Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 55


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Restoran Hot Grill


Kini mobil yang membawa Dhea dan Dave sudah berada di parkiran restoran Hot Grill.


"Makanan di restoran ini bukannya daging semua?" celetuk Dave begitu turun dari mobil.


Dari tadi dia mikirnya apa?


Gerutu Dhea dalam hatinya.


Dave menoleh ke arah Dhea.


"Hei!!! Ini restoran daging kan?" tanya Dave pada Dhea dan hanya di balas dengan anggukkan kepala sambil menunduk.


"Kenapa tidak bilang dari tadi? Pasti kualitas daging disini yang paling rendah!!"


Dasar sombong!! Kau tidak akan mati hanya karena makan daging dengan kualitas rendah! Paling hanya cacingan sedikit!


Gerutu Dhea dalam hati.


"Tuan, tidak ada yang menyuruh Anda untuk ikut! Kan Anda sendiri yang mau kesini." balas Dhea.


Dave menghela nafasnya kasar.


"Ya sudah lah, ayo!" mau tak mau Dave pun melanjutkan langkahnya berjalan memasuki restoran.


Dhea menggeleng-gelengkan kepalanya begitu Dave berlalu dari hadapannya.


"Maklumi saja Nona, Tuan Dave memang orang yang sangat selektif." bisik Alfred.


"Cih!!! Selektif!! Kita lihat saja, suatu saat nanti akan ku buat dia makan bakso di abang-abang pinggir jalan!" gerutu Dhea pelan namun masih bisa di dengar oleh Alfred.


"Saya sangat menantikan saat-saat itu Nona pasti sangat lucu." balas Alfred.


Dhea pun melanjutkan langkahnya menyusul Dave yang sudah hampir sampai di depan pintu restoran.


"Selamat datang di restoran kami Tuan, Nona." sapa pelayan saat Dave dan Dhea sudah berada di depan pintu restoran.


Bukannya menjawab sapaan si pelayan Dave malah mengelilingkan matanya memperhatikan sekeliling restoran. Mau tak mau Dhea yang menjawab sapaan si pelayan itu.

__ADS_1


"Lumayan bersih."


Komentar Dave.


Mendengar itu Dhea langsung menyikut lengan Dave.


"Silahkan duduk Tuan, Nona." ucap pelayan itu ramah.


"Apa bisa tiga meja di jadikan satu? soalnya masih ada sepuluh orang lagi yang mau datang." pinta Dhea.


"Oh.. bisa Nona, tunggu sebentar, saya siapkan mejanya." jawab si pelayan itu.


Pelayan itu pun hendak melangkah menyiapkan meja untuk rombongan Dhea, namun baru satu langkah Dave sudah menghentikan langkah pelayan itu.


"Tunggu sebentar!!"


Sontak pelayan itu menghentikan langkanya lalu memutar tubuhnya menghadap Dave Dave.


"Iya Tuan."


"Apa disini tidak ada private room?" tanya Dave.


"Maaf Tuan, tidak ada." jawab pelayan itu.


"Ya sudah kalau begitu, usir orang-orang itu dan saya booking satu restoran ini sampai kami selesai makan." ucap Dave sambil menunjuk beberapa pengunjung yang ada di restoran itu.


"Haaaaah!!!" Dhea dan pelayan itu menganga kaget dengan kata-kata Dave.


Tapi tidak dengan Alfred, dia malah menghela nafasnya kasar.


Huuuft!!! kerjaan lagi!!


Gerutu Alfred dalam hati.


"Ta-tapi Tuan mereka kan sedang makan." jawab si pelayan.


"Saya tidak peduli, katakan pada pemilik restoran ini kalau Dave Winstone ingin memboking restoran ini selama dua jam." balas Dave.


"Ba-baik Tuan" jawab si pelayan itu.


"Alfred urus!" perintah Dave pada asistennya.

__ADS_1


Tuh kan!!


Dumel Alfred.


Mau tak mau Alfred pun mengikuti si pelayan untuk berbicara pada pemilik restoran.


🍁🍁🍁


Restoran pun berhasil di boking Dave selama dua jam.


Jadi teman-teman Dhea bisa duduk di meja mereka masing-masing dan tak perlu menyatukan tiga meja untuk mereka pakai makan.


Pelayan pun datang membawa bahan makanan untuk di grill ke meja Dave dan Dhea.


Setelah meletakkan dua nampan yang berisi bahan-bahan makanan itu, si pelayan itu pun pergi.


Dhea pun membuka tudung saji yang menutupi bahan-bahan makanan itu.


Mata Dave membulat lebar.


"Kenapa isinya makan-makanan frozen food?" protes Dave dengan suara yang sedikit keras.


"Pelankan suara Anda Tuan, teman-teman ku memperhatikan kita sekarang.


"Alfred panggil pelayan kesini, aku ingin protes!!"


"Jangan Alfred!! Jangan buat malu disini!" cegah Dhea.


"Kenapa harus malu? wajar kan kalau seorang konsumen merasa keberatan dengan makanan yang tidak sesuai ekspektasi!" balas Dave.


"Tidak sesuai ekspektasi bagaimana sih Tuan!! Anda tidak lihat kalau satu paket ukuran kecil saja hanya seratus ribu, yang sedang dua ratus ribu, dan yang besar tiga ratus ribu. Terus Anda mau semuanya daging?" Dhea membalikkan kata-kata Dave.


"Sudah makan saja, atau aku buat Anda malu lagi seperti di kafe tadi!!" Ancam Dhea.


"Kau!!" Dave menggeram.


"Apa?!" balas Dhea sambil melotot seperti menantang Dave.


"Awas saja kau yah!!!" geram Dave.


Karena Dave takut Dhea mempermalukannya seperti di kafe tadi, mau tak mau Dave pun harus makan makanan yang sebenarnya sangat ia pantang dari dulu. Makanan frozen food dan daging kualitas rendah.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Bersambung...


__ADS_2