
pukul 13:30 gavin sudah sampai di rumahnya, namun gavin tidak menemui sosok wanita yang ia cari.
"dimana gadis itu, apa dia lagi sama mama?" gavin berbicara dengan dirinya sendiri.
gavin menuruni anak tangga sekali lagi dia mencari keberadaan griya namun tetap nihil, dia tidak menemukan siapa2.
"ma mama dari mana?"
"dari taman belakang vin, kenapa kamu cari mama? oiya dimana istrimu vin?"tanya bu irma kepada gavin
"gatau ma gavin ga peduli"
"vin, dia itu istrimu jadi kamu harus tanggung jawab sama kehidupan griya"
"tapi kan dia jadi istri gavin itu semua mama yang ngerencanain"timpal gavin
"mama tidak mau tau kamu harus cari griya vin"
"iya2 ma, ya udah gavin berangkat dulu ma nyari si upik abu"
"apa vin?" " engga ma gavin berangkat dulu" ucap gavin sambil berlalu pergi.
****
gavin terus menyusuri jalanan untuk mencari griya, sampai pandangannya berhenti di sebuah taman di dekat komplek rumahnya.
"kenapa upik abu disitu sendirian?" gumam gavin lalu menghampiri griya.
"gi ngapain lo disini, ayo ikut gue pulang"gavin menarik tangan griya
bukannya menuruti gavin, griya melepaskan tangan gavin yang menariknya "nanti gue akan pulang sendiri kak, lo pulang aja duluan"
"lo itu ga tau terimakasih ya, gue itu kesini baik2 mau ngajak lo pulang lo malah ga mau pulang mau lo apa si" ucap gavin dengan nada sedikit tinggi
"gue bukannya ga mau pulang, gue cuman lagi pengen sendiri. nanti gue balik kok" sahut griya lalu memalingkan badannya dari gavin
" terserah kalo lo ga mau balik, yang penting gue udh ngajak lo balik. lagian gue nyari lo juga karna di suruh mama"
"terserah" ucap griya lalu kembali mendudukan dirinya ketempatnya tadi.
"kenapa dia begitu cerewet.,selama ini di sekolah dia terkenal sangat pendiam dan dingin lesemua siswa kecuali temannya digo. dasar manusia es"
tanpa aba2 tiba2 gavin mengangkat tubuh griya dan memasukan griya ke dalam mobil.
"lepasin gue kak lepasin"
"lo diem, gue di suruh mama bawa lo pulang. jadi lo harus pulang bareng gue"
gavin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan membuat griya sedikit takut.
"turun, lo mau gue angkat kaya tadi!"
"iya2 gue turun" griya berjalan masuk mengekori gavin
"nak kamu darimana kok tadi pulangnya ga bareng suami kamu" tanya bu irma
__ADS_1
"emm griya ada urusan tadi ma jadi ga bisa bateng sama kak gavin"
"emm begitu, ya udah ayo kita makan bareng ini udah waktunya makan malem ni"
"griya tadi udah makan ma, griya pamit mau bersihin badan griya ya ma"
griya menaiki tangga ke arah kamarnya dan di ikuti gavin.
"vin kamu ga jadi makan?"
"nanti aja ma, gavin mau nyusulin griya dulu"
didalam kamar gavin tidak melihat siapa2 karna griya saat itu sedang mandi
gavin duduk di sofa sambil memainkan ponselnya 'ceklek' suara pintu kamar mandi terbuka, dan griya sudah memakai piyama tidurnya.
tanpa memperdulikan gavin griya berlalu begitu saja melewati gavin.
"gi gue mau ngomong sama lo"
"iya ngomong aja gue dengerin"
griya menjawab asal dan tetap fokus menyisir rambutnya yang basah.
