
Pagi itu Griya dan Gavin berangkat ke sekolah dengan kendaraan masing-masing. kali ini Griya memutuskan untuk tidak menutupi jati dirinya yang sebenarnya dengan membawa mobil sport miliknya ke sekolah.
Kali ini Bukan Gavin yang menjadi pusat perhatian di sekolahnya melainkan semua mata tertuju pada Griya yang berpenampilan berbeda dengan mengemudikan mobil sport miliknya.
"Jadi upik abu udah ga nutupin siapa dia yang sebenarnya dari semua orang?" ucap Jessica
"apa maksud lo Jess?" tanya Franda
"iya gue udah tau kalo si upik abu itu super tajir girls, dia itu pemilik Griya cake yang cabangnya ada dimana-mana" jelas Jessica.
"tapi lo peehatiin engga, kayanya rencana kita berhasil deh Jess!"
"iya kayanya si mereka berdua lagi berantem, buktinya mereka berangkat aja sendiri-sendiri"
Jessica dan gengnya tertawa karena merasa puas dengan keberhasilan rencana yang mereka buat untuk merusak hubungan Gavin dan Griya.
Saat mereka sedang asik tertawa, Griya melintas melewati mereka tanpa memperdulikan mereka.
"Griya...." suara cempreng Revi menghentikan langkah Griya tepat di depan Digo dan Devan.
"Gi, lo kenapa hari ini. apa lo ada masalah sama kak Gavin?"
"Gue ga mau bahas soal Gavin Rev, kayanya lebih baik gue ga terusin semuanya"
"tapi Gi, kemaren lo baik-baik aja kan.. tapi kenapa sekarang kalian kaya gini?"
" mungkin ini emang yang terbaik buat kita Rev" tutur Griya.
Griya dan Revi pun akhirnya masuk ke kelas mereka. sedangkan Digo dan Devan masih memperhatikan mereka hingga tak terlihat karna terhalang dinding kelas.
*ada apa lagi si sama Gavin dan Griya?* Digo sibuk berkecamuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya.
" gue cari Gavin dulu ya Dev.."ucap Digo
"iya sana cari Gavin Dig" ucap Devan.
__ADS_1
Devan tersenyum melihat Digo yang terlihat pergi dengan keadaan gusar.
'Triiing' bell sekolah Beebunyi empat kali itu tandanya para murid harus berkumpul di aula.
Para siswa sedang berkumpul di aula sekolah dan kebetulan barisan kelas Griya bersebelahan dengan kelas Gavin.
"tukan Jess bener apa kata gue, mereka emang lagi berantem. buktinya mereka saling cuek" Franda berbisik kepada Jessica.
"sepertinya Emang bener kata lo Fran"
Jessica mengeluarkan ponsel dan langsung mengirim pesan singkat kepada Devan
《Chat via WA》
▪Rencana kita berhasil Dev [Jessica]
▪gue tau Jess, tapi lo inget kata2 gue. jangan sampek lo apa2in Griya, karna gue ga segen bikin perhitungan sama lo kalo lo celakain Griya [Devan]
▪iya gue inget Dev, galak banget si lo [Jessica]
Mereka mengakhiri percakapan via WA karna Guru mengumumkan bahwa akan di adakan camping ulang karna campibg waktu lalu gagal karna insiden hilangnya Griya.
Griya berada satu bus dengan Gavin Devan, Digo, Revi dan Jessica. bukannya memilih duduk bersama Gavin Griya lebih memilih duduk bersama Revi.
setelah perjalanan selama 4 jam mereka sampai di tempat tujuan di daerah pegunungan.
Mereka menyiapkan tenda untuk tempat tidur. saat itu Griya di bantu oleh Devan dan Gavin malah membantu Jessica.
Jessica dan Devan saling mengisyaratkan untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu malam nanti.
Hari mulai petang, beberapa siswa menyiapkan api unggun dan lainnya menyiapkan makanan.
Jessica mendatangi Gavin yang sedang asik berbincang dengan teman2nya termasuk Devan.
"Vin anterin gue ya, gue mau ambil bantal leher gue di mobil" ucap jessica
__ADS_1
"ya udah ayok" Gavin mengangarkan Jessica ke mobil. saat Jessica turun dari mobil dia berpura jatuh dan langsung di tangkap oleh Gavin.
Sedangkan Devan langsung mengambil foto mereka dan langsung mengirimkan kepada Griya.
"maafin gue Gi, gue harus lakuin ini demi lo" ucap Devan.
" elo ga papa kan Jess?"
"iya Vin gue ga papa, makasih ya Vin lo udah tangkap gue tadi"
"santai aja Jess" Gavin tersenyum lalu melanjutkan kegiatannya bersama teman-temannya.
saat Gavin sesang bernyanyi-nyanyi tiba2 Griya datang.
"jadi ini kerjaan lo disini Gavin adhitama, sepertinya memang kita udah ga cocok!" ucap Griya
Gavin melihat bukti foto yang di tunjukkan Griya terhadapnya.
" oke kalo itu mau lo Gi, kita jalanin hidup kita sendiri-sendiri" tukas Gavin.
"Gavin Griya, lebih baik kalian bicarain ini dengan kepala dingin jangan ambil keputusan secara buru-buru" Digo tiba2 masuk ke dalam masalah Griya dan Gavin.
"lebih baik kak Digo nasehatin sahabat kakak, supaya bisa hargai wanita." Griya pergi meninggalkan Gavin begitu saja.
" agolah Vin jangan kaya anak kecil, lo itu harus bisa berfikir dewasa" ucap Digo.
" keputusan lo udah bener kok Vin, seharusnya Griya minta penjelasan dari lo bukannya langsung marah" sahut Devan.
Gavin menarik salah satu ujung bibirnya sehingha membentuk sebuah senyum smirknya.
.
.
.bersambung.
__ADS_1
.terus like coment vote dan tambahkan jadi favorite kalian ya teman-teman.
.