang kerja Dave.


"Al..." Panggil Dave dengan ekspresi wajah yang masih tercengang.


"Ya Tuan."


"Kosongkan jadwal ku. Suruh petugas salon menunggu ku di kamar ku." Ucap Dave.


"Baik Tuan." Jawab Alfred.


Alfred pun keluar dari ruang kerja Dave untuk menemui orang salon sekaligus mengantar orang yang akan memberikan treatmen pada Dave ke kamar pribadi Dave yang ada di hotel itu.

__ADS_1


Kamar yang hanya Dave tempati saat dirinya sangat merindukan sang Mama. Karena di kamar itu, Dave menyimpan barang-barangnya sewaktu kecil yang memiliki kenangan dengan sang Mama. Di kamar itu Dave bisa sepuasnya mengeluarkan sisi kesepiannya, titik terendahnya sebagai manusia yang tidak pernah orang lain ketahui, yang tidak pernah Dave tunjukkan pada siapapun. Termasuk pada almarhum Papa-nya.


Kembali pada Dave.


Mendengar suara pintu tertutup, Dave langsung menyandarkan punggungnya kasar ke sandaran kursi kebesarannya.


"Kenapa rasanya seperti baru kena marah Mama?" Lirih Dave seraya memegang dada-nya dimana saat ini jantungnya sedang berdegup sangat kencang.


Mendengar Dhea marah seperti tadi, entah kenapa Dave merasa senang bukannya emosi.


🍁🍁🍁


Meninggalkan Dave yang sedang terngiang-ngiang dengan amarah Dhea, di luar ruang kerja Dave ada Alfred yang melihat Dhea memukul-mukuli kepalanya sendiri di depan pintu lift.


"Ekhem.." dehem Alfred.


Sontak Dhea berhenti memukul kepalanya dan menoleh ke arah Alfred.


"Tuan, Tuan Dave tidak akan membatalkan kontrak pernikahannya kan? Mati aku kalau sampai Tuan Dave membatalkan kontrak pernikahannya. Uang darimana untuk mengembalikan uang yang sudah Tuan Dave keluarkan untuk keluarga ku!!"


Alfred tersenyum tipis.


"Tidak akan Nona, percayalah pada ku." Jawab Alfred.


"Apa Anda tahu Nona, Anda sungguh keren tadi." Puji Alfred seraya mengacungkan jempolnya ke arah Dhea.


Keren apanya!! Nyawa ku terancam sekarang!!


Keluh Dhea dalam hati.


"Sudah ayo, kita temui orang salon." Ajak Alfred lalu menekan tombol untuk membuka pintu lift.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...


__ADS_2