Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
eposode 32


__ADS_3

Gavin tercengang dengan kata-kata Griya yang bagai petir. "kamu bicara apa sayang?" Gavin sekali lagi bertanya dengan keputusan Griya yang secara tiba2 meminta pisah darinya.


"aku pengen kita pisah kak"


"kamu becandakan sayang?"


"aku ga bercanda, aku pngen kita cerai! dan sekarang kalian pergi dari sini" Bening memalingkan wajahnya dan menyeka air matanya yang mulai jatuh


"tapi aku salah apa Gi, apa ada hal yang ganggu kamu. atau jessica ngomong macem2 sama kamu?"


"aku ga perlu jawab semua itu. kalian pergi dari sini"


Devan yang sedari tadi tidak ikut bicara, karna dia merasa dia tidak berhak ikut campur dengan urusan rumah tangga Gavin dan Griya saat ini *ada apa sama Griya semalam sepertinya baik2 aja, tapi mungkin ini emang jalannya untuk gue dan Griya bisa bersatu*


"cepetan pergi kak Gavin aku mau sendiri" Griya pergi ke kamarnya meninggalkan Gavin dan Devan di ruang tamu sedangkan Gavin masih berdiri tak bergeming sedikitpun.


*****


Griya menangis di kamarnya, dia merasa sangat hancur ketika mengucap kata2 pisah untuk Gavin.


"kenapa harus kaya gini, apa aku emang ga pantes buat kak Gavin?"


"apa emang aku ini pembawa sial?" Griya terus merutuki dirinya sendiro dengan pertanyaan2 yang ada di kepalanya saat ini.


\_\_\_\_\_flasback on\_\_\_\_\_


"mending gue beresin aja dulu sebelum bangunin mereka" Griya sibuk membereskan gelas dan tempat camilan yang ada di meja


'ting' sebuah notifikasi masuk di ponsel Gavin. Griya melirik ke arah ppnsel yang ada di atas meja "biarin ah itu kan privasinya kak Gavin" Griya lembali melanjutkan aktivitasnya.


'ting ting ting' notifikasi di ponsel Gavin terus bertambah


"tapi aku kan istrinya kak Gavin, ga papa kali ya aku intip dikit" Griya menyengir kuda


"Jessica..?"


...[chat dari Jessica ]...


●Vin, lo udah lihat artikel?

__ADS_1


●bales dong Vin


●Vin tadi gue dapet pesan dari kepsek, mending lo ceraiin istri lo. karna kalo lo tetep bertahan sama Griya lo bisa di DO dari sekolah Vin. apa lo ga mikirin orang tua lo?semua ini bisa berdampak sama bisnis keluarga lo Vin!


●saran gue lo harus cerai dari Griya Vin, lo harus perjuangin masa depan lo. karna masa depan lo bisa menentukan kehormatan keluarga lo. fikirin keluarga lo yang udah bikin lo seperti ini jangan gara2 Griya si cewe pembawa sial, lo lupain jasa orang tua lo Vin.


"Jadi kak Gavin nutupin semua ink dari aku? istri macam apa aku"


\_\_\_\_flashback off\_\_\_\_


'Tok tok tok' "sayang buka pintunya, aku tau pasti ada yang kamu sembunyikan dari aku kan"


"kak Gavin pergi dari sini aku mau sendiri, kalo kak Gavin ga pergi aku bakal lompat dari jendela"


"Ja jangan sayang, oke aku bakal pergi tapi janji sama aku kamu harus baik2 dan selalu jaga kesehatan sayang"


Akhirnya Gavin dan Devan memutuskan kembali ke apartemen Gavin.


*****


"apa yang mau lo lakuin sekarang Vin?" ucap Devan


Gavin dan Devan memasuki apartemenya yang tentu saja sudah di tunggu oleh Digo dan Revi.


"mana Griya kak?" Revi celingak celinguk mencari leberadaan Sahabatnya itu


Gavin hanya diam dan tertunduk di sofa


"Griya ga ikut balik kesini Rev" tutur Devan


Revi dan Digo saling memberi isyarat karna sama2 bingung dengan ucapan Devan.


"gue ga paham , apa maksudnya Dev?"


"Griya minta cerai dari gue"tukas Gavin


"apa?" Revi dan Digo membulatka kedua matanya.


"terus lo terima gitu kak?"

__ADS_1


"gue ga sebodoh itu sehingga gue nurut sama ucapan Griya yang jelas2 ada yang di tutup2in Rev"


"Gue bakal usut semua ini, gue ga akan lepasin istri gue" Gavin menekankan kalimatnya.


Mereka semua mulai berfikir apa penyebab dari keputusan Griya.


"apa Griya udah tau masalah artikel itu Vin?" ucap Devan


"gue rasa belum Dev, kalaupun dia tau. dia ga mungkin gegabah ngambil keputusan kaya gitu"


Digo dan Devan terus menerka-nerka alasan2 yang memungkinkan Griya sepeeti itu sedangkan Gavin masih mencari taunya di dalam fikirannya.


"aduh.. gue mumet deh kalo harus mikir yang gue sendiri ga paham" tiba2 Revi mengagetkan tiga pria itu dengan celotehan cemprengnya itu.


"otak lo itu emang ga nyampek Rev, mending lo diem dari pada bikin kita bertiga ikutan mumet kaya lo" tukas Digo


"masa iya sih otak gue ga nyampek" Revi menoyor kepalanya sendiri sehingga membuay Digo tertawa


"Ini bukan waktunya buat ketawa Dig" Gavin menatap Digo dengan tatapan esnya yang lama menghilang setelah ia jatuh cinta dengan Griya


"iya Dig, lo malah main2" sahut Devan


"iya sorry2, nih gara2 Revi yang bikin gue ketawa"


"ih apaan emang gue badut?" tukas Revi


" me ding kalian berdua jadian deh, kalian itu cocok" ucap Devan


Digo dan Revi saling adu pandang dengan tatapan mengintimidasi satu sama lain.


.


.bersambung


.


terus like coment dan vote ya readers kesayangan author +kan favorite juga ya


\_\_\_\_Gomawo\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2