Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 22


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Rumah orangtua Dhea.


Kini Dave dan Dhea sudah duduk di sofa yang berhadapan dengan orangtua Dhea.


"Apa tidak ada yang mau Anda katakan pada kami, anak muda?!" Tanya Ayah Dhea memulai percakapan.


"Memangnya apa yang harus aku katakan? Bukankah putri kalian sudah menjelaskannya pada kalian?" Jawab Dave dengan gaya sombongnya.


Mendengar jawaban Dave itu, Dhea langsung mencubit paha Dave.


"Aaakh.." Dave memekik dengan suara yang tertahan seraya menatap tajam Dhea


"Jawab yang sopan!!" Bisik Dhea.


Dave menghela nafasnya kasar.


Awas saja kau!! Akan ku minta anak kembar empat nanti!!


Geram Dave dalam hati.


"Saya ingin menikahi putri kalian." Ucap Dave.


Dhea menghela nafasnya panjang mendengar Dave yang sangat to the point.


Orangtua Dhea juga menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ketidak sopanan Dave.


Benar-benar minim sopan santun.


Percuma kaya raya kalau tidak punya sopan santun.


Apa orangtuanya tidak pernah mengajarkan sopan santun padanya?


Begitulah pikiran orangtua Dhea menilai Dave.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kalian berpacaran?" Tanya Ayah Dhea.


"Tiga tahun." Jawab Dave berbohong karena sebelumnya Dhea menyuruhnya berbicara seperti itu.


"Lalu apa alasan mu ingin menikahi putri saya?"


"Karena saya butuh keturunan." Jawab Dave.


Dhea kembali mencubit paha Dave.


Dave mengeraskan rahangnya menahan cubitan Dhea.


"Jadi Anda menikahi putri saya hanya untuk mendapatkan keturunan? Bukan karena Anda mencintai putri saya?" Terlihat wajah Ayah Doddy yang mulai emosi.


"Bukan kah alasan orang menikah memang untuk mendapatkan keturunan? Kalau menikah hanya karena alasan saling cinta, kenapa banyak orang yang meributkan keturunan saat mereka sudah menikah?" Jawab Dave.


"Dan saya adalah laki-laki yang sangat realistis, ketimbang mengagung-agungkan yang nama-nya cinta! Karena banyak pasangan yang katanya menikah berlandaskan cinta, tapi ujung-ujungnya bercerai karena perselingkuhan, kdrt, atau karena tidak bisa memberikan keturunan." Kata Dave lagi.


Ayah Doddy terdiam.


Benar yang di katakan Dave, pernikahan berlandaskan cinta tidak akan menjamin pernikahan itu berumur panjang.


"Sebelum saya memutuskan untuk menikahi Dhea, kami sudah memeriksakan kondisi kami, dan kami berdua sama-sama sehat." Jawab Dave.


"Jadi bagaimana, apa kalian mau datang ke acara pernikahan kami besok?" Tanya Dave.


"Apa??? Besok!!!" Teriak Ibu Dini kaget.


Karena Dhea tidak memberitahu kapan tanggal pernikahannya dengan Dave.


"Iya, besok. Kenapa? Ada yang salah?" Tanya Dave dengan wajah tak bersalah-nya.


"Hei anak muda! Anda baru hari ini memperkenalkan diri Anda pada kami, tapi dengan gampangnya Anda mengatakan besok akan menikah dengan putri kami? Apa Anda sedang bercanda?"


"Tidak. Saya serius. Sekarang function room hotel saya sedang di dekor untuk acara resepsi kami." Jawab Dave santai.

__ADS_1


"Anda punya hotel?"


"Iya. Memangnya Dhea tidak memberitahu apa pekerjaan saya?"


Orangtua Dhea kompak menggelengkan kepalanya.


Dave merogoh saku celananya untuk mengambil dompetnya lalu mengeluarkan kartu namanya dari dalam dompet.


"Ini. Saya pemilik hotel itu." Kata Dave dengan sombong-nya seraya memberikan kartu namanya.


Ayah Doddy mengambil kartu nama itu dari tangan Dave lalu membaca nama dan jabatan yang tertera di kartu nama.


Mata Ayah Doddy pun membulat saat melihat nama dan jabatan yang tertera.


"A-An-da Dave Wins-tone?" Tanya Ayah Doddy terbata-bata dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Dave.


"Pemilik Winstone Hotel?" Tanya Ayah Doddy lagi dan kembali di balas oleh Dave dengan anggukkan kepala.


Berbeda dengan Ayah Doddy yang mengetahui Winstone Hotel, Ibu Dini yang tidak mengenal Winstone Hotel dan tidak peduli dengan nama besar Winstone Hotel, langsung mengambil kartu nama itu dari tangan suami-nya lalu meletakkannya kasar di meja.


"Saya tidak peduli, mau Anda pemilik hotel atau pemilik pulau atau pemilik negara sekali pun!! Saya tidak setuju kalau kalian menikah besok, kecuali Anda membawa orangtua Anda untuk melamar putri saya secara resmi, bukan hanya mengantar barang hantaran yang membuat rumah ini menjadi semakin sempit!!" Ucap Ibu Dini tegas.


"Ibu..." Melihat Ibu-nya seperti itu, Dhea sudah ketakutan, Dhea takut kalau sampai Dave tersinggung dan membatalkan kontrak pernikahan mereka. Bisa-bisa Dave minta semua uangnya di kembalikan dan Ayah-nya di masukkan lagi ke dalam penjara.


"Diam kamu! Ibu melakukan ini untuk harga diri kamu juga! Jangan sampai laki-laki ini menikahi kamu tanpa restu dari orangtuanya, bisa-bisa kamu ditindas oleh orangtua laki-laki ini." Kata Ibu Dini pada Dhea.


"Saya tidak punya orangtua." Jawab Dave. Wajah sombongnya langsung berubah drastis.


Sontak Dhea menoleh ke arah Dave.


Dan melihat dengan jelas wajah sedih Dave. Meski Dhea bukan lah seorang psikolog, tapi Dhea bisa melihat dengan jelas sorot mata penuh kesedihan dan luka yang mendalam yang Dave sembunyikan di balik kesombongan dan kearoganan-nya.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...


__ADS_2