
buru buru driana kembali keruangan dimana Rizki dan 'orang itu' bermain...satu yg sekarang harus. di buktikan...orang yg sedang bermain dgn Rizki hanyalah umpan,atau orang pengganti bukan orang yg mereka cari...ini lebih rumit...
sebelum kemari driana telah mengirim semua foto dan memberi penjelasan singkat pada Rizki...
dan tepat saat driana kembali...Rizki memutuskan untuk menghentikan permainan dan berujung perkelahian itu...
...****...
pukul 11.00 siang...
ucapan dari sambungan telepon beberapa jam lalu terus mengiyang di kepalanya...serta kejadian semalam terus berputar putar membuat kelapnya semakin pusing ..
"siapa??"Rizki masih bertanya...tak menggubris jawaban yg di berikan tadi..."
[hohohoho...kau masih bertanya ternyata...baiklah akan ku jawab!...aku orang di balik semua ini,ya ****semua****!!]menekan kata semua,sembari tertawa...dan berlanjut..[tapi selamat!!kau telah membunuh otak dari semua rencana ini!!!dia memang bodoh!!...oh tunggu!!atau kalian yg sangat pintar,hingga bisa menemukan tempat ini... hehehehe..]...setelah itu panggilan berakhir dgn tawa orang di sebrang sana...dan perkelahian berlanjut...
ya perkelahian tadi tak berhenti sampai disana...para penjaga di luar masuk dan memperpanjang perkelahian...hingga pukul 03.00 pagi...mereka selesai dgn tangan penuh darah,tentu bukan hanya darah driana dan Rizki tapi juga darah orang lain yg telah mereka hajar...
driana keluar dari tempat itu dgn menatih Rizki...ya..Rizki cukup cidera parah di tangan kanan dan kaki kirinya...karena 60% perkelahian ini yg menghajar adalah Rizki...sedangkan driana hanya sebagian nya...
tentu untuk menghilangkan jejak,mereka meledak kan tempat itu...sungguh ada rasa bersalah jika orang orang yg mereka bunuh adalah seorang kepala keluarga Dimana mereka pasti memiliki keluarga...tapi apa daya,mereka harus membersihkan tempat itu...
driana menghubungi orang suruhannya untuk memesan sebuah mobil dan memesan kan 2 kamar disebuah hotel tentu dgn seorang dokter untuk merawat Rizki...
tak lama pesuruhnya mengirim pesan bahwa sudah memesan kan taksi online dan memesankan kamar hotel yg tak terlalu jauh dari tempat driana berada...sambil menunggu ia pun bersembunyi..karena pasti tempat yg di ledakan tadi sekarang penuh dgn wartawan dan polisi.
dan sekarang mereka ada di hotel sedang istirahat,tentu mereka berhasil sembunyi dari wartawan dan polisi...Rizki??sudah di tangani dan sedang istirahat di dalam kamar hotel nya...driana??ia sedang memikirkan Merisa sembari menunggu isi daya ponselnya penuh...ya, setelah menghubungi suruhannya ponselnya mati,alias habis baterai...
driana yg terus pusing dan gusar pun memutuskan untuk kekamar Rizki,ia ingin mengingatkan Rizki untuk makan siang dan meminum obat yg di berikan dokter,karena driana tau Rizki pasti akan mengabaikan obat itu ..
tok tok tok tok
tanpa menunggu!driana membuka pintu itu...ya driana yg memegang kunci!,ia mengetuk untuk memberitahu ia datang,karena sangat tidak sopan masuk begitu saja...
jika di tanya mengapa,ya karena kaki rizki yg sedang di gips membuat dia pasti tak akan bisa bangun dari tempat tidur...tentu untuk melakukan itu butuh usaha karena Rizki sangat menolah kakinya di gips,menurutnya ini hanya cidera kecil...namun tak ada yg berani pada driana jika driana sudah sangat memaksa...sungguh mengeringkan wajah dingin itu melotot dgn amarah...tidak hanya itu driana bahkan mengeluarkan tenaganya dan mengikat erat Rizki agar mau di gips kakinya...
"tuh makanan kenapa masih utuh??"driana melirik meja kecil di samping tempat tidur yg diatasnya ada semangkuk sup dan makanan lain...
__ADS_1
"nggak selera..."ucap Rizki melengos melihat driana...kesal!!kesal pada driana yg memaksanya,dan membuatnya malu di depan 2 dokter laki laki dan 2 suster yg di panggil driana...
"hahhh..."menghela nafas karena sikap kekanakan Rizki...sungguh jika para lelaki sedang sakit,maka sikapnya akan bersikap berlawanan dgn sikapnya biasanya...
