Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 28


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Melorot kau handuk, melorot kau handuk.


Bisik sisi mesum Dave.


Ingat, Dave laki-laki normal yang masih memiliki hasrat dengan perempuan. Meski dirinya membuat jurang pemisah antara dirinya dan sosok perempuan, bukan berarti dia tidak pernah berfantasi liar dengan perempuan. Setiap menonton film dewasa, Dave selalu membayangkan kalau dirinya laki-laki yang sedang di tunggangi perempuan yang ada di dalam film itu.


"Aaarrrgh..." Teriak Dhea seraya melempar handuk kecil yang sedang Dhea pegang saat melihat Dave ada di dalam kamar-nya.


Dave pun tersadar dari fantasi liarnya yang sangat liar itu.


"Dasar mesum!! Kenapa Anda masuk ke sini?!" Bentak Dhea.


"Kenapa menyalahkan ku! Siapa suruh pintunya tidak di tutup rapat! Untung saja aku yang masuk! Kalau room service bagaimana!!" Balas Dave tak mau kalah.


"Tetap saja Anda tidak sopan masuk ke kamar wanita tanpa mengucapkan salam!" Balas Dhea.


"Kenapa aku harus mengucapkan salam? Aku kan calon suami mu!" Balas Dave.


"Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri! Ingat, besok kita sudah menjadi pasangan suami-istri!" Balas Dave.


"Hish!!!" Geram Dhea.


Dada-nya naik turun karena nafasnya yang memburu menahan emosi.


Ah, seandainya laki-laki sombong yang ada di hadapan Dhea sekarang bukanlah calon suaminya, sudah Dhea siram cairan pembersih kerak lantai ke seluruh tubuh laki-laki itu.


"Oh.. iya, apa asisten ku ada disini?" Tanya Dave seraya matanya berkeliling mencari keberadaan Alfred.


"Tidak ada! Untuk apa Tuan Alfred ada disini, ini kamar perempuan! Lagipula bukannya Tuan Alfred sejak tadi bersama Anda?"

__ADS_1


"Aku mengusirnya tadi!" Jawab Dave.


"Dan kau, jangan memanggilnya Tuan! Hanya aku yang boleh kamu panggil Tuan!" Ucap Dave tegas.


"Lalu aku harus memanggil-nya apa? Apa aku harus memanggil-nya Alfred.." balas Dhea ditambah dengan suara yang manja menggoda saat menyebut nama Alfred.


"Hish.. menjijikkan! Terserah kamu mau memanggilnya apa! Yang penting jangan memanggilnya Tuan, dia tidak sederajat dengan ku! Dia hanya asisten ku! Kamu paham!" Balas Dave.


Dhea hanya mencebikkan mulutnya seraya memutar bola matanya malas.


"Dan satu lagi.. " Dave tidak meneruskan kata-katanya dan hanya mengangkat empat jarinya ke udara, sebagai tanda kalau dirinya meminta anak kembar empat pada Dhea.


Setelah itu Dave pun keluar dari kamar VIP 204.


Meninggalkan Dhea yang masih bertanya-tanya apa arti empat jari yang Dave tunjukkan padanya.


"Apa kalian mengerti maksud empat jari yang di tunjukkan Tuan Dave?" Tanya Dhea pada beauty therapist-nya.


"Mungkin Tuan Dave ingin meminta empat ronde saat malam pertama kalian Nona." Jawab salah satu beauty therapist Dhea seraya tersenyum tipis.


Beauty therapist yang ada di kamar itu hanya terkekeh kecil mendengar celetukan Dhea.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari pernikahan Dave dan Dhea.


Dhea berada di ruangan tunggu, menunggu dirinya di panggil. Sedangkan Dave sudah berada di function room untuk menyambut tamu undangan bersama dengan kedua orang tua Dhea dan Paman Harold, Ayah Alfred yang tak lain dan tak bukan adalah mantan asisten Dave sebelum Alfred.


Atas permintaan seseorang, Paman Harold mengajukan diri pada Dave untuk menjadi wali Dave di hari nan sakral ini.

__ADS_1


...** FLASHBACK ON **...


Ting Tong Ting Tong.


Paman Harold menekan tombol sebuah apartemen kecil.


Ceklek.


Tak lama pintu itu terbuka.


"Harold." Dengan senyum sumringah-nya seorang wanita menyapa Paman Harold dari dalam unit apartemen.


"Selamat sore Nyonya Dominique." Balas Paman Harold dengan senyum tak kalah sumringah dari Nyonya Dominique.


"Silahkan masuk Harold." Ucap Nyonya Dominique seraya membuka pintu unit apartemennya lebar-lebar.


Paman Harold pun masuk ke dalam apartemen Nyonya Dominique.


"Sudah lama saya tidak kesini. Apa Anda baik-baik saja Nyonya? Bagaimana kesehatan Anda?" Tanya Paman Harold.


"Saya baik-baik saja Harold. Kamu sendiri, bagaimana kabar mu?" Tanya Nyonya Dominique.


"Saya juga baik-baik saja Nyonya. Sekarang saya sudah pensiun. Jadi sekarang saya menghabiskan hari-hari saya untuk membayar hutang waktu pada istri saya." Jawab Paman Harold.


"Kamu sungguh laki-laki yang sangat menyayangi keluarga. Istri dan anak-anak mu pasti bangga memiliki Ayah seperti mu." Balas Nyonya Dominique seraya tersenyum tipis.


Tapi tak bisa di bohongi, meski Nyonya Dominique tersenyum, tapi di guratan senyum bukan terpancar kebahagian, melainkan kesedihan dan kepedihan yang mendalam.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...


__ADS_2