"gi gue ini suami lo, jadi lo harus hargain gue. dengan kaya gini lo sama aja ga menghargai gue ngerti"
"gue ga salah denger? bukannya lo yang selama ini ga memghargai gue, bahkan lo ngatain istri lo sendiri ganjen!" dengan suara yang bergetar griya berani mengungkapan perasaannya kepada gavin .
" tapi bukannya bener kan lo ganjen sama devan , pakek acara dandan segala"
"jadi dia dandan demi gue?" batin gavin
"itu alasan lo aja kan supaya cowok2 di sekolahan naksir sama lo?"
" terserah apa kata kak gavin, gue ga peduli" griya lelah berdebat dan kini ia memilih untuk memejamkan mata.
suasana kamar kini menjadi hening dan gavin akhirnya ikut menidurkan tubuhnya di sebelah griya
gavin terkejut saat melihat wajah istrinya itu
" apa dia menangis? kenapa dia menangis, apa gue udh keterlaluan sama dia" gumam gavin sambil mengusap pipi griya yang basah akan air matanya
****
pagi hari gavin bersiap intuk berangkat kesekolah, dan saat dia ingin mengajak istrinya berangkat tapi griya sudah pergi terlebih dulu.
saat jam istirahat sekolah griya pergi ke kantin dengan revi "gi lo kok pucat, apa lo sakit ?"
" gue ga papa kok rev, mungkin gue kecapean aja"
dan saat itu devan juga ada di sana , dia memperhatikan wajah griya yang pucat.
"gi lo sakit, gue anter ke uks ya biar lo di tangani sama dokter sekolah" tiba2 devan menghampiri griya.
"engga kok kak gue baik2 aja gue ga perlu ke uks"
__ADS_1
pembicaraan itu ternyata terdengar oleh gavin yang tak jauh dari tempat duduk griya.
"sejak kapan dia sakit, apa dia sakit karna semalam?" batin gavin dengan raut wajah sedikit khawatir.
saat selesai makan griya dan revi hendak kembali ke kelasnya 'brukkk' tiba2 griya jatuh pingsan dan saat gavin menoleh griya sudah di gendong oleh devan di bawa ke uks .
bukannya menyusul gavin malah berhenti dan mengepalkan tangannya karna melihat griya di gendong laki2 lain.
revi yang saat itu panik langsung saja mengikuti devan dan lupa membawakan ponsel milik griya, dan ponsel itu di temukan oleh digo.
digo pun membawa ponsel itu tanpa sepengetahuan siapa siapa.
****
--UKS--
" gi bangun gi" devan menggenggam tangan griya sangat khawatir
revi yang melihat itu dia sempat berfikir ada hubungan apa antara devan dengan griya.
"kak devan , itu griua udah bangun lo" revi membeei tau devan yang sibuk memegangi tangan griya
"akhirnya lo sadar gi, la ga papa lan gi?
"iya kak gue ga papa, mungkin gue hanya kecapean. ngomong2 makasih ya kak udah bantuin gue"
" iya gi sama2, gue ke kelas dulu ya gi karna ada ulangan hari ini. kalo ada apa2 lo kasih tau gue ya rev"
ucapan devan hanya di angguki oleh revi yang sedang khawatir dengan griya sekaligus bingung menerka nerka hubungan sahabatnya itu dengan salah satu cowok tertampan di sekolah.
di lain tempat gavin yang sudah tau kalau gria sudah siuman ia segara mengirim pesan kepada griya.
(Gavin)
"gi lo sakit? "
"kenapa lo sakit, apa gara2 semalem?"
belum ada balasan dan dari samping digo hanya memperhatikan sahabatnya itu.
ponsel yang di kantongi digo pun berbunyi tanda ada pesan masuk.
"gi lo sakit?"
"kenapa lo sakit, apa gara2 semalem" tertanda dari gavin si manusia es.
digo yang melihat itu sontak dia lansung curiga dengan gavin dan griya.
"sebenernya ada hubungan apa mereka"dalam hati digo bertanya tanya..
.
.
.
__ADS_1