
🍁 Happy Reading 🍁
Alfred pun jadi ingat akan malam panasnya dengan seorang gadis yang bahkan sampai sekarang ia tidak tahu namanya.
Saat itu dirinya masih kuliah dan malam saat Alfred melepas keperjakaannya, Alfred dan teman-temannya sedang merayakan ulang tahun temannya di sebuah villa di tepi pantai.
Di acara itu Alfred dan teman-temannya bermain truth or dare. Karena Alfred selalu memilih untuk meminum whisky ketimbang harus memilih truth atau dare, akhirnya Alfred pun mabuk.
Karena sudah mabuk berat, Alfred pun memilih untuk kembali ke kamarnya, tapi ternyata di ranjangnya sudah ada seorang wanita diatas ranjangnya dan hanya memakai pakaian dalam saja.
Waktu itu Alfred masih belum sadar kalau ada seorang wanita diatas ranjangnya. Dalam keadaan tidak sadar, Alfred pun membuka semua pakaiannya sampai menyisakan pakaian dalamnya saja lalu naik ke atas ranjang.
Lima belas menit, dua puluh menit sampai setengah jam berada diatas ranjang yang sama dengan wanita, belum ada pergerakan apa-apa antara Alfred dan wanita itu diatas ranjang.
Sampai di menit ke empat puluh lima, barulah Alfred dan wanita itu saling berpelukan lalu berciuman dan kemudian terjadilah pergulatan ranjang yang di lakukan dua orang yang tidak sadar itu.
Ya, perempuan itu juga sedang mabuk.
Tapi sayangnya, keesokan paginya, saat Alfred bangun, wanita itu sudah tidak ada lagi di ranjang itu. Meski tidak melihat jelas wajah gadis itu, tapi Alfred sangat ingat kalau malam itu dirinya baru bercinta dengan seorang gadis. Bahkan ada noda darah yang tertinggal di sprei.
Alfred pun mencari wanita itu dari cctv villa, tapi sayangnya cctv di villa itu tidak berfungsi. Hilanglah sudah jejak gadis itu.
Dan Alfred pun menganggap kalau gadis itu sedang bersedekah padanya.
Mengingat kejadian panas malam itu, Alfred senyum-senyum sendiri. Meski tidak bisa menemukan jejak gadis itu, tapi Alfred tidak pernah melampiaskan hasratnya dengan perempuan lain.
Pernah satu kali Alfred mencoba ingin melampiaskan hasratnya dengan wanita malam tapi sayangnya tubuh Alfred sama sekali tidak merespon.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian.
Setelah sepuluh menit kemudian, Dave pun keluar dari dalam toilet.
Ceklek. Dave membuka pintu toilet.
"Aakh.." kaget Dave sambil memegang dadanya saat melihat Alfred sudah berdiri di depan pintu toilet.
"Sedang apa kamu disitu?" Tanya Dave.
"Ya sedang apa lagi Tuan kalau bukan sedang menjaga pintu toilet. Jadi siapa pun orang yang mau masuk harus bayar dulu. Buang air kecil dua ribu, buang air besar lima ribu, kalau buang bibit tuyul seribu per bibit." Jawab Alfred sambil menyengir.
Dave memicingkan matanya tajam pada Alfred. Ia curiga kalau Alfred mengetahui kalau dirinya baru membuang bibit tuyul di closet.
"Tenang Tuan, rahasia Anda aman di tangan saya." Ucap Alfred yang merasa dengan tatapan tajam Dave.
"Beres Tuan. Selagi Anda membayar iuran buang bibit tuyul seribu per bibit, rahasia Anda aman." Jawab Alfred becanda.
"Kau!!"
"Becanda Tuan, becanda." Balas Alfred.
"Ayo Tuan, supir hotel sudah menunggu kita di parkiran." Ucap Alfred.
Dave pun berjalan lebih dulu keluar dari lorong toilet itu dan disusul Alfred di belakangnya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Sedangkan disebuah gedung apartemen kecil tempat Nyonya Dominique tinggal, Nyonya Dominique yang sedang di dalam lift dan baru pulang berbelanja, senyum-senyum sendiri melihat video yang dikirimkan Alfred.
Video apalagi kalau bukan video Dave yang mau berbaur dengan orang lain. Padahal sebelum bertemu Dhea, Dave paling anti berbaur dengan orang lain. Kalau pun Dave bertemu dengan orang lain itu hanya sebatas meeting. Selebihnya, Dave tidak suka bersosialisasi apalagi menghabis kan waktu makan siang bersama seperti yang di lakukan Dave saat ini.
Suatu saat Mama yakin, Dave kecil Mama yang baik hati dan sangat penyayang akan kembali.
Gumam Nyonya Dominique dalam hati.
Ting. Pintu lift terbuka.
Nyonya Dominique pun keluar dari dalam lift dengan sekantong belanjaannya.
Namun baru saja beberapa langkah dari depan pintu lift, Nyonya Dominique merasakan nyeri hebat di dada-nya.
"Aaakh..." spontan Nyonya Dominique memegang dadanya dan membuat barang belanjaannya jatuh ke lantai. Bahkan Nyonya Dominique pun ikut tersungkur ke lantai.
Melihat Nyonya Dominique yang tersungkur ke lantai, penghuni apartemen yang berada di lantai yang sama dengan Nyonya Dominique pun langsung berlari menghampiri Nyonya Dominique.
"Anda tidak apa-apa Nyonya?" Tanya tetangga Nyonya Dominique itu.
Nyonya Dominique tidak menjawab, ia hanya meringis kesakitan sambil terus memegangi dada-nya.
Sampai akhirnya Nyonya Dominique tidak sadarkan diri.
Melihat Nyonya Dominique tidak sadarkan diri, tetangga Nyonya Dominique itu pun langsung menelpon ambulans untuk membawa Nyonya Dominique ke rumah sakit.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Bersambung...