Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
seratus tujuh puluh enam..


__ADS_3

canggung setelah kejadian itu??ya mungkin itu hanya untuk Vania...karena alvino yg menikmati itu tak menyesal akan perbuatannya...dan malah dgn terang terangan mengejek Vania akan kejadian yg terjadi setengah jam yg lalu...


"cukup!...mana barang we yg tertinggal disini!!gue mau cepet pulang..."ucapnya dgn wajah kesal karena sendari tadi di tertawakan oleh alvino..


"marah nih??..oke oke..maaf gue nggak lanjut tertawa..."ucap alvino ..


"siapa yg marah??udah!buruan balikin barang we yg ketinggalan!!..."ucapnya dgn wajah kesal sembari mengerucutkan bibir nya...


cup!...


"jangan bentuk bibir seperti itu!"


Vania yg merasa bisa membalas dendam pun malah mencari gara gara...


"kenapa??..."ucapnya dgn menghadapkan wajahnya ke arah alvino...


"hmm?mengangkat satu alisnya..sepertinya Vania meragukan nya...


melihat itu dengan cepat alvino mendekatkan wajahnya dan berbisik tepat di telinga kiri Vania...


"gue perkosa nanti!!"ucapnya dgn nada mengancam karena Vania seperti menyepelekan ucapannya


"hiii..."Vania bergidik ngeri... segera memundurkan tubuhnya,menjauh dari alvino...


"ngeri ah!!..mana cepet!!barang yg ketinggalan nya mana??...gue mau cepet pulang...lama lama disini nggak aman!!..."ucapnya dgn menutup dadanya dgn kedua lengan yg berbentuk silang..


alvino tersenyum,mendekat dan mengelus kepala Vania...


"tenang aja,gue cuma becanda...Lo kan pasti punya laki laki yg Lo harepin buat dapetin itu..."

__ADS_1


"ya tau lah!!...tau kalau endingnya Lo pasti bakal bilang 'lupain kejadian tadi,itu hanya salah paham!'...jadi Lo tenang aja..gue bukan orang yg mudah baper sama temen!.."ucap vania mengikuti nada kata alvino...


mengggeretak kan giginya...ia pun dgn sedikit kesal menarik pinggul Vania...


"ya...dan gue bakal jadi laki laki yg elu harepin itu!!!..nggak ada yg lain!!..."ucapnya...


dgn wajah yg terkejut dan posisi mendongak karena pinggulnya di tarik tiba tiba...rambut panjang yg terurai itu jadi menjuntai begitu saja...anak anak rambut yg berterbangan pelan karena tiupan AC di ruangan itu...


"Alvin..."


...****...


"merisa??..."panggil pelan Anggara dari sisi lain tempat tidur...ia duduk dgn posisi berawalan dgn tempat Merisa tapi wajahnya menghadap kearahnya...dgn pelan menepuk bahu kiri Merisa...


Merisa yg berbaring bersembunyi di balik selimut tebal tak merespon apa apa...padahal di dalam sana ia hanya melamun yg entah apa yg sedang ia pikirkan...


mendengar itu membuat Merisa dgn cepat beranjak bangun...ia terduduk begitu saja...


"maaf..."lirih tapi terdengar..


"jangan buat gue tambah rasa bersalahnya!!!..."ucap merisa...


"gue nggak bermaksud begitu...Lo nggak salah Merisa!!gue nggak bakal meminta 'itu' sebelum Lo kasih ijin!!..."ucapnya...


"pemikiran Lo ada benarnya...kita masih muda...masih banyak waktu...kita nggak perlu buru buru,jalani pelan pelan...maaf tadi gue cuma khilaf sebentar..."lanjutnya...


Merisa diam mendengarkan...ia menunduk...


"maaf juga..gue tau susah jadi elu...Lo dah tanggung dosa gue,Lo dah mau ngalah dan dengerin gue...maaf nggak bisa jadi yg terbaik..."ucapnya menunduk...

__ADS_1


"nggak!...yg salah kita menikah di usia yg terlalu muda!..usia yg masih belum terlalu dewasa..wajar Lo nggak kasih itu!itu termasuk pertahanan diri elu...lagian belum tentu kita jadi pasangan selamanya..."


"Lo mau cerai?"ucap Merisa...


"Jangan harap!!se benci apa pun Lo!jangan harap pernikahan ini berakhir!!!..."nada bicara Anggara berubah dingin dan tajam...


"maaf!...gue cuma nggak bakal biarin itu terjadi!..."ucap Anggara sembari memeluk Merisa yg menunduk...Merisa hanya diam tanpa membalasnya...Merisa malah mendekap lebih dalam kedalam dada Anggara sembari memejamkan matanya...


-


-


-


...oke.....


...lanjut?...


...kasih komen dulu.....


...jangan lupa like!...


...kasih ranting 5!!!😁...


...share juga yak..😆😆...


...nggak lupa kasih dukungan😋...


...mau doublle eps?..vote dulu🤩🤩...

__ADS_1


__ADS_2