
🍁 Happy Reading 🍁
Like A Latte Cafe And Coffee Shop.
Kini mobil yang dikendarai Paman Axel sudah berada di parkiran kafe tempat Dhea berada.
"Apa Paman yakin ini kafe-nya?" tanya Dave.
"Iya Tuan, tadi saya mengantar Nona Dhea ketempat itu." jawab Paman Axel.
Dave pun melepaskan jas dan dasinya lalu membuka kancing teratas kemejanya lalu menggulung lengan bajunya sampai sebatas siku, kemudian memakai kaca mata hitamnya.
"Bagaimana penampilan ku? Apa aku sudah kelihatan seperti anak muda seumuran Dhea?" Dave meminta pendapat Alfred.
Bukannya menjawab, Alfred malah ternganga.
Siapa yang tidak kaget mendengar pertanyaan Dave, seorang CEO yang selalu menjaga image-nya dan selalu ingin terlihat berwibawa agar terlihat seperti laki-laki high class, sekarang malah ingin terlihat seperti anak muda yang baru merintis karir.
"Hei!! Apa kau tuli! Bagaimana penampilan ku?" tanya Dave sekali lagi dengan nada sedikit meninggi.
"Ah.. iya Tuan, Anda sudah terlihat seperti anak muda seumuran Nona Dhea." jawab Alfred.
"Ya sudah, ayo kita turun." ucap Dave.
Alfred dan Paman Axel pun turun dari dalam mobil terlebih dulu, setelah Paman Axel membukakan pintu mobil untuk Dave, barulah Dave turun dengan gaya cool nya.
Didalam kafe.
"Mobil siapa itu?" celetuk Glody saat melihat mobil Alphard putih terparkir diparkiran kafe.
Sontak semua mata tertuju ke arah parkiran.
Mata Dhea berbinar seketika karena ia mengenali mobil Alphard itu.
__ADS_1
Yes... penyelamat ku sudah datang.
Gumam Dhea dalam hati. Ia senang karena Alfred benar-benar datang, ia sama sekali tidak berpikir kalau ada Dave di dalam mobi. Dhea pikir Alfred hanya datang dengan Paman Axel.
Senyum manis pun merekah di pipi Dhea saat Alfred keluar dari dalam mobil bersamaan dengan Paman Axel. Namun selang beberapa detik senyum yang merekah di pipi Dhea itu sirna begitu saja saat melihat Paman Axel membuka pintu mobil bagian belakang.
Mati aku!! Apa Tuan Dave juga ikut?!
Gumam Dhea dalam hati, sekarang jantungnya berdebar sangat kencang.
Dan saat melihat Dave keluar dari dalam mobil dengan gaya sok cool nya, menurut Dhea. Tubuh Dhea melemas seketika.
Gagal makan daging aku hari ini!
Keluh Dhea dalam hati.
Berbeda dengan Dhea yang lemas melihat suaminya sendiri, teman-teman Dhea malah terlihat excited saat mengetahui yang turun dari dalam mobil adalah pemilik Winstone Hotel yang tak lain dan tak bukan adalah suami Dhea.
"Cie..yang di datangi suami." goda Vivian sambil menyenggol lengan Dhea.
"Pasti suami kamu takut kalau kamu kecapean, makanya dia mau mastiin kalau kamu disini di kasih kerjaan yang ringan-ringan aja." timpal Jane.
Lagi dan lagi, Dhea hanya membalas dengan senyuman kecut.
Kenapa Tuan Alfred membawa manusia itu sih kesini!! Awas saja kamu Tuan Alfred, ku balas kamu nanti!
Gerutu Dhea dalam hati.
Tok.. Tok.. Tok..
Terlihat Alfred mengetuk pintu kaca kafe. Maklum saja Alfred tidak tahu kalau masuk dari pintu belakang.
"Jeff, cepat buka pintunya, ada orang penting mau masuk!" ucap Adam.
__ADS_1
Cepat-cepat Jeff berjalan menuju pintu depan dan membuka pintu itu.
"Kenapa pintunya di kunci? Apa kalian sedang melakukan perbuatan ilegal yang melanggar hukum?!" protes Dave kesal.
"Maaf Tuan, kafe ini sedang tahap renovasi, makanya pintu depannya di kunci. Lagi pula tidak mungkin kami melakukan perbuatan ilegal yang melanggar hukum kalau kami berada di ruangan yang sekelilingnya dinding kaca. Ya pasti orang bisa melihat dari luar lah Tuan." jawab Jeff yang tak terima dengan tuduhan Dave.
Dave melirik ke kanan dan kiri.
Iya juga yah.
Gumam Dave dalam hati saat melihat dinding kafe yang terbuat dari dinding kaca. Hanya bagian belakang saja yang berdinding tembok.
Tak lama mata Dave melihat ke arah Dhea yang sedang menunduk. Ia benar-benar malu dengan pertanyaan Dave tadi.
"Istri ku, apa kamu tidak ingin menyambut kedatangan suami mu ini?" tanya Dave.
Dhea menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan sambil mendongakkan wajahnya.
Kemudian berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Dave dengan senyum sumringah.
Sesampainya di dekat Dave, Dhea langsung memeluk Dave.
"Akh.. suamiku sayang, kenapa tidak bilang-bilang mau datang kesini. Aku kan jadi syok." ucap Dhea dalam pelukan Dave.
"Kamu cari mati yah?! Lepas!!" balas Dave berbisik tapi matanya mengarah ke arah teman-teman Dhea yang sedang memperhatikan mereka.
Sedangkan di belakang Dave dan ada Alfred yang tercengang dengan ulah Dhea.
Omo...omo.. omo... Anda benar-benar berani Nona Dhea.
Ucap Alfred dalam hatinya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...