Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 56


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Setelah Dave tidak berkutik, Dhea pun memasukkan irisan daging, sosis dan bakso ikan ke dalam grill pan dan mulai memasak.


Sepuluh menit kemudian daging, sosis dan bakso ikan pun masak. Dhea pun mengangkatnya.


Lalu memasukkan sebagian irisan daging, sosis dan bakso ikan lagi ke grill pan.


Sambil menunggu daging kloter dua masak, Dhea pun menyantap masakan yang sudah masak tadi.


Sebagai seorang istri, dengan telaten Dhea menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Mau ini?" Tanya Dhea pada Dave sambil menunjuk daging yang ada di piring.


Dave yang sejak tadi hanya memperhatikan daging, sosis dan bakso ikan yang sudah masak itu menganggukkan kepalanya lemah. Antara mau tidak mau.


Melihat Dave mengangguk, Dhea pun memasukkan daging ke dalam bowl yang berisi nasi.


"Kalau ini, mau?" Tanya Dave sambil menunjuk sosis.


Dave menggeleng.


"Jangan memberikan makanan anjing itu pada ku!" Jawab Dave.

__ADS_1


Mata Dhea membulat, giginya juga menggertak.


"Jaga bicara Anda Tuan! Ucapan Anda itu menyinggung kaum kami! Karena kaum kami sangat menyukai sosis! Kalau Anda bicara seperti itu, itu sama saja Anda mengatai kami anjing!" Bisik Dhea geram.


"Kalau begitu itu bukan salah ku! Tapi salah kalian, siapa suruh merasa!" Balas Dave.


Dhea memejamkan matanya sambil mengatur nafasnya, dia mencoba menahan dirinya untuk tidak memaki Dave di depan teman-temannya.


Setelah berhasil mengatur emosinya, Dhea pun kembali membuka matanya.


"Jadi Anda hanya mau makan dagingnya?" Tanya Dhea mencoba sabar dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Dave.


Dhea pun memasukkan semua daging kloter pertama ke bowl nasi Dave, setelah itu Dhea pun hendak memasukkan sosis ke dalam bowl nasinya.


"Kenapa kamu makan itu? Apa kamu lupa kalau kamu tidak boleh makan makanan seperti itu." Omel Dave.


"Astaga Tuan, sekali ini saja biarkan aku memakan makanan ini. Nanti sampai mansion aku janji tidak akan banyak protes dengan sayuran yang dimasak Paman Felix. Aku mohon." Rengek Dhea dengan wajah memelas.


Wajah Dhea yang memelas, adalah salah satu kunci kelemahan Dave sekarang.


"Ya sudah. Untuk kali ini saja! Tapi aku tetap tidak mengizinkan mu makan sosis dan bakso itu! Berikan saja sosis dan bakso itu pada teman-teman mu!" Jawab Dave.


"Kamu makan lah ini." Dave memberikan bowl nasi yang sudah berisi daging pada Dhea dan menukar dengan bowl nasi Dhea.

__ADS_1


"Alfred." Panggil Dave.


Alfred yang duduk di meja sebelahnya bersama dengan Paman Axel dan sedang meng-grill pun menoleh ke arah Dave.


"Iya Tuan."


"Pesankan lagi dua porsi. Tapi hanya daging saja, jangan pakai sosis dan bakso ikan!" Perintah Dave.


"Baik Tuan." Jawab Alfred.


Alfred pun berjalan mendekati pelayan lalu meminta tambahan seperti yang Dave minta. Setelah memesan tambahan seperti yang Dave minta, Alfred pun kembali kemejanya.


Sedangkan di meja Dave-Dhea, sekarang Dhea sedang tercengang dengan apa yang Dave lakukan padanya. Dave menukar bowl nasinya yang sudah berisi daging dengan bowl nasinya, bagi Dhea itu adalah perbuatan yang sangat manis.


Apalagi saat ini Dave juga sedang membolak-balikkan daging, sosis dan bakso ikan kloter dua yang ada di grill pan.


"Hei kalian!" Panggil Dave pada teman-teman Dhea.


Baru saja Dhea terpukau dengan apa yang Dave lakukan, semua itu langsung buyar saat Dave memanggil temannya dengan kalimat "Hei kalian!".


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2