
...karena like nambah...bakal aku panjangin buat eps kali ini...kalian banyak like...tambah panjang eps berikutnya...
...●●●...
hari Seninnya,ini sudah tepat satu Minggu driana dan Rizki kembali...Rizki sudah kembali sekolah,tepat nya di hari Kamis ia sudah kembali sekolah...
"Van!"panggil Merisa...
"iya??..."Vania menengok kearah Merisa...
"Lo masih mau duduk sebangku sama Rizki???"tanya Merisa
"iya...kan kasihan kalau nanti di butuh apa apa...dia kan belum sembuh total.."jawabnya
"tapi--"
"nggak ada tapi tapian!!"Vania langsung melihat kedepan, membelakangi Merisa...
"hufhh..."Merisa menghela nafas...
"kayaknya Vania naruh rasa sama Rizki....emm...tapi nggak mungkin deh kayaknya,keunggulan Rizki cuma tampang dingin serem doang...tipe Vania kan orang yg asikk..."batin Merisa dgn melamun melihat Vania...
"ASSALAMUALAIKUMMM..."seru alvino masuk kelas dgn ranselnya yg menggantung di bahu kirinya...di susul di belakang,Anggara dan Rizki...
"loh??gips Lo dah di lepas???"ucap vania saat melihat Rizki sudah tak di gips dan berjalan dgn normal...
"hmm.."Rizki hanya mengangguk...
"nahh...Rizki dah sembuh...Lo bisa balik ke tempat Lo yg biasanya kan??..."ucap alvino...
"iya...Lo balik aja..."Rizki menambahi...karena memang cukup membuat tak nyaman untuk rizki...Vania yg kukuh duduk di sampingnya sampai tak bisa di bantah dan alvino yg menentang keras keinginan itu...tapi apa daya?Vania adalah gadis yg manja,semua keinginan nya harus terlaksana!!!...jika dia bilang 'A'...maka 'A'!!...jika ia ingin ini...maka harus 'ini'!!...nggak bisa dirubah!!...bahkan ia rela teriak teriak agar bisa duduk di samping Rizki...semua hanya bisa pasrah dan mengiyakan permintaan Vania ..sedangkan alvino??ia hanya terus menatap tajam Rizki dan Vania dan itu membuat Rizki sangat tidak nyaman...
"tapi--"
"udah ya Van...nurut aja kali...ya??"ucap Merisa...
"hufhh..okh..."Vania nurut dan kembali duduk di bangku nya yg lama namun sangat terlihat jika Vania tak rela...
sendari tadi driana hanya diam melihat perdebatan itu...bahkan ia sudah diam dan tak berkomentar dari satu Minggu ini...ya,kalian tau driana dingin tapi jika menyangkut 2 sahabat nya ia jarang bersikap se-dingin seperti ini..
Rizki hanya melirik driana dan tepat saat itu,walau hanya sekejap tatapan mereka bertemu...hingga akhirnya putus karena driana melengos...
"ck!!...dia kenapa lagi?!!..."Rizki yg peka pasti sadar jika driana sedang kesal dalam diam...tapi Rizki tak tau apa yg membuatnya seperti itu,namun dia sadar,jika salah satu penyebabnya adalah dia...tapi apa??apa karena perdebatan soal gips??soal makan dan obat??atau soal kursi roda saat itu??sebenarnya dia salah dimana??karena yg ia tau dari semua perdebatan itu semua ber- Ending driana yg Menang,walau untuk kursi roda sedikit di beri kelonggaran.,
Rizki yg sudah mengamati semua ini akhirnya memilih untuk mengabaikan sebentar,mungkin driana akan seperti cewek lain,ngambek beberapa hari trs balik kesemula...
...●●●...
apertemen Anggara...
"hmmm...Risa..."mereka saat ini sedang duduk menikmati teh dan biskuit sembari menonton tv....
"apa?..."Merisa melihat sekilas kemudian kembali melihat tv...
