Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 7


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Restoran Jaring Nelayan.


Kini Dave dan Dhea sudah berada di dalam ruang VIP restoran Jepang.


"Sebenarnya ada keperluan apa Anda ingin bertemu dengan saya?" Tanya Dhea membuka kebisuannya dengan pria yang masih memakai kacamata hitam, padahal mereka sudah dalam berada di dalam ruangan.


Sengaja Dave tidak membuka kacamata-nya agar gadis yang ada di hadapannya itu tidak bisa melihat kalau saat ini dirinya sedang gugup. Ini pertama kalinya Dave berhadapan dengan seorang wanita di luar urusan bisnis.


"Kita makan dulu. Pasti kau lapar saat ini. Aku yakin pasti kau belum makan dari siang tadi." Jawab Dave dingin.


Dhea melipat bibirnya karena benar yang dikatakan Dave, kalau dirinya memang belum makan dari siang, ia hanya memakan satu bungkus roti yang harga dua ribuan.


🍁🍁🍁


Mereka pun selesai mengisi perut mereka.


Pelayan pun juga sudah membersihkan meja.


"Perkenalkan nama saya Dave Winstone." Ucap Dave memperkenalkan dirinya tanpa menjulurkan tangannya. Ia tidak mau berjabat tangan dengan Dhea.


"Saya Dhea Latisha, Tuan." Balas Dhea.


"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ayah mu? Tadi saya sempat melihat tulisan yang ada dipapan kalau kau ingin memperjuangkan keadilan untuk Ayah mu." Ucap Dave.


Dhea menganggukkan kepalanya lalu menceritakan tentang tuduhan yang dituduhkan untuk Ayah-nya.


"Jadi Ayah mu sekarang ada di penjara?" Tanya Dave dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Dhea.


Sepuluh miliar. Bukan uang yang sedikit. Kalau aku menawarkan pada gadis ini untuk mengganti uang sepuluh miliar itu, apa aku tidak rugi?

__ADS_1


Gumam Dave menimbang-nimbang sebelum mengambil keputusan.


"Tuan, apa Tuan mau membantu saya membebaskan Ayah saya dari tuduhan korupsi itu? Saya tidak meminta Anda untuk mengganti uang perusahaan itu, tapi cukup membantu saya mengusut siapa yang sebenarnya melakukan korupsi, karena menurut saya percuma mengganti uang sepuluh miliar itu kalau nama baik Ayah saya masih tercoreng karena kasus korupsi. Saya ingin nama Ayah saya kembali bersih Tuan." Ucap Dhea dengan tatapan memohon.


Menarik. Yang dia butuhkan bukan uang, dia hanya perlu bantuan mengusut siapa siapa yang sebenarnya melakukan korupsi.


Rasanya tidak rugi kalau aku membantunya dan meminta dia bekerja sama dengan ku untuk melahirkan keturunan ku. Gadis ini cukup cantik, pemberani dan sepertinya pintar. Aku yakin kalau di padukan dengan aku yang tampan, gagah, pintar dan juga pemberani akan menghasilkan keturunan yang Grade A.


Gumam Dave dalam hatinya.


"Saya mohon Tuan bantulah saya, saya dan keluarga saya tidak punya uang untuk membayar pengacara. Saya rela menjadi pelayan Anda Tuan kalau Tuan mau membantu saya membebaskan Ayah saya dan membersihkan nama baik-nya." Mohon Dhea.


Dave menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar. Seiiring dengan nafas yang ia buang kasar, ia pun memantapkan hatinya dengan keputusan yang ia ambil.


"Baiklah, saya akan membantu mu membebaskan dan membersihkan nama Ayah mu. Saya akan mencari pengacara yang terbaik yang tidak runcing ke bawah tumpul keatas, melainkan pengacara yang tumpul ke bawah runcing ke atas untuk mengusut kasus Ayah mu. Tapi...." Dave menggantung kata-katanya.


"Tapi apa Tuan?"


"Tapi menikahlah dengan saya."


"Menikah? Apa Tuan pengagum rahasia saya yang selama ini mengirim surat cinta pada saya?" Tanya Dhea dengan ekspresi terkejut.


Pengagum rahasia? Mengirim surat cinta? Sok cantik sekali gadis ini. Aku saja yang tampan dan mempesona begini tidak ada yang diam-diam mengirim surat cinta.


Ejek Dave dalam hati.


"Bukan!! Saya bukan pengagum rahasia mu dan saya tidak pernah mengirim surat cinta untuk mu! Ini pertama kalinya saya bertemu dengan mu, jadi jangan berpikir yang macam-macam." Balas Dave dengan tatapan dingin.


"Kalau begitu kenapa tiba-tiba Anda meminta saya menikah dengan Anda? Jujur saja lah Tuan, tidak usah malu." Goda Dhea


BRAAAK.

__ADS_1


Dave langsung menggebrak meja karena tidak senang di goda seperti itu oleh Dhea.


Spontan Dhea langsung memegang dada-nya terkejut.


"Batal! Lupakan saja perkataan ku tadi dan aku tidak jadi membantu mu!" Ucap Dave lalu berdiri duduk bersila-nya.


Mendengar itu, Dhea langsung menarik kaki Dave dan memohon di kaki Dave.


"Eits tunggu Tuan. Aku minta maaf kalau kata-kata ku tadi menyinggung Anda. Aku mohon jangan tarik kata-kata Anda. Saya bersedia menikah dengan Anda Tuan." Mohon Dhea.


Melihat Dhea memohon, entah kenapa hatinya meluluh.


Sial!! Kenapa hati ku cepat sekali merasa iba? Padahal sebelumnya hati ku tidak gampang iba seperti saat ini, apalagi dengan wanita!


Gerutu Dave dalam hati.


"Baiklah, aku tarik lagi kata-kata ku." Ucap Dave.


"Terimakasih Tuan." Balas Dhea lega.


"Besok temui aku di Winstone hotel jam sepuluh pagi. Katakan saja kau ingin bertemu dengan Dave Winstone pada resepsionis hotel, resepsionis itu akan mengantarkan mu pada ku. Disana kita bicarakan lagi kelanjutannya." Ucap Dave lalu keluar dari dalam ruang VIP.


Winstone hotel? Dave Winstone? Apa laki-laki itu pemilik hotel bintang lima itu?


Woah... Kalau iya, tidak rugi kalau aku menikah dengan laki-laki itu.


Begitulah gumaman Dhea dalam hati.


🍁🍁🍁


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...


__ADS_2