
"gi kantin yuk laper ni gue" revi mengajak griya ke kantin dengan bergelayut manja di tangan griya
"oke2 vi tapi jangan kenceng2 dong bisa2 budek ni kuping gue"
"sorry gi gue bersemangat banget ke kantin soalnya gue laper" sebenarnya alasan revi mengajak griya ke kantin karna dia ingin melihat seseorang yang biasa ada di kantin.
griya hanya terkekeh melihat temannya yang seperti anak kecil.
setibanya di kantin seperti biasa mereka memesan makanan, dan disana sudah ada kakak kelas yang menjadi idola para gadis dan tentunya ada jessica n geng.
"oiya rev lo mau minum apa? rev...rev... revi areeka...." griya agak mengeraskan suaranya
bukannya menjawab revi tetap fokus melihat ke arah kakak kelas itu
"ni anak udah kesambet ya..."
"Revi areeka sahabatgue yang paling imut....."
"eh iya gi ada apa..."revi menjawab gugup panggilan dari griya
"lo ngeliyatin apa si rev.."
"itu lo gi, liyat deh mereka cool banget ya.. gue mau lo di kasih satu" ucap revi sambil senyum2 sendiri
"siapa rev yang cool yang ada ngeselin"
"emang siapa gi yang ngeselin, emang lo tau mereka kaya apa?"
"engga, maksud gue waktu awal2 sekolah lo kan tau mereka itu ngeselin kan rev"
" tapi mereka ni ganteng2 lo gi, apalagi kal digo. senyumnya itu lo bikin gue pengen triak 'tarik sis semongko'"
mereka berdua tertawa bersamaan sehingga membuat orang yang ada memperhatikan mereka.
"eh gi liyat deh itu kak digo kayaknya mau kesini deh" ucap revi sambil membenarkan dandanannya...
"hai gi rev boleh gabung?"
"boleh dong kak sini dduk...." sahut revi dengan menyiapkan kursi di sampingnya sedangkan griya hanya tersenyum.
"gi, lo makannya dikit banget, hrusnya makan yang banyak dong" digo menyodorkangriya roti yang ia bawa
"makasih kak tapi gue udah kenyang"griya menyesap minumannya hingga habis
"ya udah buat lo aja rev.." ucap digo
"emm makasih ka pasti gue makan"
dari kejauhan gavin memperhatikan digo yang sejak dari tadi mendekati istrinya.
" permisi kak kita mau ke kelas dulu" griya pergi bersama revi
jam sudah menunjukan pukul 13:30 menandaka sudah waktunya pulang sekolah. saat griya menunggu bus datang seseorang menyapa griya
"hai gi, lo blm pulang"
"blm ni kak lagi nunggu busnya dateng"
"gue anter aja gi kayanya msih lama deh busnya"
"makasih kak devan tapi gue nunggu bus aja"
"ya udah gue temenin ua nunggu busnya" devan turun dari mobil sport miliknya dan mendudukan tubuhnya di samping griya.
"oiya gi rumah lo jauh dari sini?"
"ga terlalu jauh kok kak skitar 30 mnt juga sampe"
"gi katanya lo kerja di griya cake ya.."tanya devan
" emm iya kak kenapa?"
__ADS_1
"gue minta nomor lo ya biar lebih enak kalo mau beli kue tinggal telfon lo" devan menyodorkan ppnselnya kepada griya
"emm iya boleh kak"
drrrt drrtttt ponsel griya berdering dan tertulis 'unknown'
"itu nomor gue gi, lo simpen ya"devan tersenyum kepada griya
"itu busnya dateng kak, gue cabut dulu ya kak" griya hendak masuk kedalam bus
" iya gi hati2 ya" gavin memandangi bus yang di tumpangi griya hingga tidak terlihat.
******
griya memasuki rumahnya saat ia membuka pintu kamarnya griya terkejut karna gavin sudah di dalam kamarnya.
" kak gavin, ngapain lo di kamar gue?"
bukannya menjawab pertanyaan griya gavin malah mengubah topik pembicaraan.
"gue kan udah pernah bilang sama lo, kalo lo mau ganjen tunggu sampai kita berdua cerai"
entah kenapa saat griya mendengar kata cerai dia merasa seolah hatinya di tusuk2 dengan pisau yang tajam.
" kita emang nikah di karnakan perjodohan, tapi bukan berarti kak gavin bisa merendahkan gue kaya gini" griya berkata dengan suara yang bergetar
" lo bilang gue ngerendahin lo? sikap lo itu yang membuat lo terlihat rendah. lo seneng kan di deketin digo sama devan?!"
"jadi kak gavin nganggep gue rendah karna itu" batin griya dengan mata yang berkaca kaca "salah gue apa kak, gue ga ada hubungan apa2 sama mereka!"