"makan sendiri atau gue paksa lagi??,.."ucapnya dgn membawa sup yg sudah di campur nasi dan lauk lauknya...
"Napa??ini hidup gue!serah gue mau makan apa kagak!!..."masih tak melihat kearah driana...ia sungguh kesal dan jengkel dgn sikap driana yg sangat mirip dgn maminya...
"karna elu disini sekarang jadi tanggung jawab gue!!!...udah!!nggak usah banyak cekcok!,cepet makan atau gue paksa makan!..."ucapnya tak bisa di bantah,dan memberi opini yg hasil nya sama saja...
yg namanya Rizki,ya tetap Rizki!!bahkan maminya di buat geleng kepala dgn sikap putranya yg keras kepala dan sulit diatur ini!!!...Rizki tetap kukuh tak mau makan!ia ingin menunjukan dia marah!!...
driana harus ekstra sabar dgn tingkah Rizki yg sedang tak bisa diajak bicara dgn kepala dingin dan bersikap kekanak-kanakan ini!!...tapi sepertinya kesabarannya sudah di ambang batas...
driana melirik kearah tangan kanan yg di perban dan sedang di beri alat yg membuatnya menggantung pada leher Rizki itu...tersenyum iblis...
"tetep nggak mau makan nihhh??"tanya nya...
"..."tak disahut apa apa oleh Rizki yg tetap memalingkan wajah tak ingin melihat driana...
"oke!!!"dgn cepat tangan driana meremas pelan tangan yg di perban itu..karena tangan itu sedang tak di kondisi baik baik saja,walau remasan pelan pasti!! akan sangattt sakit terasaaaa..
driana melepas cengkraman pelan itu...
"gimana??masih nggak mau makan???"ucapnya dgn nada tak bersalah...
"lu!!!...ishhhhh....iya iya,gue makan!!!"jengkel!!sangat bahkan!!...serasa ingin menimpuk sebuah pukulan pada driana,namun ia masih ingat cewek di depannya bukan cewek biasa,dia bisa saja malah akan memperburuk cideranya jika masih berani melawan driana..disatu sisi kesal sampai ketulang tulang,disisi lain sadar jika driana adalah tunangan yg harus ia jaga,atau lebih tepatnya ia harus waspada dgn driana...
melihat Rizki yg makan dgn terpaksa membuat senyum di wajah driana menyunggi begitu saja,membuat driana lupa harusnya tak begini!!karena ia harus bersikap cuek,judes,dan dingin!!....
Rizki selesai dgn acara makan dgn hati dongkol itu😁...tentu makan dgn terus ditatap driana...merasa risih ia akhirnya mempercepat makannya...
"udah kan??sekarang lu balik sana!!"usir Rizki...
"belum!!lu harus minum obat!!...nih udah gue siapin!..."driana memberikan obat yg sudah lepas dari bungkusnya agar mempermudah Rizki untuk meminumnya ..
dgn terpaksa,Rizki pun menerima obai itu di telapak tangan kirinya...
__ADS_1
"air putih??"ucapnya ..
"oh...ini!!..."driana menyerahkan segelas air putih...
dgn sekaligus Rizki memasukan lima pil dgn beda warna itu dan menerima air dari driana dan langsung menengguk nya..
"udah!!...sana sana...lu keluar sana!!..."usir lagi driana...
"huh!!..nggak ada terimakasih nya banget..."gumann lirih driana..
padahal tanpa driana sadari saat ia berbalik..dgn lirih!!perlu di garis bawahi 'dgn lirih' Rizki berucap terima kasih pada driana...
...***...
"MAKSUD LU?!!!!!"
"ya...itu kenyataan nya Merisa...itu kenapa gue pindah sekolah di kota D dan jadiin elu pacar gue..."Bastian berucap dgn lirih ..
Kenyataan yg dimaksud Bastian adalah ia Bastian orang suruhan dari balik semua ini!!masalah ini!!ya,otak dari masalah ini adalah Ayah Bastian yg menyimpan dendam pada keluarga Merisa...Bastian sebagai putra bungsu dari 2 bersaudara...ia harus berusaha keras agar mendapat ahli waris atau setidaknya sebagian dari harta papanya...dan ini lah syarat papanya,ia harus mendekati Merisa...
-
-
-
...oke.....
...lanjut?...
...kasih komen dulu.....
...jangan lupa like!...
...kasih ranting 5!!!😁...
...share juga yak..😆😆...
__ADS_1
...nggak lupa kasih dukungan😋...
...mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩...