Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
episode 38


__ADS_3

Malam itu menjadi malam kemenangan bagi Devan dan juga Jessica. mereka semakin gencar dengan rencana-rencana yang mereka rancang untuk menghancurkan rumah tangga Gavin dan Griya.


Dua hari sudah camping mereka lalui dengan lancar, dan hari ini mereka mengadakan pertandingan antar regu. siapa yang lebih dulu memenangkan pertandingan ini akan mendapat keuntungan, yaitu di layani oleh regu yang kalah.


Kali ini hanya khusus siswi-siswi yang mengikuti pertandingan balap sepeda. diamana Jessica dan gengnya sudah merencanakan sesuatu untuk Griya tanpa sepengetahuan Devan.


"Jess gue udah lakuin apa yang lo minta, kali ini lo pasti bisa ngalahin Griya." ucap Franda


"kerja bagus, kita lihat apa yang terjadi sama si cewek upik abu itu" Jessica tertawa dengan teman-temannya dan perlombaan pun segera di mulai.


Saat mereka melintasi jalanan yang menurun ternyata rem sepeda Griya blong dan hal itu langsung membuat Griya panik dan terjatuh.


Griya tidak sadarkan diri, sedangkan Jessica langsung berhenti dan mengecek keadaan Griya.


"girls Griya pingsan" ucap Jessica


"pingsan apa tewas?" ucap franda di iringi gelak tawa.


"apa yang kalian lakukan sama Griya kenapa Griya bisa kaya Gini?" ucap Devan yang muncul tiba-tiba. tanpa di ketahui Jessica Devan yang sedari tadi memantau berjalanannya pertandingan sangat marah dengan apa yang di lakukan Jessica dan gengnya.


"kita cuman kasih pelajaran sedikit buat cewe songong ini kol Dev" ucap Franda


"gue udah bilangkan sama kalian jangan apa-apain Griya, dan lo langgar semua perjanjian kita Jess" wajah Devan berubah menjadi merah padam karna amarahnya yang tentu saja membuat Jessica dan teman-temannya menciut.


"gue bakal bikin perhitungan sama kalian!"


"lo ga bisa berbuat apa-apa sama kita Dev, karna kalo sampe lo berani macem-macem. gue ga segen buat bilang sama semuanya kalo kita yang udah rencanain semua ini, biar kita sama-sama hancur. ngerti!" ancam Jessica dan langsung berlalu pergi dengan teman-temannya.


"sial, kenapa gue harus kerja sama dengan cewe gila seperti Jessica?!" Devan memijat dahunya yang tak pusing.


Sementara dengan perasaan bersalahnya Devan langsung membawa Griya ke camp dengan mengendongnya.


Semua terkejut melihat Devan membawa Griya dengan keadaan tidak sadarkan diri.


"ada apa sama Griya kak?" ucap Revi khawatir.


"dia jatuh dari sepedanya dan sekarang lebih baik lo panggil petugas medis untuk menangani Griya secepetnya.


Revi tak menunggu lama langsung membawa seorang dokter yang memang sengaja ikut ke camping untuk keadaan darurat.


"Vin ayok kita cek keadaan Griya" ucap Digo.

__ADS_1


"lo aja yang kesana, gue disink aja"


"elo kenapa si Vin, Griya itu masih istri lo! ga seharusnya sikap lo kaya gini" ucap Digo sedikit membentak Gavin.


"ini urusan gue sama Griya, lo ga perlu ikut campur Dig"


"terserah lo Vin" Digo langsung berlari untuk melihat keadaan Griya.


Digo langsung memasuki tenda dimana Griya di rawat disitu terlihat Devan yang sangat mengkhawatirkan Griya.


"bagaimana keadaan Griya Dev?" tanya Digo.


"Dokter bilang Griya cuma shok dan sebentar lagi dia pasti akan sadar." ucap Devan.


"kenapa Griya bisa sampai kaya gini Dev?"


"rem sepeda Gruya blong dan di turunan Griya langsung terjatuh dan langsung ga sadar sampe sekarang Dig"


Griya mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan mulai terbangun dari pingsannya. dan hal itu di sadari oleh Digo.


"Gi lo baik-baik aja kan? gue siapa ? ini berapa?" Digo terus mencerca Griya dengan pertanyaan-pertanyaan yang kekanak-kanakan.


"udah kak Digo stop, gue baik2 aja!" ucap Griya.


"kak Digo please jangan sebut nama itu di hadapan gue" ucap Griya dengan nada sendunya.


Devan yang mendengar itu langsung mendekay ke arah Griya dan Digo.


"tapi Gi, Gavin itu suami lo!" ucap Devan


"gue tau kak Devan tapi gue ga mau bahas ini" Griya memalingkan wajahnya terhadap Digo dan Devan.


*akhirnya lo sadar Gi kalo Gavin itu emang ga pantes buat lo* batin Devan.


" Griya akhirnya lo sadar juga.." Revi datang dengan membawa minuman untuk Griya.


"menurut lo gue koid gitu Rev..?" ucap Griya menggoda Revi yang sangat panik.


"ih Gi lo ga boleh bilang gitu, gue benaran khawatir tau sama lo" Revi


memeluk Griya dengan erat.

__ADS_1


******


Akhirnya kegiatan camping selesai dan hari ini mereka pulang . kesesokan harinya mereka kembali menjalani kegiatan sekolah seperti biasa.


Griya berjalan sendiri ke kantin tanpa di temani Revi, Jessica yang melihat itu tidak melewatkan kesempatan untuk mengganggu Griya.


"kasian banget si lo Gi, udah sakit suami malah asik sama cewe lain"


"apa maksud lo kak?"


Jessica mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto Gavin yang sedang main gitar bersama dirinya juga teman-temannya di saat mereka camping.


Griya tersenyum miring kepada Jessica "udah ngomongnya kak? kalo gitu gue permisi"


Saat Griya ingin meninggalkan Jessica, Jesica menahannya dengan memengang lengan Griya. dan saat dia melihat kehadiran Gavin dan teman-temannya Jessica langsung melancarkan rencana busuknya.


'brughh'


"aw.... lo tega banget si sama gue Gi"


Jessica berpura-pura terjatuh.


"apaan si kak ga usah drama queen deh" ucap Griya.


"apa yang lo lakuin sama Jesaica Gi" ucap salah satu teman Gavin yang saat itu bersama Gavin.


"lo ga papa Jess?"


"badan gue sakit semua.." Jessica bangkit dengan badan yang sedikit sempoyongan.


dan tiba-tiba Franda ingin menampar Griya dan langsung di tangkis oleh Gavin.


"jangan sentuh istri gue!"


semua orang yang ada di tempat tersebut bingung dengan sikap Gavin yang mendadak kembali seperti Gavin yang dulu.


.


.bersambung..


like coment dan vote yya guys tambah sebagai favorite kalian.

__ADS_1


.


__ADS_2