
🍁 Happy Reading 🍁
Kini Dhea dan laki-laki yang memakai apron barista sudah ada di dalam kafe.
"Mau minum apa?" Tanya laki-laki itu.
Dhea yang sedang melihat sekeliling ruangan langsung mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki itu.
"Apa saja." Jawab Dhea.
"Kalau Caramel Machiatto mau?" Tanya laki-laki itu takutnya Dhea tidak menyukai minuman yang akan laki-laki itu buatkan untuknya.
"Boleh." Jawab Dhea.
Laki-laki itu pun mulai membuatkan kopi untuk Dhea.
Tak sampai lima menit Caramel Machiatto pun jadi. Laki-laki itu pun keluar dari meja barista dan berjalan menghampiri Dhea yang sedang berkeliling melihat-lihat ruangan.
"Ini, diminum dulu." Ucap laki-laki itu seraya meletakkan minuman untuk Dhea di meja, kemudian laki-laki itu pun duduk di kursi.
Dhea pun ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan laki-laki itu.
"Oh.. iya kita belum berkenalan. Kenalkan namaku Jeff." Ucap laki-laki itu seraya menjulurkan tangannya.
"Dhea." Balas Dhea seraya membalas uluran tangan Jeff.
"Apa kamu barista di kafe ini?" Tanya Dhea karena melihat apron barista yang Jeff kenakan.
Jeff menganggukkan kepalanya.
"Oh.." Dhea hanya membulatkan mulutnya.
"Tapi sepertinya wajah mu tidak asing." Ucap Jeff sambil mengernyitkan keningnya mencoba mengingat-ingat dimana dirinya pernah melihat Dhea.
"Hah? Benarkah? Mungkin karena wajah ku ini pasaran." Balas Dhea lalu menyeruput Caramel Machiatto buatan Jeff.
__ADS_1
Saat Jeff sedang memutar memori otaknya untuk mengingat sosok Dhea, tiba-tiba saja di luar kafe mereka melihat ketua tim dan lima anggota tim berdatangan.
Jeff dan Dhea langsung berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju pintu belakang, untuk menjemput Keysia dan kelima anggotanya yang lain di luar kafe.
Sedangkan Dhea dia hanya berjalan sampai di pintu belakang saja.
Tak lama Jeff pun masuk lagi ke dalam kafe bersama dengan Keysia dan lima anggota-nya.
"Loh.. kamu sudah disini Dhe. Aku pikir kamu tidak akan datang." Ucap Keysia.
"Bagaimana mungkin aku tidak datang Kak, ini kan pertama kalinya aku masuk ke dalam tim inti. Jadi aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini." Jawab Dhea.
"Cih.. aku pikir setelah menjadi Nyonya Winstone kamu akan mengundurkan diri dari proyek ini." Balas Keysia.
"Hah? Kok Kak Ke-"
"Apa? Kamu mau bilang kenapa aku bisa tau, begitu? Potong Keysia.
"Ya tau lah, di sosial media sangat heboh berita tentang pernikahan pemilik Winstone Hotel. Dan pas aku lihat ternyata pengantin wanitanya kamu." Kata Keysia lagi.
"Benarkah?" Dhea tersenyum kecut.
"Sebenarnya kami ingin marah pada mu karena kamu tidak mengundang kami dalam pernikahan mu." Ucap Keysia.
"Maaf, suami saya tidak mau mengundang banyak orang. Jadi kami hanya mengundang keluarga inti dan beberapa kolega bisnis-nya." Jawab Dhea.
"Becanda Dhe. Kami mengerti. Kami tahu suami mu orang yang sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya. Sangking tertutupnya kami semua sampai kaget saat kami tahu kalau kamu lah yang menjadi pengantin wanita Tuan Dave Winstone." Balas Keysia.
"Padahal media sudah banyak yang menggosipkan kalau Tuan Dave Winstone itu adalah penyuka sesama jenis. Eh.. tidak tahu-nya dia ingin menjaga privasi kamu sebagai kekasihnya." Sahut Helena, anggota tim yang lainnya.
"Kalian berdua benar-benar hebat menutupi hubungan kalian." Timpal Yura, anggota tim yang lainnya lagi seraya mengacungkan jempol.
Lagi dan lagi Dhea hanya tersenyum kecut seraya menggaruk tengkuknya.
"Dhe, karena kamu menikah tidak mengundang kami, kamu harus di hukum!" Vivian, anggota tim yang keempat membuka suaranya.
__ADS_1
"Di hukum apa?" Tanya Dhea, perasaannya mulai tidak enak.
"Di hukum harus mentraktir kami semua!" Jawab Jane anggota tim yang kelima.
Mati aku!! Aku kan tidak punya uang untuk mentraktir mereka.
Gumam Dhea dalam hati.
"Iya aku setuju! Bagaimana kalau nanti siang kita makan siang di restoran Hot Grill di jalan Hope?" Usul Rere.
"Ya.. ya.. aku setuju." Balas Helena.
"Ya, aku setuju." Balas Yura.
"Aku juga setuju." Balas Jane.
"Ya, aku juga setuju." Balas Vivian.
"Bukan ide buruk. Aku setuju." Balas ketua tim, Keysia.
"Kami bertiga juga setuju." Timpal Adam yang baru datang bersama dengan Reyhan dan Glody.
Dhea menghela nafasnya kasar. Kalau sembilan orang sudah setuju, dirinya tak bisa apa-apa. Dhea hanya bisa pasrah.
Mau tak mau Dhea harus memutar otaknya agar Dave mau meminjamkannya uang untuk mentraktir teman-teman Dhea.
Sedangkan di belakang meja bar, ada Jeff yang baru ingat dengan sosok Dhea saat Keysia dan anggota tim-nya mengungkit tentang pernikahan Dave.
Sambil membuatkan minuman untuk Keysia dan delapan anggota tim-nya, Jeff sambil mencuri dengar percakapan para desain interior yang akan mendesain Like A Latte Cafe And Coffee Shop, miliknya.
🍁🍁🍁
Bersambung...
...Jangan lupa FAV dan dukung novel terbaru Miss ini dengan memberikan LIKE, HADIAH dan VOTE....
__ADS_1
...🙏🙏🙏...