
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah mencium tangan Dave, Dhea pun langsung berjalan menuju lift meninggalkan Dave yang sedang termangu di tempatnya.
Perasaan apa ini? Kenapa hati ku begitu hangat saat dia mencium tangan ku?
Gumam Dave dalam hati.
Sambil memegang dada-nya, Dave pun berjalan menuju kamarnya.
🍁🍁🍁
Ruang makan.
Kini Dhea sudah berada di depan pintu ruang makan.
Sebelum membuka pintu ruang makan itu, Dhea menarik nafasnya dalam-dalam sambil berdoa dalam hati berharap pagi ini sarapannya tidak berbahan sayur.
Semoga saja pagi ini sarapannya nasi goreng atau spaghetti atau sandwich kalau memang harus ada sayur.
Doa Dhea dalam hati.
Setelah berdoa, Dhea pun membuka pintu ruang makan.
"Oh.. Tuan Alfred, Anda ada disini?" Kaget Dhea saat melihat asisten suaminya itu di ruang makan.
"Ssssttt..." Alfred langsung menyuruh Dhea diam dengan menempelkan jari telunjuknya.
Dhea pun diam lalu meneruskan langkahnya mendekati meja makan.
"Mana Tuan Dave?" Tanya Alfred dengan suara yang berbisik.
"Tadi baru selesai berolahraga. Dan mungkin sekarang sedang mandi." Jawab Dhea dengan suara yang berbisik juga.
Alfred pun menghela nafasnya panjang.
"Ngomong-ngomong Anda mau kemana Nona?" Tanya Alfred karena melihat Dhea yang sudah rapih.
"Mau berangkat kerja. Hari ini hari pertama saya bekerja." Jawab Dhea dengan senyum yang merekah dan mata yang berbinar.
__ADS_1
"Oh.." balas Alfred sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya sudah kalau begitu silahkan menikmati sarapan Anda, Nona. Saya kebelakang dulu. Takut tiba-tiba Tuan Dave datang." Pamit Alfred.
"Oh.. iya, jangan bilang-bilang Tuan Dave kalau saya sudah datang yah." Ucap Alfred lagi sebelum meninggalkan ruang makan itu.
Setelah Alfred pergi, barulah Dhea duduk di kursi makan.
Tak lama Paman Felix pun datang dengan membawa satu piring yang ditutupi penutup makanan.
"Selamat pagi Nona, maaf kami terlambat menyiapkan sarapan. Karena kami pikir Nona Dhea dan Tuan Dave akan turun bersama." Ucap Paman Felix seraya meletakkan piring yang ia bawa di hadapan Dhea.
"Tidak pa-pa Paman, ini salah saya karena saya tidak memberitahu Paman kalau hari ini saya mulai bekerja." Jawab Dhea.
Paman Felix pun membuka penutup makanan.
Mata Dhea langsung berbinar kala melihat satu burger dengan ukuran jumbo. Dimana isian roti burger ada satu keping tebal yang ia yakini itu adalah daging dan selada, tomat serta lembaran keju yang bertumpuk.
Benar-benar menggugah selera Dhea.
"Woaaah.. apa ini yang dinamakan doa orang tertindas langsung di kabulkan?" Lirih Dhea pelan namun masih bisa di dengar Paman Felix.
"Nanti saya yang tambahkan sendiri Paman." Jawab Dhea.
Berhubung Dhea sekarang tinggal di rumah sultan, makan burger tidak boleh memakai tangan. Ia menggunakan garpu dan pisau makan untuk memotong burger.
Sebelum memotong burger itu menjadi potongan kecil, terlebih dulu Dhea menambahkan saos sambal dan mayonaise ke dalam tumpukan isian burger, setelah itu barulah Dhea memotong kecil burger itu.
Potongan kecil itu pun masuk ke dalam mulut Dhea.
Namun raut wajah Dhea yang tadinya berbinar, langsung berubah menjadi masam saat ia mulai mengunyah.
"HUUUWAAAA.... ini bukan daging!!! Ini tempe!!!"
🍁🍁🍁
Kafe.
Kini Dhea sudah berada di kafe tempatnya bekerja.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, di dalam mobil Dhea terus merengut.
Bagaimana tidak merengut kalau kepingan tebal yang ia kira daging ternyata tempe.
"Aku pikir menikah dengan orang kaya itu setiap hari akan makan enak!! Ternyata aku hanya di kasih makan sayur, tahu, tempe! Kalau begitu apa bedanya dengan makanan di rumah orangtua ku!" Gerutu Dhea seraya berjalan menuju pintu kafe.
BRUUUKK..
Karena berjalan sambil menggerutu, Dhea sampai menabrak pintu kaca kafe yang belum beroperasi itu karena masih dalam tahap renovasi.
"Auw.. sakit!" Ringis Dhea seraya mengusap keningnya.
"Anda tidak kenapa-kenapa Nona?" Tanya seorang laki-laki yang tak sengaja melihat Dhea menabrak pintu. Tadinya laki-laki itu hendak membuang sampah, namun karena melihat Dhea menabrak pintu kaca laki-laki itu meletakkan sampahnya lalu menghampiri Dhea.
"Tidak pa-pa. Hanya sedikit sakit saja." Jawab Dhea.
"Apa Anda ingin ke kafe ini? Maaf Nona, kafe ini belum beroperasi karena sedang tahap renovasi. Mungkin sekitar satu atau dua bulan lagi baru akan beroperasi." Tanya laki-laki itu.
Dhea menggelengkan kepalanya.
"Ah.. iya saya memang mau ke kafe ini tapi bukan sebagi pengunjung tapi sebagai desain interior kafe ini." Jawab Dhea.
"Oh.. apa Anda Nona Keysia?" Tanya laki-laki itu.
Dhea menggelengkan kepalanya.
"Bukan, saya anggota-nya Kak Keysia." Jawab Dhea.
"Oh.. kalau begitu mari masuk. Masuknya dari pintu belakang." Ucap laki-laki itu.
Cepat-cepat laki-laki itu membuang sampahnya terlebih dulu baru membawa Dhea masuk ke kafe dari pintu belakang.
🍁🍁🍁
Bersambung...
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
...🙏🙏🙏...
__ADS_1