Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
dua ratus lima puluh empat


__ADS_3

rizki tersenyum senang...


"3 ronde!! no nego!!! " ucap Rizki...


"ck!!... terserah!! sampai gue ping-ah-san lu mah ng-nggak bakal puas! " ucap Driana...


Rizki tanpa aba aba sudah melakukan sesukanya, dari menurun kan resle*ting gaun driana, sampai mem*buka pe*ngait bra tanpa tali itu..


"pelan pelan napa!! ketarik tuh ujung nip*ple gue!!! " ucap driana sedikit kesal..


"stttt... tawanan nggak bisa kasih perintah!! " ucap rizki, kemudian ******* kuat ujung gunung driana...


"shhh!!.. terus aja!! ahh sampai putus tuh!! " ujar driana kesal tapi tak menghentikan perilaku rizki...


Rizki tak menghiraukan itu, se cerewet apapun driana dalam ranjang, satu yg harus kalian tau. driana tidak akan pernah berhenti di tengah jalan jika bukan karena tamu bulanan datang tiba-tiba...


oleh karena itu, Rizki mah tenang aja, karena tidak ada istilah driana tidak takluk dalam belai*annya...


"Dri... kali ini gue mau baby!... nggak ada penolakan!! "ucap Rizki sembari memb*elai pa*ha yg sudah terekspos itu, tentu karena belahan gaun yg ada disisi kiri itu sangat mempermudah Rizki mengakses pa*ha mulus driana...


" nggak!! nggak bi-sa begitu!!! kita udahh-ahhh... udah sep-pakat!! tunggu Lulus!! "ucap driana dgn memejamkan mata nya kala jari tengah, dan jari telunjuk Rizki sudah bertamu dalam gua nya... Rizki sudah menggerakan jari itu dgn kecepatan standar, tapi mmampu membuat driana meng*gigit bi*bir bawahnya...


" tapi gue mau sekarang!! banyak temen kuliah kita yg udah punya baby dri... kita pasti juga bisaa.. "ucap Rizki kini dgn wajah yg sudah di depan wajah driana yg memejam..


menge*cup bi*bir itu...


" boleh yaa??... "ucap rizki lagi...


" Rizki..kitaa-ahhh... bisa nggak kalau mau ngomong berhenti ajahhh dulu? "ucap driana yg sungguh ingin menik*mati tapi khawatir dgn topik yg sedang di bahas rizki, jika terus begini karena hawa nafsu nya mungkin driana akan menyetujui nya, tapi otak driana sadar ia harus menolak mempunyai baby.!!..


" nggak bisa... "bisik rizki sembari menci*umi leher jenjang driana. .


" rizki... pliss!!! nggakhhh, nggak mau punya baby!!!.. "ucap driana mulai terbawa dalam ha*srat, tapi otak nya masih berusaha mencoba nego...


rizki menghenbuskan nafas tipis...


" oke... tapi gue nggak mau pake pengaman di ronde pertama!! "ucap rizki...


" itu-ahhhh"


"iya atau bener bener kita nyetak babyn!.. " ucap rizki...


"mhhh.. nggak usah-lanjuthh ajahh yaa?.. " ucap driana khawatir...


"enak di lu!! lu udah keluar mah bisa berhenti!! gue? !!... nggak!! " ucap rizki melanjutkan...

__ADS_1


***


"Vinn.. ki-kita mau kemana?... " ucap vania cemas saat tangannya di tarik dan di bawa kearah pintu yg bersebelahan dgn rak dokumen disana..


Revaldi diam, membukakan pintu itu dan membawa vania masuk, setiba di dalam dgn cepat mengunci pintu..


Revaldi berbalik, kemudian mengendorkan dasi yg ia pakai, vania bukan gadis polos polos banget, dgn refleks ia mundur menjauh...


"vinn... gu-gue minta maaf! janji Deral bakal gue blok kontak nya... " ucap vania sembari berjalan mundur pelan pelan...


"terus apa? bakal ada Deral selanjutnya yg lain kan? " ucap Revaldi melepas sabuk hitamnya..


"nggak!! nggak bakal ada deral lain.. pliss jgn gini... " ucap vania takut...


"gue nggak bakal tenang cuma dgn omong kosong itu!! bakal gue buat lu jadi milik gue!!.. " ucap Revaldi..


