Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
Episode 45


__ADS_3

Gavin terlihat kacau saat ia tau Devan kini tidak amnesia dan berencana untuk menikahi Griya setelah Griya resmi bercerai dengan Gavin.


"salah aku ke kamu apa Gi, apa yang harus aku lakuin supaya kamu tetep jadi istri aku" Gavin mengacak rambutnya frustasi.


setelah beberapa hari akhirnya sidang perceraian dimulai Gavin datang dengan di temani Digo dan kedua orang tuanya, Jessica pun turut hadir untuk mendukung Gavin. sedangkan Griya ditemani oleh Devan.


Sidang itu dimulai dan saat hakim hendak memukul palu tiba-tiba seseorang datang dengan sebuah video di tangannya yang membuktikan Gavin tidak bersalah.


"tunggu pak hakim, sebelumnya saya minta maaf mengganggu sidang ini, namun ada sesuatu yang harus saya tunjukkan kepada Griya" ucap Revi dengan nafas memburu karna macet yang menimpanya di jalan dan ia buru-buru ingin menemui Griya.


"baik silahkan" ucap Hakim


"lo lihat ini Gi"


Griya mulai melihat hasil rekaman Di ponsel Revi yang menjelaskan bahwa semua hal yang membuat ia marah hanya rencana dari Jessica dan juga Devan.


dan hal itu membuat Griya merasa sangat marah.


"jadi kak Devan yang rencanain ini? kenapa lo jahat sama gue sama kak Gavin kak?" Griya menarik jaket yang dikenakan Devan.


"ini semua pasti di edit Gi, gue ga salah apa-apa!" Devan berusaha membela dirinya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Gavin.


Dan Griya menunjukkan foto ketika Gavin berada satu ranjang dengan Jessica.


"apa? ini ga seperti dugaan kalian! waktu itu gue pergi mau urus masalah kerjaan dan waktu gue di jalan tiba-tiba gue pingsan. dan saat gue bangun gue udah ada di dalam kamar itu" ucap Gavin


"udah kak Gavin, kak Gavin ga usah jelasin lagi. karna semua itu udah terjawab dengan adanya video itu" ucap Griya.


akhirnya mereka semua pergi dari ruang sidang itu, sebenarnya bisa saja Griya melaporkan atas tindakan Devan namun ia memilih untuk pulang bersama Gavin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"kak Gavin maafin aku.. aku udah nuduh kak Gavin yang enggak-enggak. aku emang istri yang buruk, aku ga bisa ngebadain mana yang benar dan mana yang salah kak, maafin aku. tapi kalo kak Gavin mau marah sama aku ga papa itu em.." belum selesai Griya dengan ucapannya Gavin langsung menutup mulut Griya dengan jarinya.


"kamu ga salah sayang, kalo aku ada di posisi kamu, aku mungkin juga akan lakuin itu. bahkan mungkin hal yang lebih buruk. jadi kamu ga salah sayang" Gavin meraih tangan Griya dan langsung memeluknya.


sejak kejadian itu Gavin memutuskan untuk pindah ke kota lain. dan memulai hidup barunya dengan Griya.


Kini sudah berjalan 3 tahun sejak kelulusannya yang berarti sudah 6 tahun ia berstatus suami Griya.


mereka sepakat untuk menunda memiliki buah hati karna ingin melanjutkan pendidikan mereka.


Sore itu Gavin sedang asik berkecamuk dengan laptopnya di atas king size nya dan tiba-tiba seseorang menutup kedua matanya dengan tangannya. dan saat ia membuka mata, ia di buat kaget bukan main.


"sayang, apa ini benar?" mata Gavin berkaca- kaca melihat dua garis merah di hadapannya .


Griya menganngguki ucapan Gavin. "kejutan..."


" tapi sayang, kamu bilang...kamu belum ingin punya anak karna kamu masih ingin kuliah" ucap Gavin.


" awalnya gitu si.. tapi aku pengen bahagiain suami aku. dan dengan ini aku merasa sempurna jadi istri kamu sayang" ucap Griya.


"itu masih berlanjut sayang, walaupun aku hamil pihak kampus kan ga ngelarang"


"dan masalah toko udah aku serahin sama orang-orang kepercayaan kita"


tanpa menunggu lama Gavin mulai mencium lembut istrinya. dan sesekali ia mencium perut Griya yang sedang ada buah hati mereka walaupun masih terlihat rata.


"aku mau kita bikin syukuran dan ngundang temen- temen SMA kita sayang" ucap Gavin, dan hal itu di setujui oleh Griya


Hingga tiba saatnya semua teman-teman mereka datang ke acara itu.


" selamat Griya sayang.. lo udah mau jadi seorang ibu " ucap Revi sambil memeluk Griya.


" iya Rev gue bahagia dengan ini semua, akhirnya gue bisa wujudin kenginan kak Gavin"

__ADS_1


saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba seseorang memanggil Revi


"honey.. kamu kok datang duluan kenapa ga bareng aku" ucap seseorang itu.


Griya terperangah ketika mengetahui orang itu adalah Digo.


"udah biasa aja Gi..." ucap Revi


"jadi kalian pacaran?" ucap Gavin yang tiba-tiba datang dan merengkuh pinggang griya.


" kita udah nikah kali Vin" ucap Digo


"kalian ga ngundang kita?" ucap Griya.


" ini semua mendadak Gi.. kita juga ga ngadain resepsi kok kita cuma nikah secara sederhana aja"


"udah-udah kok jadi bahas mereka... ayok kita mulai acaranya" ucap Gavin.


mereka melalui acara syukuran itu dengan bahagia hingga selesai. dan teman-teman Gavin dan Griya sudah pulang ke rumah masing-masing.


Gavin dan Griya berencana untuk berlibur, dan ketika di jalan ia bertemu dengan Jessica yang berpenampilan berbeda.


mereka ingin menegur namun Jessica segera lari, setelah usut karna usut ternyata kluarganya bangkrut sehingga penampilannya menjadi lusuh.


Namun Gavin dan Griya tak ingin ambil pusing, setelah beberapa jam mereka sampai di tempat tujuan mereka.


"sayang... kamu inget waktu awal kita nikah. kita sering berantem kan" ucap Griya.


"kenapa sayang?" Gavin memeluk Griya dari belakang dan meletakkan dagunya di tengkuk Griya.


" aku ga nyangka kita bisa seperti ini sekarang"


" sayang.. semua ini karna tuhan yang mempertemukan kita, tuhan juga yang menjodohkan kita" ucap Gavin.

__ADS_1


mereka berdua menikmati liburan mereka, dan akhirnya mereka berdua sangat bahagia dengan kehadiran calon buah hati mereka tanpa ada pengganggu di kehidupan rumah tangga mereka.


~ the end ~


__ADS_2