Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 58


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Ini, ambil lah." Ucap Dave sambil menyodorkan kartu hitam-nya pada Dhea.


Dhea pun mengambil kartu itu dari tangan Dave.


Awas saja kalau nanti sampai mansion dia minta kartunya di kembalikan!


Gerutu Dhea dalam hati.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Kamu tidak pa-pa kan kalau kembali ke kafe dengan teman-teman mu?" Pamit Dave seraya memasukkan kembali kartu-kartu yang tadi dia keluarkan ke dalam dompet.


"Iya tidak pa-pa." Jawab Dhea santai seraya meminum jus tamarillo yang tadi ia pesan.


Namun tak lama Dave merubah lagi kata-katanya. Dipikirannya, kalau Dhea kembali ke kafe bersama teman-temannya, ada kemungkinan besar Dhea akan berboncengan dengan Jeff, yang saat ini menjadi kandidat besar laki-laki yang hendak mendekati Dhea.


Tapi kalau dia mengantar Dhea kembali ke kafe, itu akan memakan waktu lebih lama karena kafe dan hotel berlawanan arah.


"Tapi sepertinya teman-teman mu naik motor. Jadi lebih baik kamu kembali ke kafe bersama Paman Axel, karena aku tidak mau kamu berpanas-panasan." Dave merubah kata-katanya.


"Tidak pa-pa Sayang, aku kan sudah biasa." Jawab Dhea sambil tersenyum paksa.


"No! Nanti kamu hitam! Kalau kamu hitam, anak-anak ku nanti juga akan hitam! Dan aku tidak mau anak-anak ku hitam!" Balas Dave.


Apa si gila ini tidak pernah belajar biologi?! Dari mana ceritanya anak bisa hitam kalau orangtuanya putih! Kalau pun aku hitam karena panas matahari, tetap saja anak yang akan ku lahirkan nanti putih!


Gerutu Dhea dalam hati.

__ADS_1


"Alfred."


"Ya Tuan."


"Hubungi supir hotel, katakan padanya untuk menjemput kita disini, biar Paman Axel mengantar istri ku ke kafe." Perintah Dave.


"Baik Tuan." Jawab Alfred.


"Paman, nanti Paman tidak usah kembali ke hotel. Setelah mengantar istri ku, Paman tunggui saja istri ku di kafe sampai pulang bekerja." Sekarang giliran Paman Alfred yang mendapat perintah.


"Siap Tuan." Jawab Paman Axel.


"Ya sudah, ayo kita pergi dari sini dan kembali bekerja." Ajak Keysia sang ketua tim, yang sejak tadi berubah menjadi pendiam.


Sejak kedatangan Dave dan Alfred, Keysia tiba-tiba menjadi pendiam, bahkan dia langsung memakai masker dan kacamata photocromic-nya.


Entah siapa dari dua orang itu yang sedang Keysia hindari.


Mereka semua pun berdiri dari tempat duduknya, termasuk Dhea, Dave dan Paman Axel tapi tidak dengan Alfred yang sedang menghubungi supir hotel. Alfred tetap duduk ditempatnya.


Dave mengantar Dhea sampai ke mobil.


"Ingat perjanjian kita, kalau kamu tidak boleh menjalin hubungan dengan laki-laki lain selama kita masih terikat kontrak pernikahan! Kamu paham!" Ucap Dave begitu Dhea masuk ke dalam mobil.


"Iya Tuan, saya paham." Jawab Dhea.


Dave pun hendak menutup pintu mobil, tapi tak sengaja matanya melihat sisa jus tamarillo di garis bibir atas-nya.

__ADS_1


Melihat itu Dave langsung refleks menarik dagu Dhea lalu menyeka sisa jus itu dengan jempolnya.


Sontak mata Dhea membulat lebar saat Dave menarik dagunya ditambah lagi saat Dave menyeka bibirnya, jantung Dhea makin tidak karuan.


Saat menyeka bibir Dhea, Dave seperti terhipnotis oleh bibir itu. Perlahan tapi pasti Dave memajukan wajahnya untuk mendekati bibir Dhea.


Dhea pun sama, dia seperti terhipnotis dengan wajah Dave yang sangat tampan. Dan saat wajah Dave mendekat, Dhea sama sekali tidak mengelak bahkan dia juga memajukan wajahnya.


Cup.


Bibir mereka pun saling bertemu.


Saat bibir sudah saling bertemu, Dave dan Dhea sama-sama menutup mata mereka sambil bibir mereka saling melu mat lembut.


Tidak ada Paman Axel di dalam mobil, karena Paman Axel izin ke toilet terlebih dulu.


Saat momen manis itu terjadi, tiba-tiba pintu mobil bagian kemudi terbuka. Mendengar suara pintu terbuka, refleks Dave dan Dhea melepas tautan bibir mereka.


"Ekhem.." dehem Dave.


"Ekhem.." dehem Dhea.


Seketika dua orang itu pun menjadi salah tingkah.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2