
🍁 Happy Reading 🍁
Rumah Sakit
Kini Nyonya Dominique sudah berada di rumah sakit dan sedang sudah di tangani oleh dokter.
Paman Harold pun juga sudah berada di rumah sakit.
Setelah mendapat telepon dari pihak rumah sakit, cepat-cepat Paman Harold pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Paman Harold langsung menemui dokter yang menangani Nyonya Dominique.
Ceklek. Perawat yang membawa Paman Harold membuka pintu ruang kerja dokter.
"Dok, keluarga dari pasien Nyonya Dominique telah datang." ucap perawat yang membuka pintu.
"Persilahkan masuk." jawab dokter.
"Silahkan masuk, Tuan." perawat mempersilahkan Paman Harold untuk masuk ke ruangan dokter.
Paman Harold pun masuk.
"Selamat siang dok." sapa Paman Harold.
"Selamat siang, Tuan." balas dokter.
"Silahkan duduk Tuan." ucap dokter lagi sambil menunjuk kursi yang ada di hadapannya.
Paman Harold pun mendaratkan bokongnya di kursi yang dokter itu tunjuk.
"Apa Anda suaminya?" tanya dokter.
__ADS_1
Paman Harold menggelengkan kepalanya.
"Bukan dok. Saya mantan asisten-nya." jawab Paman Harold.
"Ada apa dokter memanggil saya? Apa ini mengenai sakit Nyonya Dominique?"
Dokter menganggukkan kepalanya.
"Apa Nyonya Dominique pernah bercerita pada Anda perihal penyakitnya?" tanya dokter.
Paman Harold menggeleng.
Tapi perasaannya sudah mulai tidak enak.
"Jadi Tuan, sebenarnya Nyonya Dominique memiliki penyakit jantung kronis. Dia sudah memasang ring jantung, tapi sepertinya sekarang ring jantungnya sudah tidak bisa membantu dan saya menyarankan Nyonya Dominique untuk melakukan transplantasi jantung." ucap dokter.
"Apa!!" kaget Paman Harold.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu kalau Nyonya Dominique adalah bagian dari keluarga Anda, saya baru mengetahuinya tadi, karena Nyonya Dominique tidak mencantumkan nomor keluarganya di data pribadi pasien. Setelah saya tahu kalau Anda adalah bagian keluarga dari Nyonya Dominique, saya pun langsung menyuruh staff saya untuk menghubungi Anda." jawab dokter.
"Sepertinya Nyonya Dominique ingin merahasiakan penyakitnya dari orang-orang terdekatnya." kata dokter lagi.
Paman Harold menghela nafasnya kasar.
"Sepertinya memang begitu dok." balas Paman Harold yang mempunyai pemikiran yang sama dengan dokter.
"Baik dok, nanti saya akan bicarakan ini dengan Nyonya Dominique." ucap Paman Harold.
"Kalau bisa secepatnya Tuan, karena perkiraan saya, ring jantung yang sekarang membantu kerja jantung Nyonya Dominique hanya bertahan paling lama tiga sampai empat bulan. Dan kalau ring jantung itu sudah tidak berfungsi lagi, maka bisa mengakibatkan gagal jantung. Jadi kalau bisa satu bulan sebelum itu Nyonya Dominique sudah harus mengambil keputusan, karena kami harus mencari pendonor jantung yang cocok dengan Nyonya Dominique." ucap dokter.
"Astaga!!" pekik Paman Harold.
__ADS_1
"Baik dok. Secepatnya saya akan membuat Nyonya Dominique untuk melakukan transplantasi jantung." jawab Paman Harold.
"Kalau begitu saya permisi dulu." pamit Paman Harold.
Paman Harold pun keluar dari ruangan dokter spesialis jantung itu dan berjalan menuju ruang rawat Nyonya Dominique.
🍁🍁🍁
Kamar rawat.
Sudah hampi satu jam Paman Harold menunggui Nyonya Dominique di dalam kamar rawat. Tapi Nyonya Dominique masih belum sadarkan diri.
"Eugh.." Nyonya Dominique melenguh.
Mendengar suara lenguhan Nyonya Dominique, Paman Harold pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati ranjang pasien.
"Anda sudah sadar Nyonya." ucap Paman Harold.
"Dimana aku?" tanya Nyonya Dominique.
"Anda sedang di rumah sakit sekarang Nyonya." jawab Paman Harold.
"Kata tetangga Anda, Anda tadi pingsan. Karena takut terjadi apa-apa pada Anda, makanya tetangga Anda langsung membawa Anda kerumah sakit." kata Paman Harold lagi.
"Oh.. mungkin karena aku belum makan dari pagi, makanya tadi aku pingsan." jawab Nyonya Dominique berbohong. Padahal dirinya sangat tahu kenapa dirinya sampai pingsan.
Dan jelas saja jawaban Nyonya Dominique itu tidak dipercaya Paman Harold karena Paman Harold sudah tahu kondisi kesehatan Nyonya Dominique yang sebenarnya.
🍁🍁🍁
Bersambung...
__ADS_1