
mendengar itu Robert terdiam..
namun dalam kecepatan kilat,bukan!!tapi tak ada yg mengira Robert akan bergerak
Klak!!klek!...DOOR!!!...sebuah pis*tol yg di keluarkan tiba tiba dari dalam jasnya,dan dgn cepat ia tembakan tepat di kepala 'mantan sekertaris nya ituu....
kavindra terkejut,ia sampai bangun dari duduk nya....penembak jitu juga kaget dan hampir saja menembak mengira sasaran Robert adalah kavindra...
Brukk....tak ada suara pekikan... tubuh sekertaris-bukan mantan sekertaris Robert itu luruh kelantai...
Robert tersungkur...bertapa pada dua lututnya dan menangis...menangis dalam diam,namun air matanya jatuh dgn deras...
3 laser itu masih menargetkan keningnya...
"tembak aku sekarang!!..."
"tak perlu kau minta,itu memang sudah jadi bagian akhir dari perang ini..namun aku ingin kau,menulis surat untuk anak mu!!beri dia kuasa agar bisa bersaing dgn saudara nya....juga buatlah permintaan maaf untuk mantan sahabat mu itu!!..."kavindra melengos saat mengucapkan kata mantan sahabat itu,memang tanpa bantuan Robert pasti ayahnya tak mungkin bisa di posisi ini,tanpa bantuan Robert untuk meneruskan biaya kependidikan ayahnya,tak kan ada Rendi yg sekarang....namun menurut kavindra kematian kakek,dan saudara ayah,ibunya juga dari keluarga berpengaruh lain,ini pantas untuk balasannya...
Robert hanya tertunduk....ia melepas jam yg ada di tangan nya dan melemparnya....
"tak ada bom di tubuh nya...aku berbohong..."ucap Robert
******
berita kematian tentang CEO yg cukup berpengaruh di negara tetangga itu jadi viral,apa lagi karena penyebab kematiannya yg di vonis bunuh diri,dgn cara menembakan sendiri kepalanya..itu terbukti dgn pist*ol disampingnya,yg terdapat sidik jari nya sendiri...
"jadi orang susah emang sulit,tapi jadi orang kaya mungkin lebih teredit!!..."
"iya,kelihatan kaya dan bahagia,ternyata stress di dalam dan jadi bunuh diri....kebanyakan uang juga bahaya ya..."
*tuh guyss,banyak uang katanya bahaya🤣🤣....
****
flashback on...
masih dihari yg sama,dimana hari saat sidang Robert dgn kavindra...jika mereka tegang karena perdebatan mereka,maka alvino,Abri,juga Ferry sedang tegang karena di masa kritis.....
4 jam diruang operasi...lampu yg tadinya merah kini berubah hijau,keluarkan seseorang berpakaian hijau,dgn kepala dan muka tertutup masker...Persis seperti dokter² yg keluar dari ruang operasi....
"gimana kondisi alvino dok..."tanya Ayunindya (ibu alvino kalo kalian lupa😅)
dokter terdiam....
"pasien mengeluarkan banyak darah,dan posisi luka mengenai jantung..kita butuh transplantasi jantung...namun saat ini rumah sakit sedang tidak mempunyai calon pendonor...saya harap kalian segera mencarikannya karena kondisi pasien sedang kritis,paling lambat adalah besok siang...baiklah,dan maaf saya permisi,saya harus memeriksa pasien lain......"
"saya...saya dok...biarkan saya donor jantung sayaa...."teriak ayunindya...
"ma tenang maa...jgn gegabah!!..."ucap Kedrey (papa alvino)...
"dia putra ku pa...nyawanya di ujung tanduk!!!...aku nggak mau liat jasad putraku!!...lebih baik aku yg ma*ti...."ucap ayunindya menangis...sampai kini ia sudah jatuh di lantai...dgn tangan yg memeluk Kedrey...kedrey menarik ayunindya dan menuntunnya duduk di kursi tunggu...
"istighfar maa...alvino pasti selamat,dia anak yg kuat...papi tau itu...."
"ta-tapi gimana kalau-"
"sttt...mama nggak boleh berfikir buruk...mama mau ucapan dan pikiran mama di kabulkan Allah?...jadi mama mikir yg baik...kita bisa bawa alvino keluar negri,masih banyak rumah sakit besar di luar sana ma...jadi yakinlah kalau alvino pasti baik baik aja...oke??..."Kedrey mencoba menenangkan ayunindya...
ayunindya mengangguk...
"iya pa"...
***
beralih ke ferry dan Abri.....
