Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 39


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Dave menghela nafasnya kasar.


Ini semua gara-gara Alfred. Kalau saja Alfred tidak mengundang banyak tamu dan membuat peraturan untuk tamu undangan di larang mengabadikan acara pernikahan Dave dan Dhea pasti sekarang pernikahan Dave dan Dhea hari ini tidak akan di ketahui wartawan.


Mau tak mau Dave mengikuti saran Paman Harold ketimbang harus meladeni para wartawan.


"Ayo." Dave mengajak Dhea untuk pergi dari ruang resepsi itu.


Melihat Dave pergi, Paman Harold, Paman Felix dan Alfred saling mengacungkan jempol mereka, seolah ingin mengatakan "semua berjalan lancar."


Karena sebenarnya Alfred lah yang memposting pernikahan Dave dan Dhea ke media sosial dengan akun palsu. Baru lima menit di posting wartawan pun langsung heboh menanyakan kebenarannya direct message. Alfred tak menjawab dengan gamblang dan hanya menyuruh para wartawan untuk datang ke Winstone Hotel.


Tujuannya apalagi, kalau bukan untuk membuat Dave dan Dhea terkurung di hotel dan melakukan malam pertama dengan baik dan benar. Karena kalau di Mansion, pasti Dave menyuruh Dhea untuk tidur di kamar lain menunggu sampai Dave memiliki keberanian untuk melakukan tugasnya sebagai seorang suami.


🍁🍁🍁


Ting. Pintu lift yang membawa Dave dan Dhea di lantai unit kamar pribadi Dave pun terbuka.


Dave dan Dhea pun keluar dari dalam lift.


"Bersiaplah, aku akan mendatangi kamar mu!" Ucap Dave tanpa basa-basi lalu masuk ke dalam kamar VIP 203, sedangkan Dhea berjalan menuju kamar yang ada disebelahnya.


Namun saat Dhea mencoba membuka pintu itu dengan kartu, kartu yang di pegang Dhea itu di tolak.


"Kok tidak mau? Apa Tuan stress itu salah memberikan kunci padaku? Tapi tulisannya disini 204." Gumam Dhea.


Dhea mencoba sekali lagi, tapi tetap saja tidak mau.


Mau tak mau Dhea bergeser ke kamar 203, kamar Dave.


Ting Tong Ting Tong.

__ADS_1


Dhea menekan bel pintu kamar.


Di dalam kamar 203.


Sebelum Dhea menekan bel pintu kamar 203


Begitu masuk ke dala kamar, Dave yang sebenarnya sedang gugup langsung berjalan ke ruang tidurnya dan berjalan mondar-mandir di depan ranjang.


"Bodoh!! Kenapa aku mengatakan itu tadi!! Harusnya aku tunggu sampai aku siap dulu! Sekarang aku harus bagaimana? Apa aku harus melakukan hal itu malam ini juga?" Monolog Dave.


Kemudian Dave berdiri di depan cermin panjang yang memantulkan keseluruhan tubuh-nya.


"Ayo Dave kamu bisa. Kamu laki-laki normal! Nanti matikan lampu kamar, lalu bayangkan kamu sedang bercinta dengan aktris film dewasa idola laki-laki sejagat raya." Gumam Dave mengafirmasi dirinya sendiri.


"Ayo Dave semangat!! Demi mendapat keturunan!" Kata Dave lagi.


Tiba-tiba bel berbunyi.


Dave mengernyitkan keningnya.


Dave pun berjalan menuju pintu.


Ceklek. Lalu membuka pintu kamar.


"Ada apa?" Tanya Dave.


"Kenapa kartu ini tidak bisa di pakai untuk membuka pintu kamar itu?" Tanya Dhea.


"Benarkah?" Dave mengambil kartu itu dari tangan Dhea lalu berjalan menuju kamar 204.


Kemudian mencoba membuka pintu dengan kunci itu.


Benar saja, kartu itu di tolak.

__ADS_1


"Kenapa bisa? Apa pintu ini rusak?" Gumam Dave.


Dave pun merogoh saku celananya lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Alfred.


Tuuut... Tuuuut... Tuuut..


Sampai nada sambung berakhir, Alfred tak kunjung menjawab panggilan Dave.


Dave pun menghubungi Paman Harold.


Dan untungnya Paman Harold menjawab panggilan Dave.


"Halo Tuan, ada apa?" Tanya Paman Harold.


"Paman kenapa kartu kamar 204 tidak bisa berfungsi? Apa pintu kamar-nya rusak atau kartu-nya yang rusak?" Tanya Dave.


"Tunggu sebentar Tuan, saya akan menyuruh petugas ke atas. Anda dan Nona Dhea jangan turun ke bawah, karena wartawan berhasil masuk ke dalam hotel. Dan kalau bisa Nona Dhea Anda bawa dulu ke kamar Anda, siapa tahu saja ada wartawan yang berhasil menyusup sampai ke lantai unit kamar Anda." Jawab Paman Harold.


"Benarkah? Baik Paman." Balas Dave panik.


"Ada apa?" Tanya Dhea penasaran.


"Wartawan berhasil menerobos masuk ke dalam hotel. Untuk sementara, sampai petugas datang memperbaiki pintu kamar sebelah, kamu boleh bersembunyi di kamar ku." Jawab Dave.


Kenapa kesannya kita sedang bersembunyi dari serangan zombie???


Gumam Dhea dalam hati.


🍁🍁🍁


Bersambung...


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2