
🍁 Happy Reading 🍁
Para tamu undangan pun sudah berpulangan. Tinggal orangtua Dhea, Paman Harold beserta istri serta dokter Bryan dan pastinya ada juga Alfred yang ada tinggal di function room itu.
Dokter Bryan pun menghampiri Dave dan Dhea untuk memberi ucapan selamat sekali lagi dan sekaligus berpamitan.
"Tuan, Nona, selamat atas pernikahan kalian." Ucap dokter Bryan.
"Terimakasih dok." Hanya Dhea yang membalas sedangkan Dave hanya memasang wajah datar-nya.
Dokter Bryan tidak tersinggung dengan sikap Dave, karena dirinya sudah biasa melihat ekspresi Dave yang seperti itu.
"Tuan, ini ada kado pernikahan dari saya." Ucap dokter Bryan seraya menyerahkan papper bag yang di dalam-nya berisi sebuah kotak yang di bungkus dengan kertas kado.
Dave mengambil paper bag itu lalu mengintip isi di dalam-nya.
"Apa ini?" Tanya Dave.
Dokter Bryan mendekatkan wajah-nya ke telinga Dave.
"Itu vitamin untuk menghasilkan anak laki-laki." Bisik dokter Bryan.
"Benarkah?" Tanya Dave tak percaya.
Dokter Bryan mengangguk. Lalu mendekatkan wajah-nya lagi ke telinga Dave.
"Bahkan ada yang bisa menghasilkan anak kembar tiga dengan vitamin itu." Bisik dokter Bryan lagi.
"Benarkah?" Lagi dan lagi Dave tidak percaya.
"Iya Tuan. Coba lah kalau Anda tidak percaya."
"Berapa persen tingkat keberhasilannya?" Tanya Dave.
"Kalau untuk anak laki-laki sembilan puluh persen tapi kalau untuk anak kembar, hanya lima puluh persen." Jawab dokter Bryan kembali berbisik.
"Anda tidak sedang membohongi ku kan?"
__ADS_1
"Ya sudah kalau Tuan tidak percaya pada saya, sini biar saya bawa pulang lagi." Dokter Bryan pura-pura kesal. Padahal ia mengatakan itu agar Dave berhenti meragukannya.
"Baiklah, baiklah, saya percaya. Tapi awas saja kalau tidak berhasil. Akan ku mutasikan Anda ke hutan Amazone!" Ancam Dave.
"Ya sudah, kalau begitu saya pamit dulu Tuan. Jangan lupa nanti malam di minum." Ucap dokter Bryan.
Dokter Bryan pun berlalu dari hadapan Dave dan Dhea.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Dhea penasaran karena sejak tadi Dave dan dokter Bryan terus berbisik.
"Tidak ada. Hanya pembicaraan dokter dan pasiennya saja." Jawab Dave.
"Lalu, bingkisan apa yang di berikan dokter Bryan?" Tanya Dhea seraya melirik papper bag yang di pegang Dave.
"Vitamin." Jawab Dave.
"Oh.. Apa vitamin itu hanya untuk Anda? Apa aku tidak bisa meminum-nya?" Tanya Dhea.
Iya juga yah!! Kenapa aku tidak menanyakannya! Pasti akan lebih baik kalau kami berdua yang meminum-nya agar bisa cepat hamil. Hari ini tanam benih, besok benih-nya sudah berkecambah.
Pikir Dave dalam hati.
"Cih!! Kenapa tidak itu saja untuk kita berdua?"
"Aku tidak suka berbagi milik ku dengan orang lain!"
"Apa aku orang lain? Aku ini istri Anda sekarang Tuan!" Balas Dhea kesal.
"Hish!! Ya sudah, kamu boleh meminum-nya! Dasar wanita menyebalkan!" Geram Dave.
"Anda laki-laki stres!!" Balas Dhea.
Mata Dave membulat.
"Apa kamu bilang?!" Tanya Dave menggeram dan dengan tatapan mengintimidasi.
Untungnya orang tua Dhea segera datang menghampiri Dave dan Dhea, jadi setidaknya Dhea selamat dari tatapan tajam Dave.
__ADS_1
"Dhea, Dave, kami pulang dulu." Pamit Ibu Dini.
"Iya Bu, hati-hati. Besok Dhea dan suami Dhea ini akan datang kerumah." Jawab Dhea.
"Iya kan Sayang?" Kini Dhea beralih pada Dave sambil mencengkram lengan Dave.
"Iya. Besok kami akan datang kerumah kalian." Balas Dave.
Orangtua Dhea menggeleng-gelengkan kepalanya karena jawaban Dave yang tidak sopan.
"Dhe, tolong nanti kamu ajarkan suami mu ini untuk berbicara yang sopan pada kami. Suruh suami mu ini memanggil kami dengan panggilan yang benar." Ucap Ibu Dini menyindir Dave langsung di depan Dave.
"I-iya Bu." Jawab Dhea merasa tidak enak hati.
Ayah dan Ibu Dhea pun berlalu dari hadapan Dhea dan Dave lalu keluar dari ruangan resepsi itu.
Setelah orangtua Dhea, tak lama Paman Harold yang menghampiri Dhea dan Dave.
"Tuan, Nona, kalian sudah bisa kembali ke kamar kalian." Ucap Paman Harold.
"Apa maksud Paman? Bukankah kami berdua harus kembali ke Mansion?" Tanya Dave.
"Tidak mungkin kalian kembali ke Mansion sekarang Tuan. Banyak wartawan menunggu kalian di luar gedung. Jadi lebih baik untuk hari ini kalian berdua menginap di hotel ini." Ucap Paman Harold.
"Benarkah? Untuk apa wartawan mengepung hotel ku?"
"Ya untuk apalagi Tuan, kalau bukan untuk mencari berita tentang pernikahan Anda dan Nona Dhea." Jawab Paman Harold.
"Sepertinya ada tamu undangan yang mengabadikan acara ini dan mempostingnya ke sosial media." Kata Paman Harold lagi.
Dave menghela nafasnya kasar.
Ini semua gara-gara Alfred. Kalau saja Alfred tidak mengundang banyak tamu dan membuat peraturan untuk tamu undangan di larang mengabadikan acara pernikahan Dave dan Dhea pasti sekarang pernikahan Dave dan Dhea hari ini tidak akan di ketahui wartawan.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
...🙏🙏🙏...