Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
sebelas


__ADS_3

"Halah enggak usah di jelasin gue tau loe nggak percaya sama gue kan.."ucap Vania kesal..


"Bu bukan gitu Van..gu gue nggak ber maksud gitu.."ucap Merisa gugup..


"oke sekarang elo jelasin kenapa elo rahasiain "ini" sama gue.."ucap Vania sembari menunjukan sesuatu..


"hah?!.."ucap Merisa..


"iya elo harus jelasin..kenapa elo enggak bilang ke gue kalo di mall kemarin lusa ada diskon besar besaran"ucap Vania..


"hah?!..itu gue lupa.."ucap Merisa


"huhh..emang loe bilang "gue lupa " diskonnya ada lagi.."ucap Vania yg ngambek..


"emm..maaf lah..namanya juga manusia bisa lupa kan..lagian kalo elo gampang banget ngambek kayak gini hanya karna masalah diskon,bisa bisa Lo jomblo seumur hidup.."ucap Merisa yg mulai normal dengan ekspresi nya..


"hih Risa Lo itu enggak tau masalah diskon yg elo bilang masalah sepele itu..masalah besar buat gue huh💢.."ucap Vania yg masih kesal dengan Merisa


"haduh mulai deh..Vania kalo udah ngambek sulit banget di ajak bicara baik baik.."batin Merisa..


tak lama kemudian Driana telah kembali dari kamar mandi..


"gimana??Vania masih ngambek.."ucap Driana sambil berjalan menuju Merisa dan Vania berada..


"ya gitulah dri.."ucap Merisa apa adanya..


"heh..terpaksa deh cuma bisa pake "jurus" itu.."bisik Driana ke Merisa yg sudah sampai disamping Merisa..


"jurus??"ucap Merisa lirih..


"udah gini aja deh sebagai permintaan maaf risa dan gue karna lupa kasih tau Lo ada diskon di mall..nanti pulang sekolah gue bayarin semua belanjaan Lo..."ucap Driana..


"serius dri??"ucap Vania


dan di jawab anggukan oleh Driana

__ADS_1


"yeyyyy..makasih dri loe emang sahabat baik gue.."ucap Vania yg langsung lompat ke pelukan Driana..


"emm..tapi maaf nanti Risa nggak bisa ikut y.."ucap Merisa..


"yahhhh...enggak seru dong.."ucap Vania..


"eh tumben emang ada apa Risa?.."ucap Driana


menurut Driana enggak biasanya Merisa menolak ajak kan sahabatnya kecuali ada masalah..seperti kemarin..


"sebenarnya papa masuk rumah sakit..."ucap Merisa terpotong karena Merisa di panggil ke ruang guru..


"hah?!..kok bisa?.."ucap Driana dan Vania bersamaan


"Risa..loe di panggil ke ruang guru.."ucap ketua kelas di kelas Merisa..


"hah..oke oke gue kesana..nanti gue lanjut nanti ya dri.."ucap Merisa yg pergi ke ruang guru..


di ruang guru..


Merisa masuk ke ruang guru di sana ada 3 guru..


"iya saya.."ucap Merisa..


"begini ada telpon untuk mu.."ucap guru itu sembari memberi handphone ke Merisa..


disekolah Merisa bila bell sudah berbunyi maka handphone akan di nonaktifkan agar tidak menggangu pelajaran..


"oh iya Bu.."ucap Merisa..


hallo~merisa


hallo sayang..kamu bisa izin ke gurumu untuk meminta libur..~mama Melani..


hah..emang ada apa ma..~merisa..

__ADS_1


papa mu memanggil manggil nama mu sayang..~mama Melani..


hah?!oke Merisa akan minta izin..~merisa..


yaudah mama tutup ya teleponnya..~mama Melani..


iya~merisa..


setelah itu Merisa mengembalikan handphone ke gurunya..


"Bu saya sedang ada masalah dirumah..bisakah saya izin untuk tidak masuk hari ini.."ucap Merisa..


"baiklah sepertinya penting hingga orang tuamu menelfon mu..aku mengijinkannya.."ucap guru itu..


"makasih Bu telah mengerti saya.."ucap Merisa sambil menyalimi tangan guru itu dan berpamitan..


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2