"gue mau tanya...tapi jangan marah ya??"Anggara ragu ragu...
"tergantung ..tergantung dgn apa yg Lo tanyain lahh...gue nggak mau ya!..udah terlanjur janji,ternyata pertanyaan elo ngeselin tapi karena janji nggak boleh marah gue jadi harus nahan sampai pening dan kesel sendiri!!..."ucapnya...
"kok gitu!!..harusnya Lo kan tinggal bilang ' iya,tanya aja'..."
"ya..serah gue dong!!..jadi tanya nggak??..."
"hmmm....elo ada penyesalan udah putus sama Bastian??terlepas dgn hubungan kita,apa elo kemarin bakal terima Bastian lagi??"..ya, pertanyaan yg sudah pusing di kepala sendari kemarin kini terlontar juga...
Merisa langsung melihat kearah anggara...Anggara sangat khawatir jika Merisa akan marah lagi sama dia...
"nggak!..."
"ha??..."
"gue nggak akan balikan sama Bastian,entah gue dah nikah sama elu atau nggak..."Merisa kembali menatap tv...
"beneran??..."
__ADS_1
"hmm!..."Merisa mengiyakan...
ada rasa lega di hati anggara...jujur saja berarti dia ada peluang masuk hati Merisa kan??...
Merisa mengambil ponselnya...karena ada notifikasi dari salah satu grup chatnya...
"menurut lo..apa ya yg buat driana kayak mendem marah??..."
"hmm?? driana marah??"Anggara bingung..
"iya..dia walau dingin sama kalian...tapi dia nggak se-dingin itu sama kami..."
"terus??"Anggara
"ya pasti dia lagi marah...tapi apa ya yg buat dia marah??"Merisa mikir sendiri...
"cemburu mungkin!..."celetuk Anggara begitu saja...
"ha??..."
"ehem!!...mending kita tidur...dah malem...besok kan masih sekolah..."Anggara tak ingin ikut campur terlalu dalam...apa lagi ini hanya tebakan dia...bisa bisa ia malah buat persahabatan istrinya itu hancur jika ternyata tembakannya salah... ia memilih tidak meneruskan pembicaraan ini..
Anggara pergi kekamar meninggalkan Merisa yg masih duduk di sofa...
"Anggara!!"karena penasaran Merisa mengikuti Anggara masuk...
"apa??"Anggara langsung berbalik saat Merisa masuk...itu membuat Merisa hampir menbraknya...namun tentu saja dgn cepat merisa menghentikan langkahnya ..masih ada jarak satu lengan diantara mereka...
Merisa menahan nafas sejenak karena kaget akan menabrak Anggara...sungguh jika kalian pun jadi Merisa juga akan kaget...karena saat mereka berhadapan seperti ini,Anggara terlihat sangat mendominasi...
Merisa mundur satu langkah dan ber-ehem...
"ehem!!..maksud elo driana cemburu??..cemburu gimana??..."ucapnya dgn tak berani menatap Anggara...
Anggara mendekat satu langkah,dan berhenti...
"mau tau benget??.."
"ishh..kasih tau aja lahh...jangan buat orang bingung sendiri!!.,"merisa memaksa..
beberapa hari ini karena perdebatan kecil,membuat Merisa memilih kabur dan tak mau tidur sekamar dgn anggara...ya itu pun karena yg cari gara gara adalah Merisa..sebenarnya Anggara tau,itu trik Merisa agar ia bisa tidur di kamarnya sendiri dan untuk beberapa hari ini sepertinya sudah cukup untuk mengalah...
"beneran mau tau??"Anggara semakin mendekat lagi...namun Merisa menjawab juga dgn melangkah mundur....
"ishh...kok maju maju sih!!...nggak jadi deh..."berbalik dan ingin pergi...ia sadar jika kini ia telah masuk kedalam kandang macan!!..ia bisa menanyakan itu besok,yg pasti sekarang harus keluar dari kamar ini!..
