Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 46


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"WHAAAT????? FROZEN!!!!"


Pekik Dhea saat dinding kamarnya di penuhi dengan karakter Elsa, Ana dan Olaf.


Dan yang lebih mencengangkan tidak ada karakter laki-laki di film Frozen itu yang ada hanya foto Dave.


"Apa dia pikir aku ini bocah!!" geram Dhea.


"Dan kenapa juga gambar karakter laki-lakinya diganti dengan foto dia semua? Dasar narsis!! Dia pikir wajahnya itu ganteng!!" Gerutu Dhea lagi.


"Eh.. tapi memang dia ganteng sih." cepat-cepat Dhea meralat kata-katanya.


"Sudah lah, terima saja, toh aku juga tidak selamanya tinggal dikamar ini." gumam Dhea lagi.


Dhea pun berjalan memasuki ruang ganti untuk menyusun pakaiannya.


"Oh... my God!!" Mata Dhea kembali tercengang kala melihat lemari yang ada di ruang ganti itu. Lagi dan lagi dia harus melihat karakter frozen di dalam ruang ganti, bukan hanya di dinding tapi lemarinya juga bergambar karakter frozen.


"Aakh.. aku mau gila!!" keluh Dhea sekali lagi.


🍁🍁🍁


Empat puluh lima menit kemudian.


Tok Tok Tok Tok


Pintu kamar Dhea terketuk.


Ceklek. Pintu kamar terbuka.


"Makan malam sudah siap, Nona." ucap Paman Felix.


"Baik Paman, sebentar lagi saya turun." jawab Dhea.


Setelah mengetuk pintu kamar Dhea, Paman Felix pun lanjut mengetuk pintu kamar Dave dan memberitahu Dave kalau makan malam telah siap.


Sama seperti Dhea, Dave meminta Paman Felix untuk turun ke bawah lebih dulu.


Tak lama setelah Paman Felix turun, Dave pun keluar dari dalam kamar dan bertepatan Dave keluar dari kamar, Dhea juga keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Mereka pun sama-sama berjalan menuju lift.


Didalam lift.


"Bagaimana dekor kamar mu? Bagus kan?" tanya Dave.


"Cih bagus apanya!! Anda pikir saya bocah lima tahun apa!!" jawab Dhea ketus.


"Bukankah anak perempuan menyukai itu?" balas Dave tanpa rasa berdosa.


"Itu anak perempuan, Tuan Dave yang terhormat! Saya ini wanita dewasa!" Geram Dhea.


TING. Pintu lift terbuka.


"Apa bedanya! Sama-sama perempuan kan!!" balas Dave tak mau kalah lalu keluar dari dalam lift.


"Huuuft.. terserah Anda lah Tuan!! Aku malas berdebat dengan Anda!" geram Dhea seraya mengikuti Dave dari belakang.


Mereka pun berjalan menuju ruang makan.


"Woooaah..." Dhea tercengang melihat ruang makan yang desain interiornya sangat mewah. Meja makan panjang dengan sepuluh kursi makan yang mewah bertengger di ruang makan itu. Dhea pun melihat ke langit-langit, dimana ada lampu gantung kristal menggantung disana.


Jiwa rakyat jelata Dhea meronta melihat desain dan perabotan yang ada di ruang makan itu.


"Saya sedang melihat interior ruang makan ini. Pasti Anda banyak mengeluarkan uang untuk mendesain ruangan ini." jawab Dhea.


"Ah.. tidak terlalu, tidak sampai lima miliar!" jawab Dave dengan entengnya lalu berjalan menuju kursi makan.


"Uhuuk... Uhuuk.." Dhea terbatuk mendengar jawaban Dave.


Apa dia bilang?! Tidak sampai lima miliar dia bilang tidak terlalu mahal!! Untuk keluarga ku, uang segitu sudah bisa di pakai untuk biaya hidup lima puluh tahun.


Gumam Dhea dalam hati.


Dhea pun berjalan menyusul Dave yang sudah duduk di kursi makan.


Setelah Dhea duduk di kursi makan, Paman Felix pun membuka penutup makanan yang ada meja makan.


Mata Dhea berbinar-binar melihat menu makanan yang ada di meja, ada dua menu yang berbahan daging dan dua menu yang berbahan sayuran.


Paman Felix lebih dulu melayani Dave, ia menyendokkan menu yang berbahan daging ke piring Dave. Tapi Paman Felix tidak menyendokkan sayur ke dalam piring Dave.

__ADS_1


Setelah melayani Dave, Paman Felix pun melayani Dhea. Paman Felix pun menyendokkan menu yang berbahan sayuran itu ke dalam piring Dhea, tapi tidak menyendokkan menu yang berbahan daging ke dalam piring Dhea.


"Maaf Paman, saya juga mau dagingnya." ucap Dhea.


"Maaf Nona, itu menu makanan yang harus Anda makan." jawab Paman Felix.


Sontak Dhea langsung menoleh ke arah Dave yang sedang memotong daging yang ada di piringnya.


"Tuan, apa maksudnya? Kenapa Anda makan daging sedangkan saya hanya makan sayur? Apa Anda ingin menyiksa saya?!" tanya Dhea tak senang dengan ketidakadilan menu makanan.


"Jangan banyak protes!! Kamu lupa yang dikatakan dokter Wilma, kalau kamu harus banyak makan sayur dan saya harus banyak makan daging agar bisa memliki anak laki-laki?!" jawab Dave.


"Iya.. tapi bukan berarti Anda memberikan saya hanya sayur!! Saya juga butuh protein Tuan." balas Dhea.


"Oh.." Dave hanya membulatkan mulutnya.


"Paman." Dave memanggil Paman Felix.


Paman Felix pun mendekati Dave.


"Iya Tuan."


"Buatkan telur rebus untuk istri saya." perintah Dave.


Mata Dhe membulat.


"Tuan!!" pekik Dhea.


"Kenapa? Kamu tidak mau?" tanya Dave.


"Kalau begitu tahu atau tempe rebus saja, Paman!" kata Dave lagi pada Paman Felix.


"Tuaaaan!!"


🍁🍁🍁


Bersambung...


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


...** Maaf yah Miss up satu dulu. Miss lagi kurang sehat ** ...


__ADS_2