Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 64


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Pukul 23.00


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Dave masih berputar-putar diatas ranjangnya. Padahal sudah dua jam lebih Dave naik ke atas ranjang, tapi matanya tidak mau terpejam. Otak Dave terus mengingat kejadian di parkiran kafe tadi siang.


Bibir kenyal dan lembut Dhea masih terasa jelas di bibir Dave. Sebagai laki-laki normal, Dave ingin sekali merasakan kekenyalan dan kelembutan bibir Dhea, bahkan dirinya sudah siap untuk melakukan malam pertamanya dengan Dhea.


Tapi Dave ingat kalau Dhea masih datang bulan. Mau tidak mau Dave pun menahannya. Itulah yang membuat Dave uring-uringan sekarang.


Ingin melepas hasratnya bersama tante scarla, rasanya tidak mungkin, kasihan timun Libanonnya kalau terus-terusan bermain bersama dengan tante scarla. Sudah cukup obat kuat pemberian dokter Bryan membuat timun Libanon-nya bermain dengan tante scarla sepanjang malam. Apalagi tadi siang di kafe timun Libanon-nya sudah bermain dengan tante scarla. Masa malam ini harus bermain dengan tante scarla lagi. Maka dari itu, sebisa mungkin Dave menahan hasratnya.


"Arrrrgh!!! Kepala ku mau pecah!!" teriak Dave seraya menendang selimutnya.


"Apa aku suruh saja dia menuntaskan ini?" gumam Dave.


"Iya, aku suruh saja dia menuntaskan ini!! Dia harus bertanggung jawab karena sudah membuat ku uring-uringan seperti ini!" gumam Dave lagi.


Dave pun beranjak dari atas ranjang, lalu keluar dari dalam kamarnya dan berjalan menuju kamar Dhea.


Bip.. Bip.. Bip.. Bip..Bip.. Bip.


Enam digit angka Dave tekan untuk membuka pintu kamar Dhea.


Didalam kamar, Dhea yang belum tidur karena sedang membuat desaign untuk salah satu ruangan kafe langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati pintu.


Ceklek.


"Akh..." Kaget Dave saat melihat Dhea begitu dirinya membuka pintu.

__ADS_1


Sama seperti Dave, Dhea juga kaget karena Dave yang berteriak.


"Kamu ngapain disitu?" tanya Dave.


"Harusnya saya yang tanya, Anda ngapain masuk ke kamar saya tengah malam begini!" Dhea malah membalikkan pertanyaan Dave.


"Suka-suka saya!! Kan tidak ada larangan buat saya untuk masuk ke kamar ini!" jawab dave seraya berjalan memasuki kamar Dhea.


Mendengar jawaban Dave, Dhea meninju angin yang ada di belakang Dave.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Dave.


"Saya sedang merancang design untuk salah satu bagian kafe Tuan." jawab Dhea.


"Tuan sendiri kenapa belum tidur?" tanya Dhea balik sambil mengikuti Dave dari belakang.


"Ummm..." Jika tadi di kamarnya Dave sangat yakin ingin meminta Dhea membantu menuntaskan hasratnya, sekarang setelah bertemu dengan Dhea, Dave malah grogi.


"Sudahi pekerjaan mu!! Dan ayo temani aku berolahraga!" ucap Dave lalu menarik tangan Dhea dan membawa Dhea keluar dalam kamarnya.


"Hah... olahraga apa Tuan tengah malam?!" tanya Dhea bingung.


"Jangan banyak bertanya, nanti kau juga tahu!" jawab Dave.


Dave membawa Dhea menuju lift, lalu membuka lift itu. Begitu pintu lift terbuka, Dave dan Dhea pun masuk ke dalam lift. Dave pun menekan tombol untuk ke lantai bawah.


Berdua di dalam lift bersama Dhea membuat hasrat Dave makin tidak karuan. Berkali-kali Dave berdehem untuk mengontrol rasa canggungnya.


Tapi dari pantulan pintu lift, Dave bisa melihat Dhea yang sedang menggigit bibir bawahnya. Melihat itu, Dave mengepalkan tangannya untuk menahan tangannya agar tidak mendorong Dhea ke dinding lift lalu menghimpit tubuh Dhea.

__ADS_1


Ting. Pintu lift terbuka.


Untung saja pintu lift cepat terbuka, lambat satu menit saja pintu lift itu terbuka, pasti Dave sudah menyerang Dhea di dalam lift.


Dave kembali menarik tangan Dhea keluar dari dalam lift dan membawa Dhea menuju kolam renang.


"Tuan, kita mau apa ke kolam renang?" tanya Dhea.


"Mau mencangkul!!!" jawab Dave.


"Cih!!" decih Dhea.


"Menurut mu kalau di kolam renang itu mau apa?" tanya Dave.


"Ya mau berenang sih! Tapi otak Anda kan lain dari pada yang lain Tuan. Bisa saja Anda menyuruh saya menguras kolam renang tengah malam!" balas Dhea.


"Kamu pikir aku sekejam itu! Kalau kamu sakit aku juga yang repot!" balas Dave.


Sesampainya di kolam renang, Dave pun langsung membuka pakaiannya dan hanya menyisakan boxernya.


Dhea membalikkan tubuhnya saat Dave membuka pakaiannya.


"Cepat siapkan handuk untuk ku!" perintah Dave.


Dhea pun cepat-cepat pergi dari tempat itu untuk mengambil handuk untuk Dave. Sedangkan Dave ia pun masuk kedalam kolam.


Dave terpaksa berenang tengah malam karena sudah tidak tahu lagi bagaimana meredakan hasrat kelaki-lakiannya yang sudah di ubun-ubun. Nyalinya masih ciut untuk meminta Dhea membantunya menuntaskan hasratnya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2