Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
delapan puluh tujuh


__ADS_3

...inilah akhir keputusan anggara yg membuat awal baru di MULAI........


...----------------...


"kita balik sekarang!.."ucap anggara tiba tiba setelah menutup panggilan itu..


"ehh..buset dah..kata udah move on..nyata langsung pengen nyusul nih anak.."ucap alvino menyindir..


"bunda suruh balik..gue mau di nikahin.."ucap anggara sembari mengeluarkan tasnya dari dalam loker tas di atas bangkunya..


"eh buset..yg bener?!.."ucap alvino terkejut..


"emang gue kelihatan becanda.."ucap anggara sesaat menghentikan kegiatannya..


"Riz..kita balik?!.."ucap alvino memberitahu Rizki sembari berdiri menghadap bangku belakang..


"emang!..balik,ya balik..gampangkan!.."ucap Rizki


"lah..ni bocah udah beres beres aja..tunggu lah.."ucap alvino..


ternyata sembari tadi Rizki juga ikut berberes saat melihat kawannya berberes tanpa bertanya ba bi bu..memang dia kawan yg sangat pengertian!~author..


"😑"Rizki..alvino segera ikut menyusul berberes..


"eh?!..jangan bilang kalian juga mau turun di tengah jalan kek Merisa?.."ucap Sabrina..


"kalo iya?.."ucap alvino sembari berberes..


"gue udah selesai..gue mau ijin pak panitia..gue balik harus udah yak.."ucap anggara..


"iya.."


anggara pergi kearah depan bus(tempat supir)..


"assalamualaikum pak.."ucap anggara sopan.


"walaikumsalam..iya?.."ucap pak panitia..


"pak saya ingin ijin tdk dapat ikut lanjut perjalanan.."ucap anggara..


"kenapa?..kamu mau ikut ikut anak murid tadi..saya jadi heran..memang apa alasan nggak bisa lanjut?.."ucap ka panitia..


"ada urusan mendadak pak..saya sungguh sungguh pak..kalo nggak percaya bapak boleh tanyakan langsung orang tua saya.."ucap anggara sembari memberikan ponselnya..


pak panitia mengambil ponsel itu dan menghubungi bunda anggara..


"~~~~"..

__ADS_1


tut..panitia itu menutup panggilan..


"baiklah..saya ijinkan..."ucap pak panitia..


"terimakasih atas pengertian nya pak..oh..saya juga ajak teman saya pak.."ucap anggara..


"iya iya..kamu akan kami turunkan di lampu merah depan sana.."ucap pak panitia sembari menunjuk kearah depan..


"iya pak..terimakasih.."ucap anggara pergi meninggalkan tempat..


skip->


tab..Merisa melangkah turun dari helikopter..driana dan Vania mengikuti..


Merisa,driana dan Vania telah sampai di kota D..mereka menempuh perjalanan selama 1½ jam .


"Risa..ini kita kemana?..Tante tadi bilang apa?.."ucap vania..


"hmm..Van..sampai sini aja ya..elo balik ke momy elu,nanti mereka khawatir Lo..biar gue sama driana yg duluan ke sana..elu nyusul yak.."ucap Merisa..


"hmm..ok deh.."ucap vania menunduk..


sebenarnya Merisa sedikit tidak enak hati bicara seperti itu tapi bagaimana lagi?..ini urusan keluarga..bukan menganggap Vania bukan keluarga..tapi setidaknya Merisa masih harus punya privasi tentang kondisi papanya..atau setidaknya ia harus melihat sendiri dulu baru mengajak Vania..


"tapi Risa..kali ini aja Lo ya..kita itu keluarga..susah bareng..senang juga bareng..ok.."ucap vania..


tersenyum tipis "ok..ini kali pertama dan terakhir.."ucap nya..


"iya..ok sampai sini dulu ya..nanti gue kabari.."ucap Merisa..


"iya.."ucap vania...


mereka berpisah..


.....


dirumah bunda anggara..pukul 21.00


"Bun.."ucap anggara yg sudah tiba di kota D..


"nak..kamu sudah sampai?.."ucap bundanya..


"iya.."ucap anggara..


"istirahatlah dulu besok baru kita bicara.."ucap bunda anggara saat melihat wajah anggara yg butuh penjelasan..


"baik..oh iya ayah dimana?..ucap anggara..

__ADS_1


"dia sedang dinas..nanti akan pulang.."ucap bunda..


"oh.."ucap anggara..


sebelum itu..di rumah sakit..pukul 16.00


"Risa.."ucap papa Rendi dgn suara lemahnya sembari terbaring di atas ranjang rumah sakit..


"pa.."ucap Merisa berlinang air mata..


ia sungguh syok dgn kondisi papanya..


"jangan menangis sayang..papa masih bisa tahan..hahh..nak..putri yg kusayang.."ucap Rendi sembari berusaha bernapas dgn alat bantu yg menempel itu..


"iya pa..Risa disini..hiks.. "ucap Merisa sembari menggapai tangan papanya..


sedangkan di sampingnya Melani tak henti hentinya menahan Isak tangisnya..


"bisa kah papa tagih janji mu?..namun papa mohon tolong percepat...menikahlah nak..papa takut..takut tidak punya waktu yg banyak..agar bisa melihat mu menikah.."ucap Rendi..


"hiks..apa..apapun buat papa..tapi papa janji harus sembuh..ok..papa masih punya waktu..waktu papa banyak..jika papa ingin lihat aku menikah..hiks..papa pasti juga ingin lihat cucu papa kan..jadi papa harus sembuh!..hiks..."ucap Merisa menangis..


Rendi tersenyum...


"tentu saja..akan papa usahakan..tapiii..jika kamu belum menikah..bagaimana bisa ada cucu..hahhhh..."ucap nya mulai kesusahan bernapas dan merasa sakit di tubuhnya..


"pa?.."ucap Merisa khawatir..


Rendi tersenyum getir menahan sakit..


tet tet..Melani segera menekan tombol darurat di samping ranjang..segeralah dokter dan suster memasuki kamar rawat Rendi..


"tolong keluar...pasien dalam kondisi darurat ."ucap dokter itu..


-


-


-


...oke.....


...lanjut?...


...kasih komen dulu.....


...jangan lupa like!...

__ADS_1


...nggak lupa kasih dukungan😋...


...dan kasih ranting donggg😁😁...


__ADS_2