
Gavin dan Griya memutuskan untuk pergi ke kantor milik ayah Gavin. dan ingin menjelaskan semuanya kepada pak Cakra.
saat ingin masuk ke ruangan ayahnya Gavin bertemu dengan mery sekretaris ayahnya
"mer, papa ada di dalam?"
"maaf Pak Gavin, Pak Cakra sedang keluar bersama teman bisbisnya. ada yang bisa saya bantu pak"
"kalau gitu biar gue nunggu papa di dalam, oh iya nanti bilang ke istri saya saya ada di dalam"
"memang istri Pak Gavin ada di mana?"
"dia lagi ke toilet "
"oh baik pak, apa pak Gavin mau minum seauatu biar saya buatkan"
"boleh, tolong bikin dua jus jeruk ya mer"
"oh baik pak kalau gitu saya permisi"
saat Mery keluar dari ruangan pak Cakra Mery bertemu dengan Griya
"maaf mb Griya ya?"
Griya mengernyitkan dahinya pasalnya dia tidak pernah bertemu apa lagi mengenal wanita itu. "iya benar, ada apa ya mba?"
"begini mba, tadi pak Gavin berpesan sama saya kalau saya bertemu dengan mba Griya saya di suruh menunjukkan ruangan pal Cakra karna pak Gavin menunggu mba disana" Mery sambil menunjuk ruangan pak Cakra.
"oh iya makasih mba"
"kalu gitu saya permisi mba Griya" Griya mengangguki ucapan Mery
'ceklek' Griya masuk dan melihat Gavin yang sedang sibuk berkutat dengan ponselnya
"sayang kamu baru dateng"Gavin membuka obrolan terlebih dulu
"iya, eh tapi kayaknya ponselku ketinggalan di toilet deh. aku ambil bentar ya kak"
"hemm. hati2 ya sayang cepet balik" Griya mengangguk dengan senyum semanis mungkin
setelah kepergian Griya ke toilet Mery datang membawakan dua gelas jus sesuai permintaan Gavin.
"aw....." saat meri ingin memberikan jus kepada Gavin tuba2 mery terpeleset dan di tangkap oleh Gavin. dan kebetulan saat Griya kembali dari toilet dia melihat posisi suaminya yang sedang berpelukan dengan mery.
"Kak Gavin"
Gavin terkejut saat mendengar suara Griya " i-i- ini bukan seperti apa yang kamu kira sayang"
"kalau gitu kamu bersihkan kemeja kamu dulu kak itu kena jus"
"tapi kamu percaya sama aku kan syang"griya mengangguki ucapan Gavin
"yaudah aku ke toilet dulu"
karna toilet yang ada di ruangan ayahnya masih dalam renovasi jadi Gavin menggunakan toilet umum.
setelah beberapa menit Gavin kembali dari toilet. dan tak lama kedatangan Gavin di susul dengan kedatabgan pak Cakra .
"ada urusan apa kalian kesini...?"
"kami mau membahas yang kemaren Pa" Gavin langsung menjawab pertanyaan pak Cakra tanpa basa basi.
"baik papa akan manbantu kalian untuk menyiapkan perpisahan kalian, sebenarnya papa tidak rela kehilangan menantu seperti Griya. tapi apa boleh buat, papa tidak ingin mengorbankan masa depan Griya"
__ADS_1
"tapi kami ga mau pisah pa"
"apa maksud kamu Vin, kamu ga boleh main2 dengan keputusan ini. "
"iya pa kami ini udah saling cinta, tapi papa kemaren ga mau dengerin kami"
"apa benar apa yang di katakan Gavin nak Griya?"
"emm iya Pa"
Pak cakra langsung memeluk Griya dan Gavin "ini baru anak2 Papa, Papa tau kamu ini istri yang tepat untuk Gavin"
ketika Gavin dan pak Cakra berbahagia entah apa yang di fikirkan Griya, Griya justru hanya tersenyum getir.
"Sayang ayok kita makan malam bareng" pak Cakra mengajak Griya dan Gavin makan malam di rumahnya
"tentu Pa, Gavin dan Griya pasti dateng"
*****
pukul 19:00 Gavin dan Griya tengah bersiap2 untuk makan malam bersama orangtuanya.
