
🍁 Happy Reading 🍁
Malam harinya.
Kini Dave dan Dhea sudah berada di mansion Dave.
Para pelayan menyambut kedatangan Nona muda mereka dengan sangat ramah. Bagaimana tidak ramah, dari gosip yang disebarkan Alfred, Alfred mengatakan kalau hanya Dea la yang mampu menaklukan keroganan Dave. Dan itu sama saja kehadiran Dhea adalah angin segar untuk mereka. Karena pasti nanti Dhea akan meminta pada Dave untuk memperkerjakan pekerja wanita.
Dave dan Dhea berjalan menuju lift yang akan membawa merek ke lantai dimana kamar mereka berada. Dan pastinya mereka tidak akan tidur dalam satu kamar. Dave sudah memerintahkan Paman Felix untuk menyiapkan kamar untuk Dhea, bahkan bukan hanya kamar untuk Dhea, melainkan kamar untuk anak kembar yang selalu di khayal-khayalkan Dave.
Ting. Pintu lift terbuka.
Dave, Dhea dan Paman Felix pun keluar dari dalam lift.
"Paman, antar perempuan ini ke kamarnya." perintah Dave.
"Perempuan ini!! Perempuan ini!!! Aku ini istri mu!!" protes Dhea.
"Selagi kamu belum melakukan tugas mu, kita belum sah suami istri!!" balas Dave menyindir lalu berlalu meninggalkan Dhea dan Paman Felix yang masih berdiri di depan pintu lift.
"Sabar Nona, saya yakin sebentar lagi Tuan Dave lah yang merengek minta di panggil "Suami ku Sayang.." oleh Anda, Nona." ucap Paman Felix.
Dhea menggelengkan kepalanya geli membayangkan jika dirinya harus memanggil Dave dengan panggilan seperti itu.
"Oh... tidak, tidak, tidak!! Itu sangat menjijikkan Paman!!" balas Dhea dengan mimik wajah yang sangat geli.
Paman Felix hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah Dhea.
"Paman, jangan bergosip!! Cepat antar istri ku ke kamarnya!!" Teriak Dave dari depan pintu kamarnya karena melihat Dhea dan Paman Felix tak kunjung beranjak dari tempat mereka berdiri.
Lalu masuk ke dalam kamar.
BRAAK..
__ADS_1
Dan menutup pintu kamarnya keras.
Paman Felix kembali tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Dave.
Tadi tidak ingin mengakui Dhea sebagai istrinya jika Dhea belum melakukan tugasnya sebagai istri tapi giliran melihat Dhea nampak akrab dengan laki-laki lain, Dave langsung mengakui Dhea sebagai istrinya. Nampaknya Dave tidak senang Dhea akrab dengan Paman Felix yang sebenarnya lebih cocok menjadi Ayah Dhea.
"Mari Nona." Ucup Paman Felix lalu berjalan lebih dulu untuk menunjukkan pada Dhea dimana kamar Dhea.
"Ini kamar Anda, Nona." ucap Paman Felix sambil menunjuk pintu kamar Dhea dimana di depan pintu kamar ada tulisan yang sangat menggelikan buat Dhea.
DILARANG MASUK KE KAMAR INI KECUALI SUAMI DAN STAFF NONA MUDA.
"Apa-apaan ini!! Staff apa?!! Memangnya ini ruang kerja!!" protes Dhea.
Ini memang ruang kerja Anda dan Tuan Dave untuk membuat anak kalian, Nona.
Ingin sekali Paman Felix mengatakan itu pada Dhea tapi kalimat itu hanya bisa disimpan dalam hatinya, toh nanti Dhea akan tahu sendiri maksud kalimat itu.
Merasa geli dengan peringatan di depan pintu kamar-nya, Dhea pun hendak melepas peringatan itu dari pintu kamarnya, tapi Paman Felix langsung mencegahnya.
Dhea menghela nafasnya kasar.
Mau tak mau Dhea membiarkan tanda peringatan itu tetap menempel di pintu kamarnya.
"Lalu berapa kode pintu ini, Paman?!" tanya Dhea saat melihat handle pintu kamarnya memakai kode pin.
"Tanggal ulang tahun Tuan Dave, Nona." jawab Paman Felix.
"Ini kan kamar ku, kenapa tanggal ulang tahunnya yang menjadi kode pin?! Harusnya kan tanggal ulang tahun ku yang menjadi kode pin!!" lagi dan lagi Dhea melayangkan protesnya.
"Mungkin karena Tuan Dave tidak tahu tanggal ulang tahun, Anda Nona." jawab Paman Felix.
Dhea mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
Bisa jadi.
Pikir Dhea.
"Ya sudah, berapa tanggal ulang tahun Tuan Arogan itu!" tanya Dhea.
Paman Felix pun memberitahu tanggal ulang tahun Dave pada Dhea.
Ceklek. Pintu pun terbuka.
"Silahkan masuk, Nona. Ini barang Anda." ucap Paman Felix seraya memberikan koper milik Dhea.
"Paman tidak mau mengantar ku sampai dalam kamar? Manatau saja ada benda-benda di dalam kamar yang tidak aku tahui cara pakainya." balas Dhea.
Paman Felix menggelengkan kepalanya lalu menunjuk tanda peringatan yang ada di depan pintu.
"Kalau ada yang ingin Anda tanyakan, tanyakan saja pada suami atau staff Anda, tapi karena saat ini Anda belum memiliki staff, jadi silahkan Nona Dhea tanya langsung pada suami Nona Dhea." ucap Paman Felix.
"Saya permisi dulu Nona, saya harus menyiapkan makan malam untuk Anda dan Tuan Dave." Pamit Paman Felix.
Paman Felix pun undur diri dari hadapan Dhea. Setelah Paman Felix pergi, Dhea pun masuk ke dalam kamarnya.
Mata Dhea membulat sempurna saat melihat dekorasi kamarnya.
"WHAAAT????? FROZEN!!!!"
Pekik Dhea saat dinding kamarnya di penuhi dengan karakter Elsa, Ana dan Olaf.
Dan yang lebih mencengangkan tidak ada karakter laki-laki di film Frozen itu yang ada hanya foto Dave.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
...🙏🙏🙏...