Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
dua ratus sepuluh


__ADS_3

yank!!!...yank lanjutt yukkk!!...hihihihi....


...●●●...


"hihihi...dia cowok kok nyimpen beginian..."ucapnya tertawa kecil...


ia yg masih berjongkok karena mengambil gantungan kecil itu,sekarang beralih pada sebuah foto yg terjatuh terbalik...


"hmm...foto?!!..jangan jangan foto mantannya?!!...hihihi"...Merisa langsung semangat dan segera mengambil foto itu,kemudian membalik foto itu...


Deg?!!...


"ini!!..."ia membelalak kaget melihat foto itu...


"ini...ini foto Anggara??...agrhh!!.."pekik Merisa terkejut saat melihat foto itu,bersamaan dgn kepalanya yg pening mendadak...seperti ada suara 'nginggggg' bergemang di telinganya...


"iya..Risa janji nggak nangis..kan ada kak super Hero.."


"eh?kamu tadi panggil..aku apa?.."


"kak super Hero..kakak kan janji bakal lindungi aku dari orang itu.."


"agrhhhh"Merisa memegang kepalanya...


"kalau kamu bisa tangkap Risa..blewekk"


"awas ya kalau ketangkap..."


"kyaaa...ahahahaha..."


"agrhhh...ah sakit!!..."


"baaa!!...Risa datang kakk...hihihi.."


tersenyum,pria kecil di depannya tersenyum...


"ah!!...Anggara!!..."ngingg...bayang bayang kenangan bertabrakan dan mulai muncul...


"hiks hiks...Merisa nggak mau pergiii!!..."


"Risa...masa latihan mu sudah selesai...Risa nggak mau ketemu mama??"


"ka-hiks..kalau gitu aku hiks mau nulis sesuatu dulu"


..."kak..Risa pergi dulu.. tolong jgn lupain Risa, dan jemput Risa y...."...


...isi dari surat Merisa...


"hah hah hah..."Merisa terengah ngengah dan terduduk...


"dia...dia bocah kecil itu?!!...selama ini yg aku cari ada di dekat aku?!!..."ucapnya...air matanya jatuh perlahan... ingatannya kembali saat melihat foto masa kecil Anggara...


wajah Anggara kecil buram di ingatan nya...wajar saja itu ingatan gadis kecil di usia 6 tahun...


"panda kecil ini..."Merisa ingat panda kecil ini...ia langsung bangun dan pergi kearah meja riasnya..membuka laci dgn teburu buru...


"bukan disini!!"ia beralih membuka laci berikutnya...


"ketemu!!..."


boneka kecil yg juga sama berbentuk panda..panda kecil yg memakai pita di lehernya..


air mata Merisa kembali menggenang di pelupuk matanya...


**


"*ini untuk ku??"ucap Merisa kecil..


"hmm...aku minta seseorang untuk membelikan ini...lihat!...ini sepasang..."


"wahhh...apa ini yg perempuan??"Merisa menanyakan panda kecil yg miliki pita di satu sisi telinganya...


"iya...aku akan bawa yg laki laki dan kamu yg ini...'


"Wahhhh...benar untuk ku kan??....nggak boleh kamu minta lagi Lo nanti!!..."ucap Merisa kecil menerima gantungan kecil itu...


"iya..."


**


"kenapa itu selalu kamu bawa??.."


"karena ini hadiah dari mu...hihihi...tapi kenapa kamu juga selalu membawanya??"Merisa kecil menggenggam gantungan kecil itu...


"ini menjadi pengingat kamu...ini kan sepasang..."


"hmm...bagaimana kalau malam ini kita bertukar,kamu bawa yg perempuan dan aku membawa yg laki laki..."


"hmm??..."


"hanya untu malam ini...besok aku kembalikan..."

__ADS_1


"*baiklah...bawalah...aku akan bawa yg ini..."


"hihihi"


namun esoknya ternyata Merisa pulang*..


***


"dia memang anggara!!!...hiks....selama ini aku nunggu dan dia datang!!..hiks..tapi kenapa malah aku lempar pergi?!...hiks..."Merisa terduduk di pinggir ranjangnya..


ia mencari ponselnya..menekan kontak Anggara dan menghubungi Anggara...


***


"kita hampir sampai...senyapkan dan matikan ponsel kalian!..."perintah Anggara..


Anggara melakukan hal yg sama...namun saat akan menekan mode pesawat, calling masuk..


'merisa'...


"Merisa??.."Anggara mengernyit...namun di detik kemudian menekan tombol hijau itu...


"hallo??"


~anggara...kamu-...


"Anggara!!.."panggil Rizki...


"maaf Risa...nanti aku telepon balik..."


Tut...Anggara menekan tombol merah...


"siapa??...bahaya menjawab telepon di sekitar disini!!..kita bisa di lacak..."ucap Rizki..


"sorry...Merisa call..dan gue refleks jawab..."ucapnya...


Anggara menonaktifkan ponselnya...


"kita akan masuk dari depan..kalian dari belakang..."ucap Rizki memberi tahu Ferry dan Zeka...


"Alvin...sesuai rencana elu pimpin mereka...


"ish...beneran gue nih yg pimpin??...Abri Sono!!gue ngikut kalian!!.."ucap alvino masih memprotes rencana ini...


"Vin gue lebih percaya elu yg pegang mereka..."ucap Anggara ..


"apaan!!..kita bukan senjata ye..di pegang sana sini..."ucap Zeka protes...


"Ka!!.."tegur Ferry...


"tuh!!...dia aja udah kagak mau gue atur..."alvin bernego lagi...


"Vin!!.."Rizki kini sedikit memekik...


Alvin sedikit Tersentak...


