Pernikahan Putih Abu-abu

Pernikahan Putih Abu-abu
Episode 41


__ADS_3

Kini Griya dan Gavin membawa Devan tinggal di apartemen mereka. sebenarnya Gavin keberatan untuk mengizinkan Devan tinggal di rumahnya, namun karna alasan kemanusiaan dan cinta Gavin tidak mungkin menolak permintaan Griya untuk menolong Devan yang sedang amnesia.


Devan mengekori Gavin dan Griya, namun ia bingung dengan apa yang terjadi. dia tau bahwaa mereka masih SMA Devan bertanya-tanya dengan hubungan Gavin dan Griya yang terlihat bukan sekedar teman sekolah.


" Sorry, gue boleh tanya sesuatu sama kalian berdua?" ucapan Devan memecah keheningan di apartemen.


"lo mau tanya apa sama kami Dev?" ucap Gavin sambil menoleh ke arah Devan.


"bukannya kita ini masih SMA ya?"


"hmm, lalu?"


"kalian tinggal seatap?" Gavin dan Griya saling memandang ketika mendengar ucapan Devan.


"memang apa masalahnya dengan itu?" tukas Gavin


" kita ini tinggal di indonesia, bukannya cewe sama cowo remaja ga boleh tinggal seatap kalo ga ada hubungan sodara atau pernikahan!"Devan mengangkat kedua alisnya.


"kita itu emang udah nikah ! jadi ga masalahkan kalo kita tinggal bareng" jelas Gavin.


"apa? kalian udah nikah?" Tiba-tiba Devan memegangi kepalanya yang terasa sakit dan bermunculan memory yang hanya sekelebat yang menambah sakit kepalanya.


"kak Gavin ga apa-apa?" Griya segera mengambilkan segelas air putih untuk Devan. Devan langsung menenggak minumannya dan langsung menatap Griya dan Gavin dengan tatapan penuh selidik.


"ehehehe kak Gavin tadi cuma becanda kok kak Devan, kami ini sebenernya sepupuan" ucap Griya sedikit gelagapan.


"tapi Gi.." Griya menarik Gavin sedikit menjauh dari Devan. "kayanya kita ga bisa ceritain semuanya sekarang kak, kak Gavin lihatkan apa yang terjadi sama kak Devan setelah kakak bilang kita udah nikah?"


Gavin merenungkan ucapan Griya dan akhirnya Gavin sepakat untuk menutupi hubungannya dengan Griya sementara waktu di hadapan Devan.


"kamu bener sayang.. kita ga bisa bilang semuanya sekarang, ini menyangkut kesehatan Devan"


Devan menghampiri Griya yang sedang menyiapkan makanan untuk mereka.


"ada yang bisa gue bantu Griya?"


Griya menoleh ke arah Devan "ga perlu kak, kak Devan tunggu aja di meja makan. oh iya kak Devan bisa panggil gue Gi biar lebih gampang"


Gavin sebenarnya tidak suka melihat Devan mendekati istrinya, namun dia harus menjaga sikap di hadapan Devan selagi Devan tidak kurang ajar kepada Griya.


selang beberapa menit Griya sudah menghidangkan beberapa hidangan makan malam untuk mereka bertiga.


Mereka menyantap makan malam dan lanjut pergi ke kamarnya masing-masing.


Tiba-tiba Devan memanggil Gavin yang hampir masuk ke kamarnya dan kamar Griya juga.


"Vin lo lupa sama kamar lo?"

__ADS_1


Lagi-lagi Gavin dan Griya saling menatap sambil mencerna ucapan Devan.


"eh ini kak Devan, kak Gavin sebenernya mau ngambil bukunya yang kemaren gue pinjem" ucap Griya dengan nada geroginya.


"emang kalian satu kelas? kelihatannya Griya lebih muda dari kita kan Vin!"


" iya emang Griya adik kelas kita tapi dia itu emang suka penasaran sama pelajaran kita Dev"


" Ooo... ya udah gue ke kamar dulu"


"oke Dev, nanti gue nyusul"


mereka pun akhirnya ke kamarnya masing-masing. Griya tidur sendiri dan Gavin tidur satu kamar dengan Devan.


...****************...


Setelah beberapa hari Devan tidak masuk sekolah, hari ini kali pertama ia masuk kembali dan mulai aktif dengan kegiatan sekolahnya.


