
Hari berlalu begitu cepat, masa hukuman Griya dan Gavin pun usai. hari ini mereka kembali di perbolehkan untuk bersekolah seperti biasa.
Gavin membukakan pintu mobil untuk Griya, sedangkan Revi sudah menunggunya .
"Gi buruan gue laper ni" Revi langsung menggandeng Griya dan langsung berjalan menuju kantin sekolah.
"iya bentar Rev.."
"oh iya Gi, gue kangen banget bisa kaya gini. lo si Gi pakek acara di skors."
"ya gue juga ga mau kali Rev di skors, bosen banget di rumah"
"bosen apa bosen" Revi menggerakkan alisnya ke atas dan ke bawah untuk menggoda Griya
"ya bosen lah Rev di rumah gue ga bisa ngapa2in "
"tapi lo kan bisa manfaatin buat lebih deket suami lo Gi"
"iya sih Rev tapi gie bosen ga bisa denger suara lo yang cempreng"Griya mencubit gemas pipi Revi
"ih sakit tau Gi.." Revi mengerucitkan bibirnya sambil mengusap-usap pipinya yang merah
Saat mereka sedang asik berbincang tiba2 Jessica n geng datang menghampiri Griya dengan Revi.
"hai Gi.. akhirnya lo masuk lagi ya"
"hemm" Griya hanya tersenyum kepada Jessica
"eh upik abu, lo ga ada kapoknya ya bikin masalah terus buat Gavin." ucap Franda.
"apa lo bilang upik abu? lo ga tau siapa Griya?" sahut Revi namun Griya menahan Revi untuk tidak memberi tau siapa dirinya di hadapan Teman sekolahnya .
*apa yang lo katakan Fran, lo bisa malu kalo lo tau siapa cewe upik abu ini sebenernya* batin Jessica yang memang sudah tau siapa Griya sebenarnya.
"Diem Fran biar gue yang ngomong sama Griya" ucap Jessica
"Gi apa lo udah pertimbangin apa yang lo lakuin sekarang? lo tetep bertahan sama pernikahan kalian walaupun itu bisa hancurin masa depan Gavin dan keluarganya?"
"masalah itu lo ga perlu ikut campur Jess, karna papa mertua gue udah urus semuanya"
__ADS_1
Jessica yang mendengar hal itu merasa sangat terkejut, karna apa yang dia harapkan gagal total.
"sejak kapan semua itu beres, perasaan kemaren masih panas2nya"
"itu yang lo harapin, tapi kenyataan tak seindah khayalan lo kak Jessica moella haha" Revi meledek Jessica dan langsung menarik Griya pergi.
Jesssica kesal dengan ucapan Revi yang terang-terangan meledeknya. "dasar anak kecil brengs*k" Jessica mengepalkan kedua tangannya.
******
Saat itu Devan memeperhatikan gerak gerik Griya yang berada di kantin bersama Revi, Digo yang menyadari itu langsung menegur Devan.
"elo bener2 ga bisa lupain Griya Dev?" tanya Digo.
"gue ga perlu jelasin semua itu sama lo Dig."
"tapi apa yang lo lakuin ini salah Dev, Griya iti isyri Gavin! ga seharusnya lo cinta sama dia"
" gue tau Dig, dan gue bakal buktiin kalo Griya itu ga hamil"
"jadi lo ngawasin Griya dari tadi karna hal itu?"
"hemm"
"kalian lagi ngobrolin apa, kelihatannya ada yang serius?" tanya Gavin penuh selidik.
"ini Vin gue lagi ngomongin Revi, Revi kalo di lihat2 lama-lama lucu juga. iya kan Dev"
" jadi lo mulai suka sama Revi Dig?" ucap Gavin
"belum sejauh itu Vin, gue baru bilang kalo dia lucu bukan berarti gue suka sama dia Vin"
Gavin hanya mengangguk memdengar penjelasan Digo, walaupun semua itu hanya kebohongan belaka.
"gue tinggal bentar Dig, Dev."
Gavin berpindah untuk menemui istrinya yang sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya sembari memakan makanan ringan yang ada di menu kantin sekolah.
"sayang kamu udah makan?" Griya yang mendengar itu langsung mengisyaratkan kepada Gavin untuk mengingat apa yang sudah mereka sepakati waktu lalu.
__ADS_1
"emm kamu udah maka belum Gi" Gavin mengulang pertanyaannya dengan beda panggilan terhadap Griya. karena merwka sepakat kalau di area sekolah merwka tidak boleh memanggil dengan sebutan sayang.
"iya udah kak, kalo ka Gavin gimana..?"
"udah Gi.." Gavin tersenyum lalu duduk di hadapan Griya.
"ehem ehem" salah satu teman Griya berdehem sehingga membuat Griya malu, namun berbeda dengan Gavin. Gavin malah terlihat santai.
"pasangan kita yang satu ini uwuw banget ya... sampek2 kita disini ga kelihatan girls" ucap Revi
"iya ni jiwa kejombloan gue meronta-ronta langsung pengen nikah" ucap sasha salah satu teman sekelasnya.
"tu kan kak jadi di ledekin, udah kaka balik ke meja kak Gavin gih" Griya mengerjapkan matanya mengisyaratkan Gavin untuk pergi dari tempatnya dduk bersama teman2nya..
Gavin mendekatkan wajahnha ke telinga Griya " iya sayang, nanti kita lanjutin ini di rumah" bisik Gavin.
"aaa... otw meninggoy gue girls kalo gue di deketin cowo paling tampan kaya gitu" ucap karin menggoda Griya.
Devan sangat resah melihat Gavin dengan Griya semakin romantis. obsesi untul mendapatkan Griya semakin besar. enatah apa yang akan Devan lakukan untuk mencapai tujuannya itu.
"gue cabut dulu Dig, gue ada urusan" Devan pergi begitu saja.
" lo mau kemana Dev? "
"shit, apa yang mau lo lakuin Dev.." Digo mengacak rambutnya asal
" elo kenapa Dig" Gavin menepuk pundak Digo
"emm anu gue.. gue lupa kalo gue harus ambil buku di perpus buat bahan tugas Vin. gue cabut dulu ya" Digo pergi dan langsung mengikuti kemana Devan pergi.
" dasr playboy cap tikus, pasti dia alasan mau ke perpus cuma mau berduaan sama gebetan barunya" Gavin menyunggingkan senyumnya.
.
.bersambung..
terus dukung karya aku ya teman-teman tibggalkam jejak kalian deengan vote,like,coment dan tambahkan sebagai favorite kalian.
jangan lupa mampir di Power of Fangirl ya guys.. ceritanya ga kalah seru kok.. okey👌😊
__ADS_1
.
.