
vania terdiam dgn memandang jalan... kelihatannya aja diam, tapi jantung nya luntang luntung ingin terjatuh...
bagaimana tidak... sangat ingin ia bertanya pada pria ini... siapa dia sebenarnya??, apa sungguh dia Revaldi?mengapa vania ingin menyangkalnya jika iya...
lihat lah... selain wajah yg sedikit berbeda dan tatanan rambut...... bau farfum, cara duduk, warna mata, juga suara, itu semua Alvino...
tes... hampir saja air mata nya jatuh lagi... buru buru vania mengusap nya...
Alvino tau itu... walau mereka saling memandang kaca yg berlawanan... tapi di pantulan kaca terlihat lawan mereka...
dan dengan pengecut,lagi lagi alvino hanya bisa meremas jemarinya dan memejamkan mata untuk menutup mata atas rasa sesak di hati dan di hati gadis yg ia sayang...
"tuan, nona... kita sampai... " ucap Handika memutus suasana sesak ini...
*****
"ini villa Lenard bukan??...ups!!" terceplos begitu saja vania bertanya saat turun dan melihat villa ini..
Revaldi atau alvino hanya bisa melirik, yg dianggap vania sebagai lirikan tajam..
"sorry... alvino pernah cerita villa ini.. ia bangga karena ini villa pertamanya di luar negeri, ia membangun villa ini dgn uang yg ia kumpulkan dari kerja sama dgn Anggara... " ucap vania saat tau tatapan Revaldi..
tak menjawab... Revaldi melanjutkan jalan nya untuk masuk...
Handika yg melihat itu geleng geleng kepala... namun detik berikutnya mempersilah kan vania..
"mari nona... " ucap nya...
dan benar tebakan vania... ini memang villa Lenard.. dalam nya sama persis dgn yg di tunjukan alvino padanya... saat itu masih pembangunan... dimana alvino memberi tau desain kartun nya pada vania...
"ini memang milik alvino... jika kamu tau, berarti tau denah nya.. pilih sendiri kamar dan senyaman mu ... " singkat dan tegas kata Revaldi tanpa membalik bada melihat vania... setelah nya ia berlalu ke kamar nya...
__ADS_1
"nikmati disini nona... anda bisa meminta makanan pada maid, dan bisa beristirahat.. saya permisi nona... " ucap handikan undur diri meninggalkan vania...
"gini cara nyambut tamu?.. cih!! walau di bebaskan pasti canggung lah!! gue ini tamu bukan yg punya rumah apa lagi teman mereka.. emang mau senyaman gimana?? " kesal nya dan memilih duduk di ruang tamu di tengah tengah lantai satu itu...
vania tak sadar jika ia tengah di lihat dgn sangat dalam dari beranda lantai 2..sesorang yg hanya bisa melihat dgn tersenyum kecil dgn getir...
"kita masih sama tapi di kondisi dan tempat yg berbeda... sorry Van.. " ucap nya lalu berlalu pergi masuk kedalam kamar untuk bersembunyi...
vania yg masih disana pun mulai melihat lihat bagian dari rumah ini... sedikit bingung karena interior ini sangat persis... padahal waktu itu baru pembangunan... hrs nya setelah alvino tiada seenggak nya desain tata ruangnya sedikit berubah karena sang pemilik asli tlah tiada...
ia berjalan jalan, dari lantai bawah yg ia keliling kemudian lantai 2...dari sana ia tau seberapa dekat alvino dgn kakak nya... karena ada beberpa binkai yg di pasang...
"tunggu... kalau aku nggak salah... di samping kamar utama... ya!!!... " vania teringat sesuatu... buru buru ia yg sudah di lantai 1 naik lagi ke lantai 2...
bersamaan dgn itu... Revaldi yg baru selesai mandi mengingat sesuatu...
"kalau vania ingat, dia pasti bakal kekamar samping... nggak!! dia nggak boleh kesana... " buru buru memakai pakaian santai nya dan keluar kamar...
revaldi buru buru masuk...
"ba-bagaimana bisa??... " ucap vania sudah mulai bimbang, bingung dan sedih...
"kamu dilarang disini... " ucapan tegas dgn nada yg sama, yg vania ingat dulu slalu berbicara lembut padanya...
"Lu!!... Lu siapa?!!... nggak mungkin!! nngak mungkin!!!!... " pecah sudah apa yg ia tahan...
"alvino mati waktu rumah ini masih pembangunan!!gue percaya kalau ini memang dilanjutkan karena keinginan alvino dan memang ada peninggalan desain yg diinginkan!!... tapi... tapi ruangan ini nggak pernah ada di dalamnya!!!... kamar ini!! desain susulan yg blum jadi... gue dan alvino yg buat!! nggak mungkin kalian tau atau cuma nebak!! ini terlalu mirip!!!.. Lu siapa?!!!.. apa alvino masih hidup?!!! dia dimana... "kalap vania buru buru berjalan kearah revaldi dan menegang kerah baju revaldi...
" JAWAB!!! ''bentak vania melupakan jika ini adalah Revaldi.
"Gue nanya!! lu jawab bego!!!.. ALVIN MASIH HIDUP APA MATI HA?!!!... "" ucap vania kini brutal... bahkan mendorong Revaldi yg tak siap, dan menekannya ke dinding...
__ADS_1
pukulan pukulan di layangkan ke dada Revaldi karena pria itu tak kunjung menjawab, malah diam menerima setiap pukulan itu...
"hiks... hikss.. dia-dia masih hidup kan?!... " lirih namun mampu membuat detak jantung Revaldi seakan akan jatuh..
"Tega!!... di tega ninggalin gue-"
"nggak van... gue juga terpaksa.. " Revaldi langsung memeluk vania... memeluk tubuh itu erat erat..
βββ
guys... maafin ketikan ku yg banyak sering salah ya sekarang... keyboard aku kerestat jadi ya kayak belajar ngenal kata, juga masih otomatis ganti kata sendiri... sorry ya... kayak nama Merisa... aku udah pastika Merisa... tapi waktu baca ulang, atau udah terlanjur dikirim... waktu baca lagi ganti jadi merusak atau merida... pokoknya namanya tetep kok.. cuma ketikannya yg salah... maaf ya guyss...
-
-
...oke.....
...lanjut?...
...kasih komen dulu.....
...jangan lupa like!...
...kasih ranting 5!!!π...
...share juga yak..ππ...
...nggak lupa kasih dukunganπ...
...mau doublle eps?..vote duluπ€©π€©...
__ADS_1