"ka-kalau mau klaim gue... lu harus nya minta dari papi gue Vinnn.. bu-bukan gini cara nya... pliss jgn rusak guee.. " tess air mata vania jatuh, sangking takutnya dia, jari jemari tangan dan kaki nya sudah terasa sangat dingin...


masih dgn berjalan mundur menjauh saat revakdi mendekat... hingga...


brukk.. punggung nya terasa dingin karena sudah menabrak dinding putih itu.. tambah terkejut, saat Revakdi degn cepat mendekat dan mengukungnya..


brak.. dua lengan kokoh Revaldi di tabrakan tepat disisi kanan dan kiri bahu vania, yg membuat vania seketika terkejut dan refleks memejam kan mata, juga kaki dan dan tangan nya yg dari tadi sudah dingin kini jadi lemas dan mendadak tak kuat menahan beban...


"am-ampun vin,vania minta maaf... janji nggak ngulang..va-vania salah... plisssh-hiks... Vania takut-hikss.. " sangking takut nya ia kembali berbicara seperti saat ia masih polos polos dulu dgn mrmanggil nama dirinya sendiri...


".... " tak menjawab, revalfi ikut jongkok depan vania... membelai rambut itu lembut, terlihat vania langsung memejam matanya lebih erat karena sangat takut...


tangan itu kemudian metambat kebelakang tengkuk vania, Revaldi mendekat kan wajah nya, dan


Cup... menge*cup bi*bir vania, vania yg masih takut tetap memejam kan mata dgn tangan yg menggengam erat... ia sangat takut hingga tak mampu memberi perlawanan...


"gue cinta mati sama elu vannn! " bisiknya lirik...


"sakit hati denger lu mau jauhi gue.. "


"... " vania terdiam namun, rasa was was mulai memudar terlihat gengamannya mengendor namun matanya masih memejam..


tanpa vania tau, diujung mata Revaldi terlihat air mata mulai ingin mengalir deras...


cup.. kembali lagi Revaldi menge*cup bi*bir itu hingga vania sepontan langsung membuka matanya, bukan. bukan karena Revaldi yg mulai melu*mat, namun karena pipi vania merasa basah karena air mata Revakdi...


Deg.. dgn kedua matanya ia lagi lagi melihat air mata Alvino.. air mata yg jarang Alvino keluarkan, bahkan saat bercerita pada vania tentang kisahnya yg terjadi kini...


"hiks.. " dalam luma*tan itu vania mendengar suara isak revaldi yg sedang melu*mat dgn memejam kan mata itu...

__ADS_1


segera vania menggapai bahu revakdi, dan mendorong pelan, hingga ciu*man sepihak itu terlepas.


"Alvin.. " panggil vania menatap mata nanar itu.. tak adil harusnya yg menangis terisak sekarang adalah vania, tapi kenapa alvino?..


mengusap rahang tegas itu...


"jangan nangis, nanti vania ikut nangiss.. " ucap vania ikut mekehkan air matanya..


merasakan elusan lembut pada rahangnya, Revaldi memejamkan matanya hingga air mata itu kembali jatuh, dgn pelan menggapai pergelangan vania... dgn masih memejam kan mata, karena tak kuat melihat wajah vania, revaldi berucap..


"van.. jangan jauhin guee.. gue bener bener nggak bisa tanpa elu.. " pelan dgn suara parau yg habis menahan tangisnya...


"dunia alvino tinggal elu van, elu tanda gue yg sebenernya adalah alvino bukan Revaldi.. tapi gue sadar hiks diri gue yg sekarang memang bukan alvino lagi"


" gue tau gue udah kehilangan hak buat atur elu lagi.. tapi gue bener bener blum bisa lepas elu sepenuh nyaa, tapi kalau gue tahan elu di sisi gue. gue takut bakal ngecewain elu lagi hiks.... "ucap revaldi..


revaldi membuka matanya, entah sudah berapa tetes air matanya jatuh dan di usap oleh vania..


" gue tau dan sadar nggak bisa kepastian, tapi hati gue bener bener egois.. hikss.. gue harus gimana van?... "ucao Revaldi sangat sangat putus asa...


...◦•●◉✿☹️☹️✿◉●•◦...


yahh padahal udah haredang haredang, tapi kok malah gini?


-


-


-


...oke.....


...lanjut?...


...kasih komen dulu.....


...jangan lupa like!...


...kasih ranting 5!!!😁...


...share juga yak..😆😆...


nggak lupa kasih dukungan😋


mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2