Melihat Devan berangkat bersama dengan Gavin dan Griya Digo dan teman-teman sekolah merasa bingung apalagi di tambah perban di kepala Devan. karena Griya dan juga Gavin memang belum pernah mengatakan perihal kecelakaan yang di alami Devan kepada teman-temannya.


Tiba-tiba Revi menarik lengan Griya "Gi apa yang terjadi, kenapa kak Devan bisa berangkat bareng lo sama kak Gavin?"


"panjang Ceritanya Rev, nanti gue ceritain. mending sekarang kita masuk kelas bentar lagi kita masuk" ucap Griya.


Disisi lain ada Digo yang penasaran dengan apa yang terjadi. Digo mulai mengintrogasi Gavin, lain dengan Griya yang masih belum cerita apa-apa kepada Revi. Gavin malah sudah menceritakan secara detil apa yang terjadi kepada Digo.


"lo bisa gak, ga usah kaya cewe Dig. denger apa dikit udah heboh" tukas Gavin.


Digo malah tertawa "berarti lo ga bisa romantis-romantisan dong Vin sama istri lo" gelak tawa Digo menjadi perhatian Devan yang sedari tadi memperhatikan antara Digo dan Gavin.


Devan mendekati Digo dan juga Gavin "elo kenal sama gue?" ucap Devan


"kenallah, kita ini satu sekolahan juga satu kelas. ditambah kita ini kan pernah naksir cewe yang sama" celetukan Digo itu membuat Devan sedikit terkejut.


"jadi kita pernah naksir satu cewe? siapa?"


"Griya.." ucap Digo tanpa ia sadari Devan mulai memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"elo kenapa Dev, kepala lo sakit lagi?" Gavin yang sedari tadi mengatur keadaan kelasnya segera menghampiri Devan yang terlihat kesakitan.


"dikit Vin, udah lo mending lanjutin tugas lo gue ga pa pa" ucap Devan.


Digo merasa menyesal dengan ucapannya. Digo baru ingat dengan kata-kata Gavin, bahwa Devan akan merasa sakit ketika menyangkut masa lalunya.


*apa bener gue pernah suka sama Griya, sepupu Gavin?!* Devan terus memikirkan ucapan Digo hingga jam sekolah berakhir.


Kini Devan sudah berada di apartemen bersama Griya, karena Gavin yang sudah bekerja di kantor keluarganya harus rela meninggalkan istrinya di apartemen bersama Devan.

__ADS_1


Saat Devan sedang mengotak atik ponselnya yang sudah satu minggu lebih tidak bisa di buka karena ia lupa dengan passwordnya tiba- tiba Devan melihat Griya turun dari kamarnya.



Devan tidak berkedip menatap Griya yang terlihat cantik dengan pakaian rumahnya.


"kak Devan..." Griya membuyarkan lamunan Devan.


"eh iya Gi kenapa?"


" kak Devan lagi apa kenapa dari tadi mandangin hp terus?"


" oh ini Gi gue lagi boring mau buka hp tapi gue ga inget sama passwordnya"


"ya udah pakek ponsel gue aja kak, gue lagi ga merluin kok" Griya menyodorkan ponsel kepada Devan.


"ga apa-apa Gi gue bisa nonton tv aja"


"bener ga mau kak?" Devan merasa tidak enak jadi dia menolak tawaran dari Griya.


"ya udah gue mau siram taneman dulu ya kak" Griya pergi ke balkon samping ruangan itu dan Devan terus memperhatikan Griya dari balik kaca transparan yang tengah sibuk dengan kegiatannya.


"kalo emang lo cewe yang gue suka, mungkin password hp gue ada hubungannya sama lo Gi"


Devan terus mengotak atik hpnya dan sudah ia coba beberapa kali namun tidak ada yang berhasil.


"coba gue ketik nama lengkapnya, kalo ini ga berhasil berarti Digo bohong kalo gue pernah suka sama Griya"


Devan mulai mengetik nama lengkap GRIYA ANINDHITA dan benar saja, akhirnya password hp nya terbuka. dan hal itu membuat Devan terkejut dengan apa yang terjadi.


"jadi gue bener-bener suka sama Griya!" Devan terus memperhatikan Griya yang semakin lama semakin terlihat mempesona di matanya.



"gue tau gue emang suka sama lo Gi, dan gue harus nyatain perasaan ini ke elo"


Devan mulai merencanakan untuk menyatakan perasaannya terhadap Griya.


.


.


.bersambung


.terus like coment vote dan tambbahkan sebagai favorite kalian ya teman-teman. .


.

__ADS_1


.


__ADS_2