"est!...udah masuk kok keluar lagi??mau kemana hmm??..."menggapai pinggang ramping Merisa menarik Merisa kedalam pelukannya...
"ishh..lepas!!gue mau kekamar gue lah!!..lepas!!!..."ucapnya memberontak karena merasakan punggung nya telah menempel dgn dada Anggara,yah walau terhalang baju itu tetap membuat nya merasa merinding..hehehe,emang Anggara setan?..
mengeratkan pelukannya,dan mendekat kearah telinga kanan Merisa...
"3 hari udah di bolehin tidur sendiri jadi lupa ya??"
degg!!..tersentak dgn ucapan Anggara dan rasa yg aneh karena bisikan nya...membuat tengkuk nya terasa panas,telinganya memerah dan jantungnya yg sudah berdegup tak beraturan..
"ang-anggara!!"ucapnya gagap karena merasakan desakan Anggara...
"apa hmm??"...
"iya iya ..gue tidur disini!!!..lepas dong!!..."ucapnya ingin lepas dari situasi ini...ia takut jika ia masih mengelak maka anggara akan semakin mendesaknya dgn tingkah yg pasti bukan sesuatu yg disukai Merisa...
melepas pelukannya dan menepuk kepala Merisa lembut...
"gitu dong dari tadi!!"ucapnya dgn senyum merekah karena berhasil membuat Merisa seperti ini...
...●●●...
Ting tong...Ting tong....
"hmm??"bingung siapa yg datang,Rizki pun mendekat kearah pintu dan membukanya..
"hai..."seru orang yang berdiri di depan pintu itu...
__ADS_1
"Vania?"Rizki bingung karena sudah malam kenapa Vania kemari...
"hmm boleh masuk?gue bawa makanan nihh..Lo belum makan kan??"ucapnya dgn tangan yg kedepan menunjukan yg ia bawa..
"hmm..masuk aja..."mempersilahkan Vania masuk...
karena malam ini entah apa yg terjadi,driana tak membawakan nya makan malam..biasanya setelah magrib driana akan datang memberi makanan dgn wajah dingin nya... kebetulan Vania datang,dia juga lapar jadi Rizki memperbolehkan Vania masuk...
Vania girang bukan main di dalam hati...
mereka pun berjalan kearah ruang makan...
"Lo ada nasi kan??..."tanya Vania..
"ada.."
"hmm?Lo bisa masak sendiri?.."vania tersenyum..
"bukan,pagi tadi driana kesini masakin nasi..."
deg!!..
"elo deket banget ya sama driana..."ucapnya dgn menata makan di meja..
"hmm"Rizki mengiyakan..karena ya Rizki bukan orang yg suka berbohong,ia bilang apa adanya..
"oh..."
saat akan duduk bersama tiba tiba bell kembali berbunyi...
"biar gue buka."ucap Rizki..
Vania mengangguk...
ceklek...Rizki membuka pintu ..
"loh driana?...gue kira Lo nggak ngantar makanan buat gue..."
"...."driana hanya diam saat melihat sepatu Vania ada di rak sepatu ..
namun didetik berikutnya ia menjawab...
"kayak nya ada tamu,nih makanannya...gue langsung balik aja"ucapnya dgn memberikan kantung kresek pada Rizki dan akan melangkah kembali...
"nggak!!..."Rizki menghentikan driana dan menarik masuk kedalam dan menutup pintu...
"kita makan bersama..."ucapnya mendorong driana berjalan kearah meja makan...
"apa apaan sih!!.."
Rizki mendekat dan berbisik..''udah!!nurut sama calon suami Napa!!.."bisik nya...
driana menunduk wajahnya jadi sedikit tertutup rambutnya...hatinya berdesir mendengar itu..
Rizki menggapai tangan kanan driana dan menariknya...
-
-
-
...oke.....
...lanjut?...
...kasih komen dulu.....
...jangan lupa like!...
...kasih ranting 5!!!😁...
...share juga yak..😆😆...
__ADS_1
...nggak lupa kasih dukungan😋...
...mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩...