
"lihat!! " pekik merisa pada anggara untuk melihat langit gelap yang membuat bulan terlihat paling mencolok..
kedua orang itu kini berada di kabin kapal pesiar itu, menikmati angin malam. pergi dari area balroom yg menyesakkan karena harus tersenyum dan menjaga sikap...
"cantik kan? " ucap merisa lagi...
"hmm... cantik! " ucap anggara sembari melihat merisa yg tengah tersenyum lebar menatap langit tinggi itu...
"tapi sayang, bulan itu terlihat kesepian karena nggak ada bintang! " ucap merisa lagi...
"semua ada saat nya merisa, bulan juga butuh privasi kan... " ucap anggara ngelantur...
"ha? " sahut merisa tak paham... ia menatap bingung anggara
"bintang akan selalu ada di belakang bulan, dan bintang akan selalu ada di sisi bulan. hanya! itu semua ada saat nya masing masing! mereka punya peran tersendiri untuk bulan...." ucap anggara menjelaskan...
merisa masih melihat menunggu penjelasan lebih lanjut, karena ia masih bingung...
"seperti kita, aku akan selalu menemani dan berada di sisi mu.tapi ada kala nya kamu menghadapi sesuatu yg harus kamu hadapi dan kamu pikirkan sendiri. " ucap anggara..
merisa mengangguk.. namun detik kemudian ia berucap..
"tapi bintang nggak bisa mati, kita bisa mati, bintang akan abadi terus melakukan silkus itu. bagaimana kita? kita mungkin bisa bercera-" cup..
"akan ku pastikan, selain bunda, kamu, dan putri kita nanti. tak akan ku biarkan yg lain singgah ke sisi ku sampai aku mati! ... " ucap anggara pasti..
"... " merisa terdiam... kemudian ia kembali menatap langit dan termenung... anggara pun ikut melakukan hal yg sama...
hingga beberapa menit kemudian, merisa kembali bertanya dan dgn tanpa melihat anggara, ia masih menatap langit...
"anggara... bagaimana jika nanti aku yg mati duluan? kamu kan bisa menikah lagi... "
"itu tak akan merubah ucapan ku! aku akan menunggu ajalku dgn merawat anak kita dan hingga ku susul kamu dgn kata 'kita bertemu lagi'.. " ucap anggara...
lagi lagi merisa terdiam, namun selan beberapa detik ia bertanya lagi..
"jika kamu yg mati duluan? aku boleh menikah lagi? " ucap merisa..
anggara terdiam sesaat... namun kemudian berucap...mata nya menatap merisa dalam..
" janji kamu bahagia, aku ikhlas! "ucap nya kemudian...
" tapi aku nggak! itu berarti nanti aku bakal nggak ketemu kamu lagi di atas sana... "ucap merisa...
anggara tersenyum...
" nggak ketemu aku juga nggak papa, yg penting aku pasti nanti tetep bakal ketemu kamu"ucap nya....
merisa tersenyum...
"emang bener ya... cinta kamu ke aku, nggak sebanyak cinta aku ke kamu... " ucap merisa tersenyum
anggara kembali tersenyum... kemudian ia merengkuh pinggang merisa dan mengecup keningnya...
"bukan cinta kamu yg nggak banyak, tapi emang aku nggak bakal ngebiarin kamu untuk yg paling mencintai, biar kamu yg paling dicintai, bukan aku.. " ucap anggara tersenyum... merisa membalas dgn memeluk nya..
cup... merisa berjinjit krmudian mengecup pipi anggara...
"nyesel banget!!! kenapa nggak dari dulu aku cinta kamu... ehehehe" ucap nya...
"emang salah aku yg nggak nembak kamu... " ucap anggara...
__ADS_1
merisa kembali tersenyum,merisa sangat menyukai sifat anggara yg nggak pernah mau membiarkan merisa merasa bersalah...
***
"Driana udah pulang?? " tanya nerisa kembali memastikan ke anggara..
"iya... tadi subuh... soal nya Rizki pamit duluan, pulang pake helikopter kekuarga nya.... " ucap anggara menjawab....
"cih!! nggak ngajak ngajak!!... " cemberut merisa...
"mungkin nggak enak hati, kamu kan tadi masih tidur risaa... " ucap anggara sembari nengelus rambut merisa...
"ishh" merisa men*desah terkejut saat leher nya di ke"cup anggara...
"sabar... bentar lagi kapal nya juga berhenti di dermaga kan? nanti kamu bisa marah marah ke driana... sekarang kamu bersih bersih ya.. " ucap anggara..
"iyaaaa... " ucap merisa dgn malas bangun dan berjalan ke kamar mandi...
***
"kita kok udah dirumah??!!.. " pekik driana...
"tadi pulang subuh subuh... gw takut elu nanti nggak bisa jalan pulang... " ucap rizki...
"ck!! emang salah siapa?!!!... gara gara elu!! metisa pasti kesel... " ucap driana...
"biarin... cuma kesel kan? bukan mau ngebantai juga! " ucap rizki...
"elu!!! " tunjuk geram driana...
"apa?!! " balas rizki dgn nada sedikit yak suka karena driana menunjuknya...