"sayang kamu udah siap?" Gavin tiba2 masuk ke dalam kamar dan melihat Griya yang sudah bersiap dengan pakaiannya yang rapi
"udah..."
"ayo kita berangkat sekarang"
Gavin menggandeng tangan Griya dan menuntunnya untuk menaiki mobil. Gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
Setelah 35 menit mereka sampai di kediaman Adhitama.
Gavin membukakan pintu mobil untuk Griya.
'ceklek'
"sayang kalian udah dateng, ayo masuk syang mama udah siapin makanan kesukaan kalian."
"mama ga perlu repot2 begini ma"Griya merasa tidak enak karna merasa merepotkan ibu mertuanya
" ga repot kok sayang, ayo duduk kita mulai makannya"
Di situ sudah ada Gavin dan pak Cakra yang siap dengan piringnya.
mereka mulai menyuap makanan ke dalam mulut mereka.
"emm masakan mama ga berubah, pokoknya paling the best"
" oh gitu jadi masakan gue ga enak" batin Griya
"iya ini kan spesial buat anak dan menantu mama dong Vin"
"sayang.. udah ada kabar baik belum ni buat mama??"
Gavin dan Griya saling menatap satu sama lain, karna mereka tidak mengerti dengan ucapan ibunya.
"ih kalian udah mau kasih mama cucu belum"
'uhuk uhuk' Griya tersedak makanan karna ucapan mertuanya.
"ini sayang kamu minum.. kamu hati2 dong sayang"
"Mama si pakek bahas itu, menantu kita jadi malukan" ucap pak Cakra
__ADS_1
"emang salah ucapan mama, kalau mereka udah 'eghem' kan berarti udah maj kasih cucu song pa"
"apa nya yang eghem2 si ma, kita belum ngapa2in kok" Gavin berbicara apa adanya dan berhasil membuat Griya tersipu malu.
mereka melanjutkan obrolannya di ruang keluarga setelah selesai dengan acara makan.
"Pa Ma Gavin sama Griya pamit pulang dulu ya soalnya besok harus sekolah jadi kami harus tidur cepet"
"iya hati2 ya sayang, jagain istri kamu. awas aja kalau kamu bikin Griya sakit hati"
" iya pasti ma, Gavin pasti jagain Griya karna Griya itu hidup Gavin ma"
"sekarang anak mama udah pinter gombal ya" bu irma menggoda Gavin yang mulai terang2an menunjukkan keromantisannya
"apaan sih ma, ya udah kami pulang dulu ya ma"
" iya mama jaga kesehatan ya ma, Gruya sayang mama" griya memeluk bu irma dengan erat
"jadi sama Papa ga sayang ni.." pak Cakra menimpali ucapan Griya
"sayang dong Pa" Lalu griya bergantian memeluk ayah mertuanya.
Dalam beberapa menit Gavin dan Griya sampai di apartement, dan mereka langsung menganti pakaian mereka dengan piyama tidur.
Gavin tiba2 memeluk Griya dari belakang dan mencium pundak Griya dengan lembut.
"kak Gavin..." Griya sedikit terkejut dengan kedatangan Gavin dari belakang
"Gi aku sayang banget sama kamu, aku mau kita kaya suami istri yang sebenernya"
"hah apa kak Gavin mau meminta haknya sekarang?" batin Griya
Gavin menuntun Griua ke tempat tidurnya dan saat Gavin ingin mendekatinya tiba2 griya berdiri.
" aku mau kita pisah kamar kak "
"apa maksud kamu sayang, apa kamu belum bisa nerima aku sebagai suami kamu "
"bukan kak, sebenarnya aku cinta banget sama kak Gavin. mingkin perasaan aku lebih besar dari perasaan kak Gavin ke aku, tapi aku punya alasan untuk itu kak"
"tapi apa alasannya sayang, apa karna kita masih sekolah? tapi kita udah sah jadi suami istri kan sekarang?"
"aku bingung kak sama rumah tangga kita, kenapa setiap kita akan memulai semuanya. selalu ada yang buat aku ragu. mending sekarang kakak jauhin aku"
Gavin bagai di sambar petir saat mendengar kalimay terakhir dari Griya.
.
.
.bersambung
.like
.Coment
.Vote
.and Favorite
.
.
__ADS_1