Pernikahan Muda Penuh Cinta

Pernikahan Muda Penuh Cinta
delapan puluh tiga


__ADS_3

nihh..langsung aku kirim buat kalian...


lanjutnya...


...----------------...


tak..Merisa segera membuka matanya lebar lebar dan langsung terduduk tegap...yg alhasil membuat bangku yg ia duduki jadi bergerak..ia teringat dgn kenangan 12 tahun yg lalu..disaat ia berusia 5 tahun..hari dimana ia di culik..


Vania yg terkejut dgn pergerakan tiba tiba Merisa..pasalnya Merisa baru terlelap 1 jam yg lalu..dan dirinya yg ikut bersandar di atas kepala Merisa jadi langsung tergelagap..


"kenapa?...tenang gue ada disini.."ucap driana setelah merasakan pergerakan Merisa..sebab bangku yg di tempati Merisa bergerak..tentu saja..driana yg berada tepat di belakang bangku Merisa bisa tau..


"dri!.."ucap Merisa mendongak dan melihat kearah driana..wajah Merisa terlihat sangat takut dan pucat.


driana segera mengelus punggung Merisa dari belakang..


"tenang..tenang..itu masa lalu.."ucap driana bak tau apa yg barusan dirasa Merisa..


"ta tapi..itu.."ucap Merisa tanpa sadar tangan nya bergetar..


"Merisa!..semua sudah selesai!.."ucap driana..


"..lagi pula ada gue sama vania..kejadian masa lalu dan hari ini nggak akan ada lagi..gue janji.."ucap driana yg kini sudah berada tepat di depan Merisa dan segera memeluk sahabat sekaligus sepupu nya itu..


"ia..benar apa yg driana bilang..elu nggak sendiri Risa..ada kita!.."ucap Vania yg ikut menyusul memeluk 2 sahabatnya itu..


"ehem..gue tau tadi Rizki bilangan kalian boleh lanjutin berpelukan kalian...tapi juga jangan sekarang!..bisa aneh kalo di lihat!..."ucap alvino..


"huh..urus aja urusan elu.."ucap vania dan berlanjut memeluk mereka lagi..

__ADS_1


namun tak selang beberapa lama, mereka melepas pelukan itu..


drtt..drtt..ponsel yg ada di dalam saku Merisa bergetar..tertanda ada sesuatu..


"eh?!..ponsel siapa yg bergetar?.."ucap vania..


"punya gue.."ucap Merisa sembari mengeluarkan ponselnya..


"ohh.."ucap vania..


"ini telepon dari mama..kok tumben yak?..biasanya kak Vin yg telpon..."ucap Merisa


tanpa berlama lama..Merisa mengankat telpon itu..


Hallo ma..ada apa?..~Merisa..


Apa?!...bukannya kata kak Vin beberapa hari yg lalu kalau kesehatan papa baik baik saja?..kenapa tiba tiba darurat?..~Merisa..


Kata dokter papa mu membutuhkan pendonor ginjal..namun kita sudah menunggu beberapa bulan ini..tapi sampai sekarang belum ada yg cocok..dan sekarang riba tiba kondisinya darurat..mama mohon Risa pulang sekarang ya?...~Mama Melani..


Baik ma..Risa bakal usahain pulang secepatnya..~Merisa..


Merisa menutup sambungan telpon itu..


"dri..dri..kita pulang ke kota D sekarang ya.."ucap Merisa khawatir dan gemetaran..


"hah?!..tenang dulu..tenang Risa!..coba bilang dulu..sebenarnya apa yg terjadi?..apa yg elo dan Tante bicarakan sampai elu kek gini?.."ucap driana...


"papa?!...papa dalam kondisi darurat lagi..hiks..hiks.."ucap Merisa..

__ADS_1


"apa?!...ok ok..kita pulang sekarang!.."ucap driana..


driana segera memesan tiket kereta..driana menesan tiket kereta yg menuju dari kota saat ini mereka berada menuju langsung ke kota D...


"kita ijin ke pak panitia y..elu tenang dan kemas barang kita.."ucap driana..


Merisa menunduk tak menjawab..


"tenang..kita bakal balik hari ini juga..gue yakin uncle pasti baik baik aja..ok.."ucap driana sembari berjongkok di depan Merisa yg tengah duduk..


-


-


-


hayoo..dikit lagi Lo..๐Ÿ˜๐Ÿ˜


...oke.....


...lanjut?...


...kasih komen dulu.....


...jangan lupa like!...


...nggak lupa kasih dukungan๐Ÿ˜‹...


...dan kasih ranting donggg๐Ÿ˜๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2