" dan yang lebih penting mereka itu temen kak gavin, bukannya kak gavin tau kalo digo slalu ngehina gue. mungkin dia akhir2 ini agak baik karna dia tau gue istri kakak"
"dan asal kak gavin tau, walaupun kita nikah terpaksa . gue tetep tau batasan kak, karna gue sadar gue ini udah punya suami walaupun akhirnya kita bakalan cerai" griya sudah tidak bisa menahan air matanya
griya lari ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya tanpa menghiraukan gavin yang masih mematung di hadapannya dan menangis sekencang2nya..
gavin masih berada di kamar griya dengan wajah bersalahnya
"halo dig, ada apa lo telvon gue?"
"gue lagi sama anak2 ni , cepet lo kesini ke kafe biasa kita nongkrong"
"oke gue kesana" gavin menjawab dengan malas
gavin pun pergi dengan fikiran kacaunya itu. di satu sisi dia marah karna melihat griya di dekati sahabatnya dan di satu sisi gavin merasa bersalah karna melukai hati griya dengan kata2nya.
*****
" vin.." digo melambaikan tangannya ke arah gavin
"lo kenapa vin, kayanya suasana hati lo lg buruk" devan tau kalu temannya itu seperti ada masalah
"gu-gu-gue biasa aja kok, ga ada alasan yang membuat suasana hati gue ga baik" gavin beralasan
digo mendekat ke arah gavin "vin griya ada di rumah?" digo berbisik
gavin mengernyitkan kedua alisnya
"kenapa lo nanyain dia" gavin tak kalah berbisik
" ya mau gue temeninlah, kasian cewe secantik dia lo tinggal di rumah sendiri"
tanpa sada gavin menarik kerah baju digo. sontak semua temannya pun terkejut dengan sikap gavin yang tidak biasanya bersikap seperti itu.
" kalian berdua ada masalah apa?" tanya devan
"kita ga ada maslah apa2 kok, gavin cuman bercanda"
gavin menyadari sikapnya lalu melepas tangannya dari digo
"lo kenapa vin, lo kaya tadi bukan karna lo ga ikhlas gue ngedeketin griya kan?"
__ADS_1
"atau lo emang ga ikhlas karna lo udah jatuh cinta sama griya"
saat gavin ingin menjawab pertanyaan digo tiba2 devan yang mendengar kata2 digo yang menyebut nama griya devan mendekat "ada apa sama griya?"
mereka berdua menoleh bersamaan ke arah devan " gue suka sma griya.." digo langsung mengtakan itu yang membuat devan terkejut
"lo suka sama griya? bukannya lo selama ini sering ngehina dia!" ucap devan
"ya ga papa, gue manusia bro gue juga bisa berubah kali" timpal digo
" jadi gitu, gue balik kesana dlu ya"devan pergi sambil memikirkan kata2 digo
setelah beberapa jam gavin baru ingat, dia pergi tanpa pamit dan saat dia pergi griya sedang menangis
"guys gue cabut dulu ya"gavin buru2 ingin pulang
"vin lo kenapa buru2 apa ada yang terjadi dengan griya?" ucap lirih digo
"ga ada apa2 gue balik dulu"
gavin mengemudi mobil sportnya dengan kecepatan tinggi "semoga tidak terjadi apa2 dengan griya di rumah"
setelah 15 menit gavin sampai di apartment nya.
gavin mencari soso wanita di rumahnya namun dia tidak menemukannya
"apa dia masih di kamar" gavin membuka pintu kamar griya yang tidak terkunci
"gi lo masih di dalem?"
namun tidak ada jawaban dari griya membuat gavin semakin khawatir
"gi lo di dalem kan " sekali lagi gavin memastikan namun tidak ada jawaban
gavin langsung mendobrak pintu kamar mandi dan benar saja griya berada di dalam bethap tanpa melepas pakaiannya
"gi lo ngapain tidur disini" griya tetap tidak bergeming sedikitpun
gavin pun memeriksa keadaan griya
" badan lo panas banget gi" gavin mengangkat tubuh griya yang basah itu
dan membaringkannya di atas tempat tidur.
gavin segera mengambilkan obat untuk griya minum, namun griya tidak kunjung sadar dan gavin sadar kalo pakaian griya saat itu basah kuyup.
"gimana ni kalo gue ga ganti bajunya demamnya bisa tambah parah"
tanpa pikir panjang akhirnya mau tidak mau gavin menggati baju griya, dan saat gavin mulai membuka pakaian satu persatu gavin menelan salivanya dengan susah payah katna melihat tubuh polos istrinya itu.
lalu sesegera mungkin gavin mengganti dengan pakaian yang ada di lemari dan segera menyelimuti griya.
gavin sangat telaten mengurus griya yang sedang sakit sekaligus merasa bersalah.
setelah beberapa menit griya sadar dan sontak gavin langsung memeluk griya
"gi syukurlah lo udah sadar, gie khawatir"
griya mematung dengan sikap gavin
"kak, gue ga bisa nafas"
"maafin gue gi, gue ga bermaksud"
gavin memandang lekat griya. akhirnya mereka diam dengan saling beradu pandang lalu....
.
.
.
__ADS_1