
Karena Griya masih dalam masa hukuman, Griya memutuskan untuk pergi ke tokonya untuk melupakan sejenak masalahnya.
Hari itu Griya pergi ke tokonya dengan mengendarai mobilnya tanpa supirnya saat melintasi jalanan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan roda empat dan roda dua yang cukup ramai, Griya hampir saja menabrak seseorang yang menyeberang karna sibuk melamun.
'shiiiittt'
Griya turun dari mobilnya untuk melihat keadaan seseorang yang hampir dia tabrak "mama?" Griya terkejut saat tau seseorang yang hampor sia tabtak adalah ibu mertuanya.
"sayang, kamu mau kemana. apa kamu tidak berangkat ke sekolah?" bu Irma bertanya sambil membenarkan bajunya yang sedikit kotor terkena debu.
"eemm ini ma Griya izin karna sedikit ga enak badan, oh iya mama mau kemana kok jalan kaki?"
"apa kamu sakit sayang, ayok mama anter ke dokter biar kamu di priksa sama dokter."
"ga perlu ma, aku ga papa kok ma. oh iya mama mau kemana" Griya sekali lagi bertanya kepada ibu mertuanya akan pergi
"oh ini mama lagi mau cari buah durian sayang, itu disitu kayanya duriannya bagus2" ucap bu Irma sambil menunjuk tempat pedagang buah durian
Bu Irma tiba2 celingak celinguk seperti mencari keberadaan seseorang. ya bu Irma memang sedang mencari keberadaan Gavin yang tidak ia lihat dari tadi " Gavin mana sayang, apa dia ga ikut?"
"itu ma kak Gavin berangkat sekolah" Griya terpaksa berbohong agar ibu mertuanya tidak tau tentang masalah yang sekarang sedang menerpa rumah tangganya dengan Gavin.
"emm ya udah ayok kamu ikut mama sebentar sayang.."
Griya dan bu Irma akhirnya berada di sebuah toko buah. bu irma langsung membeli beberapa buah Durian.
"huuwek..huuwek" Griya tiba2 muntah saat mencium aroma durian
"Sayang ada apa sama kamu.. kamu sakit sayang, ayok ke rumah sakit sekarang"
Namun Griya menolak di bawa ke rumah sakit, Griya malah minta di antar pulang dan mengurungkan untuk pergi ke tokonya.
Akhirnya Griya terpaksa minta di antar ke apartment Gavin dan selang beberapa menit mereka sampai.
Saat membuka pintu apartemen bu irma terkejut saat melihat Gavin yang berada di rumah dengan Digo dan juga Devan.
"loh Vin kami di rumah... tadi Griya bilang kamu sekolah"
*aduh aku lupa ga ngasih tau kak Gavin lagi kalo aku bilang kak Gavin sekolah* Griya menggigit bibir bawahnya karna merasa panik.
"oh ini ma, hari ini sekolah pulang cepet"Gavin bukanlah seseorang yang bodoh, jadi dia langsung tau apa yang harus ia katakan terhadap ibunya.
__ADS_1
"huwek..huwek.." lagi2 Griya merada ingin muntah..
"sayang kamu kenapa?" Gavin terlihat sangat khawatir melihat keadaan Griya yang terlihat pucat
"iya gi, lo kenapa" ucap Digo dan Devan.
"syukurlah...ini pasti jawaban dari doa2 mama selama ini Vin"
"apa maksud mama?" semua bingung dengan ucapan bu Irma
"apa mama doa supaya istri Gavin sakit?"
"ngawur kami Vin kalo ngomong, ga mungkin dong mama doa yang jelek buay anaknya.. "
" terus doa apa ma.."
"pasti mama bentar lagi dapet cucu.."
"apa, cucu..?Devan tiba terkejut dengan ucapan bu Irma.
"iya cucu..."
Griya membulatkan kedua matanya dengan sempurna, Griya lalu menarik Gavin "ma permisi Griya mau bicara sebentar sama kak Gavin"
" iya sayang.. hati2 ya jalannya"
ketika audah dirasa tidak terdengar dengan ibu mertuanya Griya langsung mengucapkan apa yang ingin iya katakan.
"kak Gavin apa2an si, pakek bilang kalo aku hamil"
"ini semua demi mama sayang.. aku ga mungkin nvecewain mama"
"tapi kak Gavin mana mungkin aku bisa hamil bahkan kiya ga pernah ngapa2in. dan sekarang kita udah mau pi.."
"ssttt jangan sayang jangan ucapin itu, aku mau kita tetap bertahan. aku tau apa alasan yang bikin kamu kaya gini" Gavin meletakkan jari telunjuknya di bibir Griya untuk menghentikan ucapan Griya.
"aku tau kamu mau kita pisah karna chat dari Jessica kan?"
"kak Gavin tau darimana, bahkan chat itu udah aku hapus"
"semua itu ga susah buay aku Gi, kamu lupa siapa suami kamu? jadi le ih baik kita hadapin ini bareng2 "Gavin memeluk Griya dengan erat begitupun dengan Griya.
__ADS_1
"jangan nangis sayang, selama ini yang aku tau kamu ini kuat. jadi kamu ga boleh lemah hanya karna ucapan Jessica yang ga penting."
"tapi apa yang Jessica bilang itu bener kak, masa depan dan kehormatan keluarga Adhitama ada di tangan kaka"
"justru itu sayang, kalo maslah kecil kaya gini aja aku ga bisa hadapi, apalagi nanti kalo aku udah mimpin perusahaan? aku butuh kami untuk bimbing aku di masa depan sayang.."Griya langsung memeluk Gavin sangat erat dengan air mata haru yang mangalir deras di pipinya .
Gavin dan Griya kembali ke bawah untuk menemui ibunya.
"maaf menunggu lama, tadi Griya tiba2 ngidam pengen di manjain sam Gavin ma"
"apaan si kak" Griya memukul dada Gavin dengan lembut "kak Gavin becanda ma, lagian kan Griya belum tentu hamil ma"
"tapi mama yakin pasti kamu hamil sayang, ya udah sayang mam pulang dulu ya mama mau kasih tau sama papa kalian dulu" bu irma peegi dwngan senyum mengembang di bibirnya.
"emang bener lo hamil Gi?" ucap Devan
"pasti dong Dev" sahut Digo dengat tiba2
"iya istri gue pasti sedang hamil Dev, ya udah ayok kita bahas soal gimana caranya supaya masalah gue cepet beres" tutur Gavin.
Mereka kembali mencari solusi untuk menyelesaikan maslahnya, namun Devan sering terlihat melamun.
*gue yakin Griya ga hamil, gue harus buktiin itu* batin Devan
.
.
.bersambung
. .terus like coment vote dan tambahkkan sebagai favorite kalian ya. .
.
.terimakasih yang selama ini masih setia baca, author bakal usahain supaya kalian ga nyesel baca cerita ini okey. . 😁😊
.
. . ini Griya sama Gavin kalo lagi bareng ya guys.. serasikan . .
__ADS_1