"Oke!!.."langsung setuju saat mendengar teguran rrizki itu...


"bismillah...lancar ya Allah.."ucap alvino...


"yuk!!..."Alvino menggiring Ferry juga Zeka untuk mengikuti mereka...


mereka membagi diri...kini Anggara ,Rizki dan Abri...


"2 orang di pintu depan...3 di pintu samping kanan dan 3 di pintu samping kiri..."ucap Rizki setelah memantau dari jauh menggunakan Sniper...


DORR!!...


"KITA KETAUAN!!.."serangan mendadak dari belakang..


"elu urus sana!..gue urus Sana!!.."ucap Anggara...


Abri ambil posisi membelakangi Rizki dan Anggara ..


DORR!...DORR!!..dua tembakan di layangkan Abri...


"ukhh!"..tepat sasaran...


"cih!!..kacamata ini cukup membantu..."Abri membanggakan hasilnya...namun memang benar kacamata khusus ini cukup membantunya melihat di kegelapan...


"ABRI!!!...SISI KIRIII!!"peringatan dari rizki ..


DORR!..DORR!..DORR!!...DORR!!..


mereka di kepung!!...setiap satu sisi mereka tem*bak..muncul musuh dari sisi lain...seperti sengaja membuat mereka kehabisan pe*luru disini...


"gue harus mendekat!!...kalian urus disini..."ucap Anggara...


"boss..."ingin menghentikan Anggara namun Anggara sudah pergi...


"ABRI!!..Fokus!!.."ucap Rizki...

__ADS_1


ABRI kembali fokus menembak dan bersembunyi di balik satu dinding...Rizki mengendap dan berjalan kearah musuh pelan pelan..


...●●●...


"ini nggak bisa di biarin!!..mereka ke markas musuh cuma bawa beberapa rekan!!...gue harus hubungi 'Richard Marx'..."ucap driana...ia sungguh risau dan tak tenang sekarang ..firasatnya mengatakan hal buruk...


driana bangun dan pergi kearah apertemen Rizki...


Ting...pintu lift terbuka....


"dri??..."


"oh?!!...emm...risaa...hai...elu mau kemana??.."


Merisa langsung menatap curiga...


"gue mau ke supermarket..kalau elu dri??..elu mau kemana??"ucap Merisa ketika melirik angka yg di tekan driana adalah angka 1..sama sepertinya...


"aduhh...nggak mungkin gue juga jawab ke supermarket...yg ada Merisa bakal ngikut...trs kalau gue bilang mau ke apertemen Rizki...dia bakal tambah curiga...apa...apa gue kasih tau dia??.."batin driana...


*apertemen Rizki ada di lantai dasar(untuk yg lupa)


"dri??kok ngelamun??"ucap Merisa...


"bodoh amat!!..sekarang yg lebih penting harus hubungi 'Richard Marx'..."batin driana...


"gue nggak bisa jelasin sekarang...yg pasti gue ada urusan di apertemen Rizki..."driana menerobos masuk dan menekan no 1..


"ha??..apertemen Rizki??..."


Ting...pintu terbuka lagi...driana langsung keluar...di susul Merisa yg masih bingung dan butuh penjelasan...


pip..pintu apertemen terbuka...


"elu tau pin apertemen Rizki??.. sebenernya ada hubungan apa kalian??.."ucap Merisa menghadang driana masuk...


"Risa...gue buru buru...ini penting banget..."


"elu kasih tau dulu...gue tau elu bisa bobol sandi apa Apun...jika elu ada dendam...nggak perlu gini!Rizki teman dri!!.."Merisa yg salah paham jika driana sedang membobol apertemen Rizki dan berniat jahat disini...


"NYAWA RIZKI DAN YG LAINNYA TERANCAM RISAA!!!...GUE BURU BURU!!..."bentak driana pertama kalinya kepada Merisa...


"Bastian disekap!!mereka lagi selamatkan dia!!...dan gue yakin itu umpan!!..mereka nggak bawa rekan banyak!!..mereka butuh bantuan sekarang risaa..."


penjelasan singkat itu langsung membuat Merisa paham...namun ini berita buruk untuknya...


"jadi beneran pergi perang???..."batinnya...


melihat Merisa terdiam...driana menerobos masuk..


mengambil laptop Rizki yg ada di kamar...


driana mengotak Atik laptop itu...


"ishh..kenapa penuh kode sihhh..."kesal driana...


perlu waktu...karena driana harus memecahkan satu satu dari kode yg dibuat...


Merisa sadar..ini bukan waktunya down...ia menyusul driana...


"elu mau hubungi siapa??"ucap Merisa...


"Richard Marx.."


"bukany itu geng besar...apa mereka mau bantu kita??.."


"Richard Marx adalah organisasi pribadi milik Anggara,alvino dan Rizki... mereka adalah pendirinya..."


"oh!..APA?!...tenang tenang...gue butuh penjelasan detail setelah ini!!!..."Merisa terkejut...apa lagi rahasia yg di sembunyikan 3 cecunguk ini...atau hanya dia yg tak sadar selama ini?!!...


"elu hubungi geng itu...gue minta bantuan kak kavin!!!..'ucao nya ..


...●●●...


-


menurut kalian nyambung nggak??..kalian bisa bayangkan kejadian diatas kan??...mohon maklum jika kurang paham...saya sudah berusaha membuat kata kata dan deskripsi sesuai angan saya...semoga kalian paham dan nggak bingung..


-


...oke.....


...lanjut?...


...kasih komen dulu.....


...jangan lupa like!...


...kasih ranting 5!!!😁...


...share juga yak..😆😆...

__ADS_1


...nggak lupa kasih dukungan😋...


...mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩...


__ADS_2