Ferry selesai operasi,2 ti*mah yg di tembakan ke tubuhnya sudah di ambil...namun ia masih koma....Ferry di pindahkan keruangan ICU....
sedangkan Abri,dia yg paling ringan ...operasi di bagian lengan dan sudah sadar...namun sekarang ia sedang tidur....
****
Plakkk....sebuah tamparan mengenai pipi Anggara...
Anggara hanya diam mematung membiarkan,dgn menunduk salah...
"apa yg kau lakukan Anggara!!!...kau hampir membuat teman sekaligus anak² dari teman ayah mati!!!...dimana ot*ak mu hingga kau tak berfikir akibat paling fatal!!!...apa ini hasil didikan sekolah bela diri mu di sana!!!...punya kekuatan jika kau bodoh sama saja!!!..."teriak Andre
Anggara terdiam...sungguh ia mengaku salah...
"kau tau?!!...alvino sekarang butuh transplantasi jantung!!...sedangkan organ jantung adalah nyawa seseorang!!jika bukan sekarat,lalu mana ada orang yg mau mendonorkan jantungnya?!!!..."lanjut andre
"aku akan-.."
"Jgn berfikir kau ingin mendonorkan jantung mu!!!...bagaimana dgn Merisa??...bagaimana dgn bunda mu???...kau tak berfikir lagi?!!...pakai ot*ak mu!!.."lagi² Andre memakinya...dan Anggara hanya terdiam salah...
Andre memijat pangkal hidungnya....kepalanya pening memikirkan tingkah putranya kali ini...jika dulu geng??sekarang apa??agen rahasia??...berani sekali anak yg masih blum genap 19 tahun itu berfikir lebih dan membuat kekacauan sebesar ini...apa yg harus ia katanya pada Kedrey dan ayunindya,apalagi istrinya...bisa naik darah tingginya.....
"kau!!...akan ku asingkan lagi!!...kau perlu di didik lagi!!!..."putus Andre...
Anggara mendelik...tau maksud papanya...ia akan di sekolahkan bela diri dan kursus khusus seperti dulu...
"tapi yah...Merisa tak akan bisa hidup disana-"
"siapa bilang menantu ayah akan ikut dgn mu??...untuk sementara didalam masa hukuman,kau tak akan bisa bertemu atau berkomunikasi dgn Merisa!!!..."
"kavindra...bantu Anggara menyiapkan pesan atau Vidio untuk Merisa,ingat!!jgn campur nama ayah!!...jgn bilang kau pergi karena hukuman atau kembali bersekolah khusus!!..."andre beranjak pergi
"tapi yah...Anggara nggak bis-"
__ADS_1
"pergi,laksanakan hukuman atau kau TALAQ Merisa..."Andre berhenti dan melirik tajam Anggara...ayahnya tak main² dgn ucapannya...
"a-aku...aku laksanakan hukuman...tapi berapa lama aku di asingkan??.."
"tergantung sikap mu!!jika kau tak berulah seperti dulu,mungkin akan sebentar...tapi jika kau masih blum merubah sikap mu,jgn kan menunggu mu kembali...akan ku nikahkan Merisa dgn Bastian..."ucapnya lalu berjalan pergi...
Anggara menjatuhkan tubuhnya dan berjongkok...mengacak acak rambutnya...
"agrrhhhhh" pekik dan geram Anggara....
kavindra mendekat...dan menepuk bahu Anggara...
"tananglah...bakal gue jaga Merisa!!gue janji akan halangin bokap Lo kalau nikahin Merisa sama bastian,tapi Lo harus giat disana dan cepat balik...kasian Adek gue dari semalem nangis...dan maaf,harusnya sebelum bawa lu kesini...gue temuin elo dulu dgn Merisa,tapi-"
"gue tau bang...pasti bokap gue udah ngehubungi elu...maaf gue balikin Merisa sementara ketangan elo...gue titip dia bang...gue bakal balik cepat!!!..."ucapnya bertekad...
flashback of
***
ini adalah hari ini,hari dimana berita tentang CEO tewas bunuh diri viral...tepatnya setelah 2 malam Anggara tak pulang,(kalian paham nggak??kalau nggak paham gini Lo...seumpama malam kejadian Anggara berangkat itu hari Senin dan malam malam...sekarang itu udah hari Rabu...gitu...paham??)
semalam,tepannya siang hari..driana sudah di beri kabar dari Rizki...namun Rizki melarang driana memberitahu siapa²,apalagi kondisi alvino pada Vania,dan untuk Anggara,driana tak tau...yg ia tau Anggara selamat dan dibawa pergi kavindra...sedangkan Rizki ia sekarang juga berada di rumah sakit untuk mengobati luka luka di tubuhnya....
dan karena ingin tau kondisi terbaru dan ingin bicara pada Rizki,pagi ini driana keluar dan telponan dgn Rizki...
sehabis telponan dgn Rizki kembali keatas...namun saat di lift,ia bertemu kavindra...
"bang??...udah balik?!!...dimana yg lain??mereka baik² aja??..."ucap driana seolah² blum tau...
"jgn bermain ekting di depan gue dri!!sedangkan yg mengajari itu adalah gue!!!...sebenernya ada hubungan apa Lo sama Rizki!!!...gue tau kalian tuh musuhan,kenapa lu akhir² ini akrap sama dia??..."
"bang??...kenapa bahas Rizki??"driana mengalihkan tatapannya...
"karena gue tau!!...dari semua rekan² Anggara,hanya Rizki yg luka paling ringan!!...jadi pasti dia yg kasih tau Lo...dan asal lo tau,Rizki bukan tipe orang yg bakal Mau cerita ini itu,apa lagi tentang tragedi kemarin!!.."ucap kavindra...
"gue mau kasih tau bang...tapi situasi ini nggak memungkinkan..."
"elu pacaran sama Rizki??..."
"ha?!!..bu-bukan bang...gue sama Rizki-..."
Ting...lift terbuka...
"bang udah Sampek...lanjut nanti aja...tapi gue pengen blum ada yg tau dulu..."ucap driana..
"oke...itu terserah lu dan hak privasi lu sendiri...pokok jgn nyesel kalau elu terlalu nyimpen lama² pasti akhirnya terungkap,cuma takut gue itu tersebar dari mulut orang lain,dan bukan dari elu...yaa elu tau lah mulut orang pasti cerita dgn di tambah²in..."ucap kavindra...
"jadi gue harap gue tau dari elu,jgn sampai dari orang lain!!..."
"ok-oke bang...bentar lagi gue kasih tau kok...cuma untuk sekarang blum siap,kan tau sendiri kondisi nya lagi begini..."
pintu apertemen di buka,tepat saat driana dan kavindra akan menekan kode password...
"eh?!....kak vinn!!?.udah disini??Anggara??yg lain mana bang??kalian selamat semua kan??Bastian gimana??masalahnya selesai dgn aman kan??trs---"ucap beruntun Merisa..ia sampai lupa menyuruh kakak nya ini masuk
"satu satu dek...seenggak nya disuruh masuk dulu kek!..."ucap kavindra memotong Merisa...
Merisa mengangguk dan menepi masuk...
"ayo kak!!cepet cerita ke gue dan yg lain mana??..."ucap Merisa segera menarik kavindra...
kavindra geleng² dgn kelakuan Merisa...ia duduk di sofa....
"pertama²..semua baik,mereka selamat..Bastian juga berhasil di bawa untuk,walau luka²...tapi--"kavindra berhenti...
"Vania mana??..."lanjut kavindra...
"dia dikamar ,dari semalam sampai jam segini nggak keluar kak...nggak mau makan juga..."
"huffhhh...oke...karena ini berita buruk untuk vania...alvino terluka parah...ia butuh transplantasi jantung...dan parahnya batas waktunya sampai nanti siang..."ucap kavindra menunduk...
Merisa juga driana menutup mulutnya dgn tangan,tak tau akan sampai separah itu...
"kok bisa bang?..."tanya driana...
"dia terkena tembakan di jantung..."ucap kavindra...
"siapa yg kalian maksud??...."suara seorang perempuan bertanya...
degg!!!....
baik kavindra ,Merisa,maupun driana tak ada yg berani menengok...takut² itu Vania...
"kok pada diem??...mas!!!...aku tanya !!!"ternyata itu suara Sabrina...
mungkin sangking panik dan deg²an...mereka sampai salah dengar dan mengira itu Vania...
"huffffhh"semua menghela nafas lega...
Sabrina berlari dan memeluk kavindra dari belakang sofa...ia memeluk dalam dan menaruh kepalanya diatas kepala kavindra,seolah² seperti mencium belakang kepala kavindra...
"ehem!!!..."dgn sengaja Merisa berdehem keras...
Sabrina sadar dan segera melepaskannya dan tersenyum malu.sedangkan kavindra?? telinga nya memerah walau wajahnya bisa saja,ia juga berdehem beberapa kali...
"ja-jadi gimana??...yg lain gimana mas..."Sabrina mengalihkan topik...
"yg lain selamat...misi juga berhasil....eh iya!!elu dapat pesan ini dek dari ayank elu!!...ini privasi...gue harap elu dengerin sendiri..."
__ADS_1
"pesan dari Anggara...kenapa nggak dia aja langsung kesini??..."ucap Merisa dgn nada sedikit bersemangat...
"mana panjang banget..."lanjutnya saat melihat durasi pesan suara itu ..yaitu 30 menit...
kavindra tersenyum
"emang panjang banget,tapi kalau elu denger isinya...bahkan rasanya nggak sampai lima menit!..."batin kavindra..
**
Merisa pergi ke kamarnya...tepatnya ia kembali ke apertemen nya...
ia sedikit bingung saat kavindra menyuruhnya kembali ke apertemen...pikir nya apa pesan dari Anggara hingga sangat pribadi,apa isinya vul"gar..Merisa tersenyum dgn pipi memerah...
"ishh..apa sih yg gue pikirin..."gerutunya memukul pelan kepalanya dgn wajah saltingnya....
menekan angka password...dan membuka pintu...
ceklek...
Merisa sungguh berbunga bunga hatinya...entahlah...mungkin dia sudah gila...ia sudah salting sendiri sendari tadi padahal ia blum memutar rekaman Anggara...
"apa karena 2 hari nggak ketemu??...uhhh...aku pengen cepet² peluk dia...Anggara aku kangen bangett...."ucapnya sembari berlari kecil dan masuk kekamar...
ia duduk di tepi ranjang,dgn jantung yg berdetak cepat...
deg..
deg
deg..
deg
deg..
ia bahkan sampai bisa mendengarnya...
"ishhh...aku kenapa sih..."ia langsung terlentang di atas tempat tidur dgn kaki yg masih menjuntai kelantai,sembari menutup wajahnya...lalu dgn cepat kembali duduk dan...
"ayo kita putar..."ucapnya menekan 'play'...
..."*assalamualaikum.,...ehem!!.."(dgn nada sedikit gugup karena mengucap salam)...
..."hai Risa,ini pesan dari gue..eh!dia pasti tau lah"(di lanjut dgn lirih namun tak sadar jika terekam*)...
Merisa tersenyum lucu.,mendengarkan dgn memandang foto pernikahannya dgn Anggara beberapa bulan lalu...
..."elu pasti rindu gue kan...ehehehe...sorry ya buat lu khawatir.."...
"dih...GR banget..."Merisa menjawab dgn senyumnya yg semakin tinggi...
..."apa?...gue nggak GR ya...ehehehe...lu pasti dengerin ini sama bayangin gue kan..."...
"ya pasti lah...orang yg kedengeran suara elu...pasti yg di bayangin juga elu..."
..."udah buruan lu lamaa..."(bukan suara Anggara tapi kavindra...)......
..."iya² bang...bentar...pesan penting ini..."(sekarang suara Anggara)...
Merisa kembali tersenyum...ia bahkan terkekeh...
..."ehem!!!..risaa...gue nggak tau perasaan elu ke gue kek gimana...tapi....ada satu rahasia yg selama ini gue sembunyiin dari elu..."(Anggara menjeda kalimatnya...)...
Merisa tetap dgn wajah tenangnya...dan mulai serius...
..."tapi tenang...bukan rahasia tentang gue nikah lagi atau yg lain yaa...heheheh"...jarang sekali Anggara bergurau......
Merisa yg tadi sudah serius² kini berubah bengek...
"elu nikah lagi,gue potong masa depan elu ..ehehehe..."ucap Merisa...
..."Risa...entah elu udah tau apa belum,atau elu udah sadar mungkin...yg jelas kalau elu blum tau ,gue mau bilang ...gue udah jatuh cinta sama elu dari lama...mungkin kls X awal semester...cuma gue sembunyiin karena takut elu tolak,...mungkin cara gue salah...gue jahilin elu berharap kita dekat,tapi elu malah benci gue...elu ngingetin gue dgn sosok lama yg terlupakan...entah kebetulan apa nggak,mungkin dia emang elu...karena elu pernah satu sekolah bela diri sama gue...tapi gue blum pasti karena elu nggak terlalu ingat tempat elu...gue juga takut terlalu berharap itu elu...gue takut ternyata kalian beda orang,dan malah nyakitin elu...tapi akhir² ini gue trs inget 'dia' dan gue semakin percaya 'dia' adalah elu..."...
***z
oke...kita potong dulu...karena udah 2168 kata...
...●●●●●●...
...-...
...-...
...-...
...oke.....
...lanjut?...
...kasih komen dulu.....
...jangan lupa like!...
...kasih ranting 5!!!😁...
...share juga yak..😆😆...
...nggak lupa kasih dukungan😋...
__ADS_1
...mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩...