Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 43


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Ting.


Pintu lift terbuka.


Dhea pun keluar hendak mencari Alfred di ruang resepsi tadi. Namun belum juga dirinya sampai di ruang resepsi ternyata Alfred sudah melihat Dhea lebih dulu.


"Nona Dhea." panggil Alfred.


Sontak Dhea pun menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.


"Tuan Alfred." lirih Dhea saat melihat Alfred. Dhea pun berjalan menghampiri Alfred, begitupun Alfred yang juga berjalan mendekati Dhea.


"Kenapa turun, Nona?" tanya Alfred.


"Tuan, bahaya!!! Bahaya,Tuan!!" ucap Dhea.


"Bahaya apa, Nona?!" tanya Alfred yang masih belum paham.


"Tuan Dave, Tuan." balas Dhea.


"Tuan Dave kenapa?" tanya Alfred lagi.


"Tuan Dave berubah menjadi zombie!!"


"Haaah!!!! Zombie!!!" kaget Alfred seraya melototkan matanya.


"Maksud Nona Dhea berubah menjadi zombie bagaimana?" tanya Alfred


"Tadi sehabis meminum obat yang diberikan dokter Bryan, Tuan Dave langsung berubah menjadi zombie,Tuan." jawab Dhea.


Kenapa Tuan Dave berubah menjadi zombie? Seharusnya kan berubah menjadi ksatria baja hitam.

__ADS_1


Apa dokter Bryan salah memberikan obat?


Gumam Alfred dalam hati.


"Kalau boleh tahu bagaimana reaksi Tuan Dave setelah meminum obat itu?!" tanya Alfred.


"Saya tidak tau bagaimana reaksi Tuan Dave setelah meminum obat itu, karena saya hanya melihat Tuan Dave saat sudah di kamar mandi. Tuan Dave duduk di dalam bilik mandi dan dibawah guyuran air shower." jawab Dhea.


"Saat saya mau mendekat, Tuan Dave malah marah-marah?!" lanjut Dhea lagi.


Dasar laki-laki keras kepala!! Sudah disiapkan daging segar dan tinggal mengeksekusi saja tapi masih jual mahal!!!


Gerutu Alfred dalam hati.


"Tuan tahu obat apa yang ternyata diberikan dokter Bryan itu?" tanya Dhea.


Alfred menggelengkan kepalanya, ia pura-pura tidak tahu.


"Yang diberikan dokter Bryan itu obat perangsang" jawab Dhea berbisik.


"Kalau begitu kenapa Nona Dhea turun? Harusnya Nona Dhea tetap berada diatas dan membantu menenangkan hasrat Tuan Dave, bukan malah turun!!!" omel Alfred.


Dhea menggelengkan kepalanya.


"Masalahnya saya sedang datang bulan, Tuan!! Bagaimana saya bisa membantu menenangkan hasrat Tuan Dave?!" jawab Dhea.


Sial!!! Salah perhitungan!!!


Gerutu Alfred dalam hati.


"Jadi Anda saja yang membantu Tuan Dave." ucap Dhea.


Mata Alfred membulat, wajahnya memerah, jantungnya berdegup kencang.

__ADS_1


"Yang benar saja, Nona!! Masa Anda menyuruh saya meredakan hasrat Tuan Dave." jawab Alfred seraya memegang bokongnya.


"Haish!!! Bukan meredakan dengan cara seperti itu Tuan!! Tapi meredakan dengan cara yang lain!!! Dengan meminum obat atau apa lah begitu!!" balas Dhea.


"Oh..." balas Alfred membulatkan mulutnya.


Tamatlah riwayat kita dokter Bryan!!!


Pekik Alfred dalam hatinya.


Karena yakin pasti besok pagi Dave akan mengamuk padanya dan pada dokter Bryan.


🍁🍁🍁


Meninggalkan Dhea dan Alfred yang ada di bawah, di dalam bilik mandi Dave sedang berusaha menenangkan adik kecilnya dengan bantuan tante scarla.


Mau bagaimana lagi, tidak mungkin dia meminta Dhea untuk membantunya. Selain karena Dhea yang sedang datang bulan, Dave juga belum siap tubuhnya di sentuh oleh Dhea.


"Aaargh..." erangan panjang keluar dari mulut Dave saat timun libanon-nya menyemburkan getah-getahnya.


Dave langsung terduduk lemas di lantai bilik mandi.


"Brengsek!!! Benar-benar tahan lama!!!" Kesal Dave karena hampir dua puluh menit Dave memijat-mijat timun libanon-nya agar timun nya mengeluarkan getah, tangan Dave sampai pegal karena itu.


"Benar-benar cari mati kau dokter Bryan!!!" geram Dave lagi.


Ia menyalahkan dokter Bryan yang telah memberikan obat itu. Padahal yang salah dirinya sendiri, kenapa tidak membaca keterangan yang ada dikotak obat terlebih dahulu.


🍁🍁🍁


Bersambung...


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2