Pernikahan Kontrak CEO Arogan

Pernikahan Kontrak CEO Arogan
Bab 9


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Pukul 23.00


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi Dhea masih belum bisa memejamkan matanya.


Pikirannya sekarang sedang memikirkan tentang keseriusan kata-kata Dave.


Bagaimana kalau besok Tuan Dave berubah pikiran? Bisa di jual aku ke klub malam oleh pria-pria tadi.


Tapi semoga saja besok Tuan Dave tidak berubah pikiran.


Begitulah isi kepala Dhea sekarang yang membuat dia tidak bisa tidur.


"Tapi ngomong-ngomong kenapa Tuan Dave tiba-tiba mengajak ku menikah? Katanya baru pertama kali melihat ku, masa iya langsung mengajak ku menikah? Aku yakin Tuan Dave adalah si pengagum rahasia ku itu, tapi dia malu untuk mengutarakannya. Dan saat mengetahui keluarga ku sedang susah, barulah dia muncul untuk membantu tapi sok-sok'an mengajukan syarat dengan mengajak ku menikah." Monolog Dhea.


"Menurutku Tuan Dave tidak jelek, tapi kenapa tadi Tuan Dave selalu memakai kacamata hitam yah? Apa jangan-jangan mata Tuan Dave juling, makanya dia malu untuk membuka kacamata-nya?" Monolog Dhea lagi.


"Biarlah, itu tidak jadi masalah. Yang penting Tuan Dave kaya dan bisa membantu ku menyelesaikan masalah keluarga ku. Kalau soal cinta, itu urusan belakangan dan soal malam pertama, bisa kami bicarakan." Lanjut Dhea.


🍁🍁🍁


Mansion Dave.


Sama seperti Dhea, malam ini Dave juga tidak bisa tidur. Selain karena memikirkan penyakitnya, dia juga memikirkan apakah keputusannya menikahi Dhea sudah tepat.

__ADS_1


"Aaakh.. apa tidak ada cara lain agar bisa memiliki keturunan tanpa membutuhkan rahim?! Mau proses inseminasi atau bayi tabung pun juga membutuhkan rahim!" Gerutu Dave.


"Seandainya saja bisa sel telur dan sel sper*ma yang di pertemukan di luar rahim, aku tidak perlu repot-repot mengurus masalah keluarga gadis itu! Tinggal aku beli saja sel telurnya aktris hollywood." Lanjut Dave masih menggerutu.


"Maafkan aku Papa, aku harus menikah, karena aku membutuhkan keturunan untuk meneruskan bisnis yang sudah aku bangun ini. Aku janji, setelah anak ku lahir, aku akan segera menceraikan gadis itu. Aku harap Papa tidak menggentayangi ku malam ini hanya karena keputusan ku yang ingin menikah." Lirih Dave sambil melihat foto Papa-nya yang ada atas nakas samping ranjangnya.


🍁🍁🍁


Keesokan harinya.


Winstone Hotel.


Kini Dhea sudah berada di depan hotel bintang lima yang menjulang tinggi.


"Selamat pagi Nona, ada yang bisa di bantu?" Sapa resepsionis begitu Dhea sampai di meja resepsionis.


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Dave Winstone." Jawab Dhea.


"Bisa sebutkan nama Anda?" Balas resepsionis. Karena sebelumnya Alfred sudah memberikan pesan pada resepsionis kalau akan ada gadis bernama Dhea Latisha yang akan menemui Boss mereka.


"Saya Dhea Latisha. Kemaren Tuan Dave menyuruh saya untuk datang kesini." Jawab Dhea.


Resepsionis itu pun menghubungi Alfred terlebih dahulu untuk memberitahu kalau Dhea sudah datang. Dan Alfred pun meminta resepsionis itu untuk mengantar Dhea keruang kerja Dave.


"Mari ikut saya Nona, Tuan Dave sudah menunggu Anda." Balas si resepsionis ramah.

__ADS_1


Resepsionis itu pun berjalan lebih dulu menuju lift dan diikuti Dhea dari belakang.


Ting. Pintu lift terbuka.


Dhea dan resepsionis itu pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ruang kerja Dave.


Tok.. tok.. tok..


Resepsionis mengetuk pintu ruang kerja Dave.


Ceklek. Tak lama pintu itu terbuka.


Alfred yang membuka pintu ruang kerja Dave.


"Silahkan masuk Nona, Tuan Dave sudah menunggu." Ucap Alfred mempersilahkan Dhea masuk ke ruang kerja Dave.


Setelah Dhea masuk ke ruang kerja Dave, barulah resepsionis itu pamit undur diri pada Alfred.


🍁🍁🍁


Bersambung...


...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2