"nggak ada jatah SEMINGGU!! titik!!! " ucap driana.. ia langsung menarik selimut nya dan menutup sekujur tubuh...
"bisa!! elu maksa? gw pindah ke rumah mami!! gue aduin ke mami!! " ucap driana lagi...
"๐" rizki langsung diam...
"dan!... tidur di kamar tamu!! " ucap driana lagi...
"dri~โ
" kenapa? kata elu cuma 'kesel' kan? bukan ngebantai kan? yaudah gue ๐ฐ๐๐บ๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐๐ฒ๐น๐น!! "tekan driana...
rizki tau ia tak bisa nego lagi, akhirnya memilih keluar kamar dan menuju kamar tamu...
***
di sebuah Restoran bintang 5,Vania dan revaldi sedang duduk berhadapan, mereka akan makan siang bersama..
" elo nggak papa bukan di ruang priv? "ucap revaldi...
" nggak papa... gue malah bakal nangis lagi kalau cuma berduaan sama elo... "ucap vania....
tak lama pesanan mereka sampai.. tak ada pembicaraan serius hanya obrolan santai, tanpa mengunkit masalah tadi... pembahasan mereka tak jauh dari cerita vania tentang apa yg terjadi selama tidak ada Alvino...
tak lama kemudian makanan mereka telah habis, mereka berniat checkout, namun baru beranjak, tiba tiba seseorang dari belakang vania menyapa revaldi...
"hallo pak Revaldi... selamat siang... " ucapnya menyapa revaldi dan mendekat kearah revaldi...
seketika vania dan revaldi menegang... walau blum melihat orang itu, vania sudah tau siapa dia...
__ADS_1
"แดแดแดษช?!!! " batin vania...
".. selamat siang juga tuan Keyndra Prasetyo... " seru revaldi membalas setelah beberapa detik ngefrezz...
"vania?.. vania bukan??! " tak lama suara cempreng perempuan, yg tentu juga sama sama tk asing bagi vania, mommy nya..
"eheheh... Hai momm.. " cengenges vania...
"kalian??... " tanya serempak kedua ortu vania tersebut...
***
"jadi kalian bertemu secara kebetulan ? " ucap prasetyo..
"iya pii... papi mau tanya berapa kali sih... " ucap vania sedikit kesal karena papi nya sangat sangat peka, tau aja di bohongi. tapi tentu bukan vania kalau mengaku...
tak lama krmudun ponsel Revaldi berdering..
"maaf tuan prasetyo... " ucap revaldi sembari menunjukan ponselnya...
"oh iya iya tuan revaldi... " balas Prasetyo.
revaldi bangun dan mengangkat telp itu... meninggal kan vania sendiri bersama kedua ortunya...
"van... jgn bilang kamu naksir Revaldi??... ganteng sih... tapi keluarga Dirga aturannya ketat ketat lo... kamu emang siap jadi mantu mereka? " ucap mommy nya tiba tiba....
"ishh apa sih momm.. kan tau sendiri tadi kebetulan!!.. " ucap vania..
mommy nya tersenyum,
"ya mana tau... pertimbangkan lah vania.. cocok tuh... " ucap mommy nya lagi..
"haishh... " ucap vania...andai mommy nya tau ia pernah pacaran dgn Alvino, yg statusnya adik dari revaldi, ya walau Alvin sekarang juga revaldi.. tapi pasti mommy nya tidk akan setuju begitu saja....
"tapi vania... ati ati juga sih... anak pertama kekuarga Dirga pasti kan udah ada tunangan... " senyum mommy nya lagi... enah memberi peringatan atau tambah gencar menyuruh anak nya memepet...
tapi fokus vania pada kata tunangan...
"๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต๐ช ๐๐ญ๐ท๐ช๐ฏ๐ฐ ๐บ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ต๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ?!!... ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ญ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข??.... " batin vania...
-
๐ฝ๐ฑ๐ช๐ท๐ด๐๐ธ๐พ ๐ซ๐พ๐ช๐ฝ ๐น๐ช๐ป๐ช ๐น๐ฎ๐ถ๐ซ๐ช๐ฌ๐ช ๐๐ฐ ๐ผ๐ช๐ถ๐น๐ช๐ฒ ๐ญ๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ด ๐ฒ๐ท๐ฒ ๐ถ๐ช๐ผ๐ฒ๐ฑ ๐ท๐ฐ๐ฒ๐ด๐พ๐ฝ ๐ญ๐ช๐ท ๐ผ๐ฎ๐ฝ๐ฒ๐ช ๐ท๐พ๐ท๐ฐ๐ฐ๐พ ๐พ๐น ๐ช๐ด๐พ... ๐ต๐ธ๐ฟ๐ฎ ๐๐ธ๐พ ๐ผ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ซ๐ธ๐ท๐ท ๐ญ๐ฎ๐ฑ๐ฑ (โแโ)โโดัตโฏโค
-
-
...oke.....
...lanjut?...
...kasih komen dulu.....
...jangan lupa like!...
...kasih ranting 5!!!๐...
...share juga yak..๐๐...
...nggak lupa kasih dukungan๐...
__ADS_1
...mau doublle eps?..vote dulu๐คฉ๐คฉ...